Petugas Haji Banyak yang 'Gagap', Kini Seleksi Makin Diperketat

Jeddah, (gomuslim). Selama ini banyak yang mengeluhkan profesionalitas petugas haji Indonesia di tanah suci karena ‘gagap’ tidak dapat berkomunikasi dengan baik kepada petugas dan aparat di Saudi. Selain itu juga karena kurang memahami pokok-pokok tugas dan fungsi secara maksimal. Ada indikasi petugas haji asal rekrut, bahkan kemungkinan terjadi kolusi dan nepotisme antar lingkar dalam.

Menanggapi berbagai masukan masyarakat itu, Kemenag RI sebagai penyelenggara haji kemudian mengambil kebijakan untuk melakukan seleksi lebih ketat terhadap calon tenaga musiman yang bertugas membantu jemaah selama di tanah suci. Pendaftaran dibuka secara online sehingga tidak lagi ada petugas titipan dan seleksi dilakukan secara terbuka.

Awal pekan ini, sejumlah pendaftar yang memenuhi kriteria mengikuti seleksi petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dari unsur tenaga musiman (Temus). Mereka adalah warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di berbagai kota di Arab Saudi seperti Makkah, Jeddah, Madinah, Riyadh, dan Dahban. Sebagian besar tenaga musiman yang mampu berbahasa Arab ini bekerja di sector-sektor yang banyak berhubungan dengan petugas local setempat.  Seleksi dilaksakan Minggu (08/05/2016) pagi, di gedung Kantor Urusan Haji Indonesia (KUHI) KJRI Jeddah. 

Berdasarkan data yang masuk ke KUHI, jumlah peserta yang mengikuti seleksi petugas PPIH Arab Saudi 2016 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan ini disebabkan karena sistem pendaftaran calon petugas PPIH Arab Saudi dilaksanakan secara online. 

Dari portal resmi KUHI:  http://ppiharabsaudi.com tercatat lebih dari 1000 akun yang mendaftar. “Setelah dilakukan beberapa proses verifikasi, jumlah peserta yang dinyatakan lolos seleksi berkas sebanyak 519 peserta untuk bidang pelayanan umum dan 188 peserta untuk bidang pelayanan kesehatan,” kata Staf Teknis Haji 1 Ahmad Dumyathi Basori dikutip dari laman kantorurusanhaji.com, Selasa (10/05/2016).

“Mereka akan memperebutkan 363 kuota temus bidang pelayanan umum dan 105 temus bidang pelayanan kesehatan,” tambahnya.

Menurutnya, peserta tes bidang pelayanan umum dikelompokan menjadi beberapa bidang tugas, yaitu: petugas administrasi, lapangan, pengemudi, teknisi listrik, teknisi computer/jaringan, mekanik dan petugas kebersihan. Masing-masing bidang tugas akan menjalani tes tertulis, tes wawancara, dan tes ketrampilan/praktek lapangan. 

“Jumlah pertanyaan dalam test tulis sebanyak 100 soal dan seluruhnya pilihan ganda dengan muatan materi meliputi regulasi di bidang perhajian, kebijakan dalam penyelenggaraan pelayanan haji di Arab Saudi, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan materi lainnya,” terang Dumyathi.

“Lembar jawaban yang disiapkan dalam bentuk Lembar Jawaban Komputer (LJK). Kebijakan penerapan LJK ini untuk memudahkan proses koreksi dan meminimalisir kesalahan dalam mengoreksi hasil tes tertulis,” tambahnya.

Dia berharap para peserta dapat menjawab soal-soal sehingga mendapat nilai yang baik dan diterima sebagai petugas PPIH. Untuk para peserta yang baru pertama kali mengikuti tes, dia mengimbau agar tidak perlu pesimis. Menurutnya, panitia  akan memberikan kesempatan yang sama dalam menentukan lulus/tidaknya peserta dalam proses seleksi. “Terpenting, mempunyai wawasan luas , disiplin, dan tanggung jawab yang nantinya bisa di lihat dari hasil ujian,” ungkapnya. Untuk menghindari praktik joki, panitia seleksi tahun ini memberikan kartu peserta yang sudah dilengkapi dengan data kontrol yang ketat.

Sebelumnya, proses seleksi petugas haji terutama tenaga musiman dilakukan secara sederhana, yaitu mendaftar secara manual di kantor KUHI (dulu bernama BUH atau Bidang Urusan Haji, Jeddah) kemudian dilakukan verifikasi dan tes secukupnya. Semua dilakukan secara manual sehingga kemungkinan besar ada keterlibatan ‘oknum’ dalam meloloskan pihak tertentu, bahkan tidak jarang terdengar selentingan banyak ‘orang titipan’ dalam tenaga musiman haji.

Namun dengan makin transparannya proses pendaftaran online dan ujian terkomputerisasi, harapan mendapatkan tenaga musiman yang lebih professional akan didapat. (mm)


Back to Top