Iran Tidak Berangkatkan Jemaah Haji

Bantani: Saudi Tidak Cegah Jemaah Iran untuk Datang ke Saudi

Riyad, (gomuslim). Pemerintah Iran mengeluarkan pernyataan untuk tidak mengirimkan jemaah haji tahun ini. Hal ini disebabkan karena Iran gagal dalam perundingan terkait manajemen penyelenggaraan haji dengan Arab Saudi. Pada sisi lain pihak Pemerintah Arab Saudi membantah bahwa mereka telah mempersulit jemaah haji Iran.    

Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Dr. Muhammad Shalih bin Thahir Bantan, memberikan penjelasan resmi seperti dikutip situs Aljazirah mengenai persoalan jemaah haji di Iran. Menurutnya Iran menolak menandatangani kesepakatan mengenai ketertiban haji, maka dari itu Bantan menyampaikan pernyataan kepada publik terkait hal ini, “Arab Saudi, menghormati para tamu yang berkunjung ke rumah Allah (dua masjid suci) dari seluruh bangsa, oleh karena itu, melayani mereka adalah tugas utama pemerintah serta merupakan kewajiban dalam Islam,” ujar Bantan.

Setiap tahun Pemerintah Arab Saudi selalu mengatur urusan haji dan umrah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Pemerinah Arab Saudi kerap mengadakan kerjasama dan perundingan dengan lembaga pemerintah yang bertanggung jawab dengan urusan haji dan umrah dari berbagai negara. Perundingan itu terkait dengan ketertiban dan persyaratan jemaah haji di negara mereka masing-masing. Saat ini telah tercatat tidak kurang dari 78 negara termasuk Republik Islam Iran.

 

Dalam negoisasi perihal haji antara Saudi dan Iran telah dilangsungkan sebanyak 4 kali, berikut kronologi dan isu yang diangkat dalam perundingan tersebut:

 

  1. Ketua Lembaga Haji Iran, Said Ouhdi telah menghadiri undangan Arab Saudi guna membahas ketertiban dan persyaratan jemaah haji mereka, hal ini telah tertuang dalam surat Menteri Haji no. 479/X/25/1/1437;
  2. Kementerian Arab Saudi harus menindaklanjuti mekanisme pengurusan visa, perundingan ini dilakukan dengan delegasi Iran di Dubai,Uni Emirat Arab pada (7/4/2016);
  3. Pada (14/4/2016), telah dilakukan pembahasan semua perihal jemaah haji asal Iran bersama Said Ouhdi.
  4. Delegasi Urusan Haji Iran menolak untuk menandatangani kesepakatan peraturan haji tahun ini dan tetap bertekad untuk mempertahankan beberapa keinginannya, antara lain:
    1. Iran dapat mengeluarkan visa haji di negaranya sendiri tanpa harus mengurus di kedutaan Arab Saudi yang terletak di negara lain.
    2. Transportasi udara jemaah haji Iran harus dipisahkan antara warga Iran dan Saudi;
    3. Jemaah Iran diizinkan untuk menjalankan ritual yang sudah lazim di Iran selama berlangsungnya ibadah haji.

Berdasarkan keterangan dari Kementrian Haji dan Umrah Arab Saudi, sampai saat ini belum ada kesepakatan apa pun dengan Iran karena Iran telah meninggalkan  ruang perundingan pada (19/4/2016) tanpa menandatangani kesepakatan mengenai mekanisme penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Namun untuk urusan visa haji, Saudi menyatakan bahwa visa haji bagi jemaah Iran dapat diproses dengan sistem visa haji elektronik standar yang dapat digunakan para jemaah luar negeri, karena Arab Saudi tidak menempatkan kedutaannya di Iran.

Adapun mengenai penggunaan maskapai udara Iran untuk memberangkatkan jemaah haji mereka, menurut Saudi hal ini bertentangan dengan praktek penerbangan standar Internasional.

Maraknya penyebaran berita terkait Iran yang dikabarkan tidak mengirimkan jemaah haji tahun ini, Banten menyatakan bahwa Saudi tidak pernah melarang Iran untuk beribadah haji, "Kementerian Haji dan Umrah menyatakan bahwa segenap pihak berwenang di kerajaan (Arab Saudi) sama sekali tidak mencegah jemaah Iran untuk datang ke sini, dan larangan berangkat haji yang dikeluarkan pemerintah Iran adalah bentuk tekanan melalui media terhadap Arab Saudi,” ujar Bantan.

Pemerintah Arab Saudi melalui Jajaran Kementerian Haji dan Umrah memberikan pejelasan bahwa pihaknya tidak pernah melarang orang dari seluruh penjuru dunia, khususnya Muslim yang datang ke Tanah Suci untuk beribadah, selama masih dalam kerangka aturan yang dibuat demi keamanan dan kenyamanan mereka. Adapun jika Iran telah membuat keputusan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji di tahun ini, maka hal itu merupakan haknya dan merekalah yang bertanggung jawab di hadapan Allah dan di hadapan umat Islam.

Sementara itu, menurut Iran, keruhnya suasana perundingan ini tidak terlepas dari insiden di Mina tahun lalu yang telah menewaskan 2.426 jiwa, sedikitnya 464 korban merupakan jemaah asal Iran. Pasca insiden ini, Iran menuding Saudi tidak kompeten dalam mengatur jemaah haji sehingga terjadi peristiwa yang memilukan seperti itu.

Menurut Menteri Budaya dan Panduan Islam Iran, Ali Jannati, pada tahun ini Iran tidak mengirimkan jemaah haji, perundingan yang dilakukan selama beberapa bulan antara Iran dan Arab Saudi bertujuan untuk penyelesaian masalah keamanan selama proses ibadah haji berlangsung. Namun, Iran menganggap bahwa perundingan ini telah gagal. 

Pada sisi lain, terdapat informasi berbahasa Inggris dari Kantor Bertia Iran (IRNA) yang menyatakan bahwa keputasan Iran ini masih bersifat tentatif, sehingga dianggap masih dapat berubah. Jika demikian, maka bisa saja mendekati musim haji tahun ini Iran mencabut keputusan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji dari negaranya demi kelancaran ibadah haji warga Iran. (fh)


Back to Top