Film Aisyah BKB

Belajar dari Guru Muslimah di Atambua, Berbeda Tetapi Bersaudara

Jakarta, (gomuslim). Senin hari ini (16/05/2016) adalah gala premier Film Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara, di XXI Epicentrum Walk, Jakarta. Film Aisyah diangkat dari kisah nyata tentang seorang guru muslimah yang terpilih mengajar di desa Derok Atambua Nusa Tenggara Timur. Di pelosok terpencil ini mayoritas warga beragama Katolik totok, sehingga Aisya yang cantik berhijab ini menghadapi berbagai perbedaan, ujian dan tantangan yang memekik.

Untuk sukses film ini, gomuslim ambil bagian sejak sebelum gala premier dan akan terus menghadirkan ulasannya untuk pembaca. (selengkapnya, baca: http://www.gomuslim.co.id/read/jabodetabek/2016/05/04/339/sudah-dibuka-yuk-nobar-film-aisyah-.html  jug abaca: http://www.gomuslim.co.id/read/news/2016/05/04/338/pergulatan-seorang-guru-muslimah-di-timur-indonesia.html).

Pemeran utama film ini adalah Laudya Cynthia Bella yang sebelum juga sukses bermain di film religi ‘Di Bawah Lindungan Kakbah’. Untuk peran yang sekali ini, Bella mengaku mendapat tantangan luar biasa, bahkan  ia banyak menghabiskan waktu di pasar sebuah dusun di wilayah Atambua, Nusa Tenggara Timur, selama bulan November 2015, saat pengambilan gambar lalu.

"Aku nongkrong di pasar. Kenalan sama warga sana. Terus di motel aku ngobrol sama orang-orang yang tinggal di sana. Ngobrol sama ketua dusun, sama warga dusun sana," ujarnya.

Bella mendatangi setiap titik lokasi shooting di daerah perbatasan tersebut beberapa hari sebelum pengambilan gambar dimulai. Selama lima hari, Bella menetap di sana untuk mengenal medan dan juga kehidupan masyarakat Atambua.

"Aku hampir tiap pagi aku jogging muterin daerah Atambua. Sebelum shooting sempat dua kali main ke set lokasi shooting-nya langsung," ujarnya.

Dalam film ini, Aisya, seorang gadis muslimah berkeinginan untuk menjadi seorang guru dan ketika kesempatan itu datang, ia harus bertugas di daerah terpencil Atambua, Nusa Tenggara Timur. Aisyah pun meninggalkan kampung halamannya di daerah Parahyangan yang dingin penuh dengan pohon menuju Atambua yang kering dan panas.

Aisya harus beradaptasi dengan alam yang ganas dan lingkungan sosial yang mayoritas Katolik. Ini membuat Aisyah mengalami kesulitan hingga meletus konflik batin dan konflik berantai selama bertugas. Namun Aisyah tetap bersikeras dan bertekad untuk terus mengajar serta memperbaiki kualitas pendidikan di daerah tersebut.

Tidak pandang beda agama dan latar belakang budaya, Aisya akhirnya berhasil menundukkan alam dan lingkungan, hingga bertemulah pada satu titik ‘Biarkan Kami Bersauda’ meski berbeda-beda.

Film ini tidak hanya mengajarkan bagaimana hidup dalam toleransi yang penuh ketegangan, tetapi juga menyajikan latar sosial NTT yang masih demikian perlu sentuhan di berbagai bidang. Banyak jarak tersebut justru mendekatkan kita sebagai saudara se-NKRI. Aisya berhasil menghadirkan protret sisi itu di film ini. (mm)

 

Director: Herwin Novianto

Writers: -

Stars: Laudya Cintya Bella, Ge Pamungkas, Arie Kriting, Lydia Kandou, Surya Sahetapy, Dionisius Rivaldo Moruk, Agung Isya Almasie Benu

 Trailer:

https://www.youtube.com/watch?v=zwYynjqn_48

Informasi dan Sosial Media:

https://www.instagram.com/film_one/

https://twitter.com/Aisyah_BKB

http://aisyahbkb.com/


Back to Top