Kakbah Dicuci, Dewan Pengurus Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Keluarkan Pernyataan Resmi

Mekkah, (gomuslim). Bangunan berbentuk kubus terletak di pusat bumi ini, mencuri perhatian seluruh masyarakat Muslim. Pasalnya bangunan ini merupakan titik temu umat Islam dari seluru penjuru dunia, sebagaimana yang telah ditetapkan oleh syariat Islam. Sejatinya Kakbah hanyalah tumpukan batu yang pernah dibangun oleh Malaikat dan Nabi Ibrahim, umat Muslim menjadikannya sebagai kiblat atau arah menghadap dalam shalat dan hal itu adalah bentuk dari ketaatan atas perintah Allah dan Rasul-Nya bukan pada bangunannya.

Namun Kakbah haruslah dijaga dan dirawat karena sebagai simbol pemersatu. Pada Kamis (5/5/2016), Dewan Kepengurusan Masjidil Haram mengeluarkan rekomendasi agar Kakbah dicuci. Menurut mereka Rekomendasi ini bukanlah sebagai bentuk pengultusan benda melainkan sebagai ketaatan dalam pengamalan isi Alquran, sebagaimana termaktub dalam surat Al Hajj ayat 26 yang artinya: “dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud.”

Menurut salah seorang Dewan Kepengurusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Ahmad bin Muhammad Al Manshuri, terkait ayat tersebut, beliau menyampaikan agar hendaklah kita menyucikan Kakbah dengan demikian haruslah dicuci dan disucikan. Berikut isi surat pernyataan resmi dari Kepengurusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sebagaimana yang dilansir dari http://www.gph.gov.sa:

“Alhamdulillah wash shalatu was salam ‘ala Rasulillah, amma ba’du:

Tidak diragukan lagi bahwa Allah Tabaraka Wa Ta’ala memerintahkan kita agar mensucikan rumah-Nya dan memperhatikannya, demikianlah firman (Allah) Yang Maha Agung, “….dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang rukuk dan sujud.” (QS. Al Hajj: 26).

Terdapat riwayat pula mengenai Nabi Muhammad SAW, bahwa beliau mencuci Kakbah ketika Mekkah berhasil ditaklukkan (Fathul Makkah), namun tidak diperintahkan mencucinya pada waktu tertentu atau berapa lama harus dicuci. Meskipun demikian, perhatian dalam penyucian Kakbah harus terus berlanjut serta memperhatikan hal-hal lain yang terkait dengannya, sampai masa pemerintahan sekarang ini.

Sejak berdirinya Kerajaan Abdul Aziz bin Abdul Rahman Ali Sa’ud sampai pada masa penjaga Haramain Raja Salman bin Abdul Aziz –semoga Allah menjaganya- intensitas penyucian Baitullah dilakukan setahun sekali pada 15 Muharam. Selain itu, terkait pelebaran jalan serta keselamatan umat saat melaksanakan ibadah haji, merupakan suatu hal yang telah disepakati bersama agar mereka (para jemaah) mudah melakukannya.

Marilah berdoa pada Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Kuasa, semoga penjaga Haramain dan putra mahkotanya serta Walikota Mekkah diberi balasan kebaikan yang setimpal atas perhatian mereka terhadap Haramain (Masjidil Haram dan Masjid Nabawi). Semoga akidah yang tertanam di negeri ini menjadi abadi. Serta kepemimpinan, amanah dan keamanan dapat berlangsung secara berkesinambungan, kemudian negeri ini diberikan kemurahan rezeki. Atas semua itu hanyalah Allah yang dapat mewujudkannya.

Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad SAW dan kepada keluarganya.”

Demikianlah pernyataan Resmi Ahmad bin Muhammad Al Manshuri terhadap pencucian Kakbah. Menurutnya pencucian ini adalah bagian dari pengamalan ayat Alquran serta mengikuti apa yang telah dilakukan oleh Rasulullah SAW. Oleh karenanya semua perbuatan ini bukanlah sebagai bentuk penghormatan kepada benda.

Pada Jumat (29/4/2016), Masjidil Haram telah diguyur hujan lebat, genangan air pun mencapai 10 cm setinggi mata kaki. Setelah peristiwa itu terjadi, upaya pembersihan dari sisa genangan air yang ada di sana dilakukan dengan alat modern dan canggih, agar pembersihan dapat terselesaikan dengan cepat. Semoga Allah memberkahi dua masjid suci ini. (fh)


Back to Top