Makin Dekat, Panitia Umumkan Enam Agenda Besar Sidang Tahunan IDB

 

Jakarta, (gomuslim). Makin dekat pelaksanaan Sidang Tahunan Islamic Development Bank (IDB) ke-41, panitia menggelar konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu, (11/05/2016), untuk menjelaskan enam egenda besar dalam pertemuan tersebut.

Acara akan mengangkat enam topik utama, antara lain koordinasi serta kerja sama teknis untuk pembangunan antarnegara anggota dan pembangunan ketahanan ekonomi bagi negara anggota. Topik menarik lain adalah pengembangan investasi syariah untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, pembiayaan syariah yang inovatif untuk pengentasan kemiskinan, pengembangan pasar syariah mikro bagi keuangan inklusif, dan pendanaan syariah di sektor infrastruktur.


 Tema pembahasan pengentasan kemiskinan sesuai dengan yang dialami negara-negara anggota IDB akan menjadi prioritas.  Hal itu, menurut Andin, sejalan dengan prioritas pembangunan infrastruktur dan keuangan inklusi. "Akan dibahas juga bagaimana negara-negara IDB bekerja sama dalam meningkatkan pembangunannya dan bagaimana pengembangannya," jelas Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Makroekonomi dan Keuangan Internasional Andin Hadiyanto dalam konferensi pers IDB di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu hari ini.


Bagi pelaku bisnis syariah di tanah air, forum ini juga akan bermanfaat meningkatkan pertumbuhan bisnia perbankan-keuangan syariah, mengingat bisnis keuangan syariah di Indonesia hingga tahun ini masih berkisar di angka 5 persen.  Terdapat pula forum yang membahas sukuk untuk infrastruktur. Indonesia akan berbagi pengalaman mengenai sukuk untuk infrastruktur tersebut yang bisa dijadikan contoh bagi negara lain.

Pada tanggal 17 Mei 2016 di forum yang sama, Kementerian Keuangan, bekerjasama dengan Ikatan Ahli Ekonomi Islam, Islamic Research and Training Institute, dan Islamic Development Bank Group, akan menyelenggarakan 1st Annual Islamic Finance Conference/Forum on Sukuk for Infrastructure Development: Sukuk for Infrastructure and Financial Inclusion Strategy, seminar satu hari yang akan mempertemukan pembuat kebijakan, regulator, akademisi, serta pelaku pasar keuangan syariah yang paling berpengaruh dari seluruh dunia untuk membahas isu-isu utama yang akan membantu meningkatkan peran keuangan Islam dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Sementara itu, salah satu side event dari ST IDB ke-41 adalah pelaksanaan pameran (exhibition) yang mengusung tema inovasi, pembangunan infrastruktur dan keuangan inklusif. Selain itu, pameran yang akan diselenggarakan pada 15-19 Mei 2016 ini juga akan menampilkan tema yang berkaitan dengan pariwisata dan pendidikan. Khusus untuk tema inovasi, IDB akan memfokuskan pada area youth development, kesehatan, dan ketenagakerjaan.

Menurut rencana, pelaksanaan pameran pada tahun ini tidak hanya diikuti oleh negara-negara anggota IDB, tetapi juga para pelaku ekonomi domestik. Sebagai tuan rumah, Indonesia melalui Kementerian Keuangan  juga akan mengundang partisipan dari kementerian/lembaga; pemerintah daerah; sektor perbankan dan sektor keuangan lainnya; lembaga penelitian; akademisi; dan  Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). 

Sidang Tahunan IDB ke-41 akan digelar di Jakarta Convention Center, Jakarta Selatan. Sidang yang akan dihadiri 56 negara anggota IDB itu akan membahas persoalan-persoalan ekonomi saat ini serta memperkuat kerja sama antarnegara anggota. Indonesia dipilih sebagai tuan rumah karena merupakan salah satu negara dengan populasi umat Islam terbesar di dunia. Indonesia pun dinilai akan berperan besar dalam pertumbuhan ekonomi global dan merupakan salah satu negara pendiri IDB yang aktif dalam kemitraan di berbagai program internasional. (mm)


Back to Top