Belanja Wisata Halal Meningkat Tajam, Indonesia Sabet Tiga Kategori Internasional

Jakarta, (gomuslim). Wisata halal di Indonesia makin melejit seiring makin tingginya belanja wisata halal secara global. Dalam laporan yang disusun Thomson Reuters dan Dinar Standar mengungkapkan, secara global belanja Muslim untuk wisata halal pada 2012 sebesar 137 miliar dolar AS. Angka itu  pada 2018  diperkirakan akan naik menjadi 181 miliar dolar AS.

Pew Research Center Forum on Religion and Public Life memperkirakan populasi Muslim dunia bertambah dari 1,6 miliar menjadi sekitar 2,2 dari total penduduk dunia di tahun 2030. Global Muslim Travel Index 2015 yang menyebutkan segmen wisata Muslim memiliki nilai 145 miliar dolar AS dengan jumlah 108 juta wisatawan Muslim.

Angka tersebut diprediksi akan naik menjadi 150 juta tahun 2020 dengan nilai pasar 200 miliar dolar AS. Wisatawan Muslim itu tidak hanya dari Timur Tengah tapi juga Indonesia, Cina, pecahan Uni Soviet dan negara lainnya,

Menurut Kepala Bidang Perancang dan Kerjasama Wisata Halal Nusantara Kementerian Pariwisata Widodo mengatakan, dari data Sofyan Hospitality,  tahun 2015 belanja wisata halal mencapai Rp 179,2 triliun.”Target 2019, mudah-mudahan bisa tercapai Rp 203,28 triliun,” kata Widodo pada Sosialisasi Strategis Percepatan Pemasaran Wisata Halal Indonesia di hotel Millenium, Jakarta, Rabu (11/05/2016).

Lebih lanjut disampaikan Widodo, anggaran  pada tahun 2011-2015 mengalami kenaikan sangat signifikan yaitu 7 persen untuk rata-rata pencapaian pertumbuhan. Sedangkan pada 2015-2019 kenaikannya 5 persen.

Adapun jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada tahun 2015 mencapai 255 juta.Khusus wisatawan Muslim mencapai 224 juta. “Ini sangat besar, presentasinya 22 persen.Nah, dari perjalanan wisatawan Nusantara 255 juta kalau dihitung pengeluarannya Rp203,16 triliun, khusus Muslim Rp179, 2 triliun,” ungkap Widodo.

Konstribusi industri pariwisata halal dari makro dan mikro sangat signifikan menyumbang pemasukan negara di tahun 2015 sebesar 6,7 persen.”Harapan kami tahun 2016 bisa naik jadi 6, 99 persen,” ujarnya.

Untuk tenaga kerja (SDM) makro, sebesar 99,9 persen pada tahun 2015, dan 2019 ditargetkan bisa mencapai 10,3 persen.Sedangkan untuk mikro, wisatawan Nusantara dalam perjalanannya 224,4 juta dan 2016 ditargetkan 228, 8 juta.

Terkait geliat wisata halal di tanah air, dalam ajang The World Halal Travel Summit/Exhibition akhir tahun 2015 lalu di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab Indonesia membawa pulang tiga juara dalam kategori, yakni World's Best Halal Tourism Destination, World's Best Halal Honeymoon Destination, dan World's Best Family Friendly Hotel.

Pengakuan akan potensi wisata halal Tanah Air diraih setelah bersaing dengan 200 negara peserta yang melombakan 14 kategori. Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), memenangkan kategori World's Best Halal Tourism Destination dan World's Best Halal Honeymoon Destination. World's Best Family Friendly Hotel, diraih Hotel Sofyan Jakarta.

Ketua Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Tour dan Travel Indonesia (ASITA) Asnawi Bahar mengatakan penghargaan itu mempunyai dampak positif bagi pengembangan pariwisata Indonesia, khususnya wisata halal. Menurut dia, penghargaan ini akan menambah daya tarik wisatawan, khususnya dari negara Muslim, untuk datang ke Indonesia. Terlebih terus dikembangkan destinasi syar’i, hotel syar’i dan kulineri halal, meski belum semaju negara tetangga.

Berdasarkan data dari Asosiasi Hotel dan Restoran Syariah Indonesia (AHSIN) 2015, saat ini Indonesia baru mempunyai 25 hotel yang restorannya bersertifikat halal dan 310 restoran bersertifikat halal.  Ini masih belum seberaa dibanding negara tetangga. Thailand misalnya, telah memiliki 100 hotel dan restoran yang bersertifikat halal. Sedangkan, Malaysia telah memiliki 366 hotel syariah dan lebih dari 2.000 restoran yang bersertifikat halal. Singapura bahkan memiliki 2.691 hotel dan restoran yang sudah bersertifikat halal. Namun demikian, Indonesia sebagai negeri berpenduduk muslim terbesar sudah mulai menuju wisata halal secara massif dan sistematis. (mm)


Back to Top