Pengurus Masjidil Haram Mulai Rapat Penyaluran dan Menu Buka Puasa Ramadhan

Mekkah, (gomuslim). Dalam menyambut bulan suci Ramadhan, Wakil Ketua Dewan pengurus Masjidil Haram, Syeikh Dr. Muhammad bin Nashir Al Khuzaim mengadakan rapat dengan Asosiasi Lembaga Amal Saudi guna membahas sistem pembagian ifthar (buka puasa bersama di Masjidil Haram, red) sekaligus hal-hal lainnya terkait kegiatan yang berlangsung selama Bulan Ramadhan 1437 H.

Lembaga Amal menyambut positif forum rapat ini serta menyetujui program-program yang dicanangkan nantinya selama bulan suci Ramadhan di Masjidil Haram. Rencananya selama Ramadhan, organisasi ini akan andil dalam hal kebersihan dan lainnya, agar semua kegiatan dapat berjalan dengan baik. Syeikh Khuzaim pun menyarankan kepada anggota lembaga agar memperhatikan urusan iftar yang disediakan di Masjidil Haram.

iuyrtiuyt

Seorang Anggota Dewan Penasehat Pengurus Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Ir. Muhammad bin Sulaiman Al Waqdaniy menjelaskan mengenai persyaratan khusus terkait persiapan yang akan dilakukan jelang Ramadhan:

  1. Menyediakan rencana operasional untuk lembaga dan badan amal;
  2. Usia tenaga kerja yang dillibatkan harus diatas 20 tahun;
  3. Berkomiten dalam melakukan perjalanan distribusi serta membuat tanda pemberitahuan di titik tertentu;
  4. Takjil tidak lebih dari minuman dan kurma yang dibagikan 5 menit sebelum azan;
  5. Tidak menggunakan gelas dan cangkir yang menyebabkan limbah berbahaya;
  6. Pekerja hanya 2 orang untuk setiap perjalanan distribusi;
  7. Tidak diizinkan mencantumkan logo produk tertentu pada peralatan takjil yang dipakai;
  8. Tidak diperbolehkan mengotori Masjidil Haram dengan perlengkapan lainnya kecuali perlengkapan takjil.

Delapan hal inilah yang kepada Lembaga Amal jika hendak bekerja sama dengan Yayasan Kepengurusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dalam menyiapkan konsumsi untuk berbuka puasa.

Selain dari syarat-syarat yang telah disebutkan di atas, Dewan Kepengurusan Masjidil Haram juga melarang menyusupi kegiatan lainnya selain penyiapan konsumsi untuk berbuka puasa, misalnya menyampaikan pengumuman tertentu di Masjidil Haram.

Syarat-syarat ini dibuat bertujuan agar kebersihan dan keamanan Masjidil Haram tetap terjaga, maka dewan pengurus hanya menyarankan pemberian konsumsi kurma dan air minum agar pembersihan sampah yang berserakan dapat dilakukan dengan mudah. Dewan pengurus pun meminta agar lembaga amal mana pun yang hendak bekerja sama untuk menyiapkan takjil harus dilakukan secara berkesinambungan tidak terputus-putus.

kjflaksjdfl

Selaian syarat-syarat di atas pengalihan air Zamzam pun dilarang, sehingga bagi jemaah yang hendak meminum air Zamzam maka harus mengambil di tempat yang telah disediakan. Jika semua persyaratan tersebut dapat dipenuhi maka lembaga amal akan mendapat surat izin untuk melakukan kontribusi di Masjidil Haram saat Ramadhan nanti, namun jika Ramadhan tahun ini telah berakhir maka surat izin tersebut harus dikembalikan.

Semua syarat yang diberlakukan ini, merupakan keputusan atas dasar pertimbangan untuk kemaslahatan umat Islam yang sedang beribadah di Masjidil Haram pada bulan suci Ramadhan.

Dr. Ammar bin Abdullah Attar sebagai Konselor Pengawas Direktorat Jenderal Perencanaan dan Pengembangan memberikan pernyataan pada forum ini, menyarankan agar Asosiasi Lembaga Amal dapat memprediksi peningkatan jumlah pengunjung Masjidil Haram pada Bulan Ramadhan nanti. Maka untuk menyikapi hal itu perlu ada forum diskusi lanjutan agar keamanan di lingkungan Masjidil Haram tetap kondusif.

Pada Bulan Ramadhan Masjidil Haram selalu ramai di kunjungi oleh para jemaah umrah yang datang dari mancanegara maupun penduduk lokal mengingat umrah Bulan Ramadhan merupakan bulan terbaik untuk melaksanakan ibadah sunah ini. Semoga apa yang akan dikerjakan oleh lembaga amal ini mendapat ganjaran kebaikan yang setimpal dari Allah SWT. (fh) 


Back to Top