41st Annual Meeting - IDB Group

Hingga 2020, IDB Komitmen Perbaiki Lingkungan Kumuh dan Jaringan Listrik Indonesia

Jakarta, (gomuslim). Pesan dan misi yang dibawa Islamic Development Bank (IDB) untuk negara-negara anggota dan non anggota (komunitas muslim di negara non-anggota) tahun ini adalah bagaimana mengurangi kemiskinan dan menaikkan taraf hidup melalui pembangunan infrastruktur, membuka peluang kepada kelompok rentan dan miskin terhadap sistem keuangan inklusif Islam. Juga terkait dengan tujuan misi itu, IDB berkepentingan untuk mengenalkan lebih dekat institusi keuangan dunia ini kepada masyarakat pengusaha Indonesia. Alasannya Indonesia masih menjadi negara muslim yang dipandang memiliki potensi besar untuk pengembangan inovasi-inovasi sistem keuangan Islam dan integrasi pasar ekonomi Islam regional.

Apa yang menjadi pokok penyampaian Presiden IDB Dr. Ahmad Muhammad Ali ini direspon oleh Menteri Keuangan RI Bambang Brodjonegoro bahwa IDB memiliki peran positif bagi rencana-rencana pembangunan nasional Indonesia kedepan.

“Tentu, Indonesia memandang IDB itu semakin penting di dalam pembiayaan pembangunan di Indonesia. Saat ini kita bersama IDB sedang menyusun Member Country Partnership Strategy (MCPS) untuk 2016-2020 dan Insya Allah besok malam akan ditandatangani bersama,” kata Menteri Bambang Brodjonegoro.

Menurut Menteri Keuangan RI MCPS 2016-2020 akan difokuskan pada pembiayaan pembangunan infrastruktur fisik dan sosial, lalu pengembangan industri keuangan syariah (Islamic Industries finance) yang inklusif, pengembangan sektor UKM dan Usaha yang berhubungan terhadap integrasi regional (perekonomian Islam kawasan). Juga peningkatan kapasitas sektor pendidikan yang dapat berkontribusi pada pembangunan arsitektur dan sisntem keuangan syariah nasional.

“Beberapa proyek yang perlu menjadi perhatian di dalam MCPS itu antara lain pertama perbaikan lingkungan kawasan kumuh (Slum areas improvement), nilainya sekitar 365 juta dolas AS. Kedua proyek pengembangan 4 universitas dan lembaga pendidikan tinggi Islam, nilainya 176,5 juta dolar AS. Serta ketiga perluasan pengembangan jaringan listrik (transmisi) dengan nilai proyek 337 juta dolar AS,” ujarnya saat konferensi pers di lingkungan Sidang Tahunan ke-41 IDB, Jakarta (16/05/16).

Namun, selain dana IDB masuk ke sektor pendidikan dan infrastruktur, Menteri Keuangan akan melihat program apa saja yang nantinya akan disokong IDB di Indonesia. Saat dikonfirmasikan berapa komitment dana IDB yang akan dikucurkan ke pembangunan nasional Indonesia, Direktur IDB Indonesia menyebutkan dana investasi itu sebesar 5,2 miliar dolar AS. Yang akan tertuang dalam MCPS antara IDB dan Indonesia sebagai negara anggota.

Menteri Bambang P.S. Brodjonegoro menyebutkan MCPS (Member Country Partnership Strategy) ini adalah kesepakatan bersama antara IDB dan Pemerintah Indonesia mengenai pembiayaan proyek-proyek apa saja yang bisa disokong oleh IDB di Indonesia dari tahun 2016 hingga 2020.

Komitment kerjasama pembiayaan pembangunan anatar IDB dan Indonesia ini akan ditandatangai besok malam (17/05/2016), bertepatan dengan pembukaan secara resmi Sidang Tahunan IDB ke-41 oleh Pemerintah Indonesia. Rencananya pembukaan secara resmi akan dilakukan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, dan selaku ketua Dewan Gubernur, Menteri Keuangan RI akan memimpin sidang yang akan diikuti oleh semua gubernur IDB dari 56 negara. (boz)


Back to Top