Ada yang Baru dengan Sistem Pendaftaran Haji Tahun Ini

Jakarta, (gomuslim). Indonesia menduduki peringkat atas untuk jemaah haji terbanyak, namun di balik banyaknya jumlah jemaah haji yang berangkat ke Mekkah, ternyata di antara mereka sudah melakukan ibadah haji berulang-ulang. Hal ini disinyalir sebagai salah satu faktor yang membuat antrian tunggu menjadi lama, khususnya bagi mereka yang belum pernah melakukan ibadah haji.

Atas dasar inilah, Kemenag selaku lembaga negara yang bertanggung jawab terhadap urusan haji, mengambil kebijakan untuk mendahulukan keberangkatan jemaah yang belum pernah berangkat  haji dalam 10 tahun terakhir. Kebijakan ini akhirnya tertuang dalam Peraturan Menteri Agama nomor 28 tahun 2015 dan peraturan ini pun baru diberlakukan mulai 18 April 2016.

Ternyata peraturan yang dibuat tahun lalu itu, mendapat apresiasi publik khususnya bagi mereka yang belum pernah melakukan ibadah haji. Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kota Semarang, Ahmad Samsudin, menilai bahwa peraturan ini efektif, “Peraturan Menteri Agama nomor 28 tahun 2015 sudah berjalan efektif,” ujarnya kemarin (3/5/2016).

Menurut Samsudin, calon jemaah yang pernah berangkat haji dalam 10 tahun terakhir tidak dapat diberangkatkan pada tahun ini meskipun telah menyetor tabungan haji ke bank. Karena prioritas keberangkatan haji hanya untuk jemaah yang belum pernah. Sedangkan bagi yang ingin berangkat dua kali, maka ia harus menunggu 10 tahun lagi. Menurut Menag, peraturan ini adalah sikap Kemenag terhadap antrian yang begitu panjang. Terkait hal ini Menag memberikan pernyataan, "Haji yang kedua kali dan sesudahnya tidak menghalangi orang yang belum berhaji ini pertimbangan yang kontekstual. Amat sejalan dengan kehendak Kemenag dalam menyikapi realitas antrian yang begitu panjang bagi mereka yg ingin berhaji," kata Menag Lukman Hakim Saifuddin.

Pada sisi lain peraturan ini dibuat, bukanlah untuk membatasi jemaah yang hendak berhaji melainkan regulasi dalam rangka penegakan keadilan, "Kebijakan memprioritaskan yang belum berhaji yang akan diterbitkan Kemenag itu sama sekali bukan pembatasan (restriksi) terhadap meraka yang akan menjalankan ibadah, tapi ia merupakan pengaturan (regulasi) dalam rangka menegakkan keadilan, mengingat panjangnya antrian calon jamaah haji," tambah Menag. 

Meskipun Samsudin mengakui bahwa sistem ini sudah efektif, namun masih terdapat kendala yakni masyarakat masih belum mengerti dengan sistem pendaftaran haji yang baru ini. Pada peraturan baru ini, pendaftaran dilakukan dengan dua tahap, yaitu menyetorkan sejumlah uang sesuai dengan nominal yang diperlukan kemudian melaporkan bukti pembayaran kepada Kemenag untuk mendapatkan nomor porsi. Ia pun akhirnya memberikan pengarahan kepada masyarakat terkait peraturan baru yang sudah diberlakukan. Adapun mengenai prosedur pendaftaran haji regular dapat dibaca di http://www.gomuslim.co.id/read/panduan/2016/03/30/127/beginilah-prosedur-pendaftaran-haji-reguler.html. (fh)


Back to Top