Setelah Keppres BPIH Turun, Besok Pelunasan Tahap I Dibuka

Jakarta, (gomuslim). Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 21 Tahun 2016 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1437 H/2016 M telah diterbitkan pada Jumat (13/05/2016). Setelah penerbitan Kepres ini, maka masyarakat dapat mempersiapkan biaya pelunasan untuk berangkat haji. Menindaklanjuti hal ini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, memberikan pernyataan bahwa mulai besok Kamis (19/5/2016) pelunasan biaya haji Tahap I akan dimulai. “Pelunasan biaya Haji Tahap I bisa dilakukan pada 19 Mei hingga 10 Juni 2016. Sedang pelunasan Tahap II dimulai pada 20 - 30 Juni 2016,” terang Menag, Selasa (17/05/2016).

Berdasarkan Kepres, rata-rata BPIH untuk tahun ini berkisar di nominal Rp34.641.304,00 atau sekitar USD2.585 dengan asumsi nilai tukar rupiah Rp13.400,00 per Dolar AS. “Jika dibanding dengan tahun kemarin, rata-rata BPIH mengalami penurunan USD132. Tahun kemarin BIPH kita sebesar USD2.717,” ujar Menag.

Menurut Menag pembayaran BPIH tahun ini harus dilakukan dalam mata uang Rupiah, hal ini dilakukan karena sesuai amanat UU Nomor 07 Tahun 2011 tentang Mata Uang dan Peraturan BI Nomor 17/3/PBI/2015 tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah NKRI.

Dalam Kepres tentang BPIH 2016, terjadi perbedaan besaran nominal pada masing-masing daerah, hal ini terjadi karena biaya pada masing-masing embarkasi berbeda, “Kita mempunyai 12 embarkasi yang di setiap embarkasi ada sedikit perbedaan biaya BPIH. Kuota haji kita sama dengan tahun kemarin. Untuk kuota haji reguler tahun ini seluruhnya berjumlah 155.200 jemaah,” kata Menag.

Sumber dana haji yang berasal dari calon jemaah haji disetor kepada Penyelenggara Haji Kementrian Agama melalui bank-bank pemerintah atau swasta yang ditunjuk pemerintah. Kemudian dana haji tersebut dialokasikan untuk pembayaran ongkos penerbangan yang mengangkut jemaah haji. biaya penerbangan merupakan biaya yang paling besar dalam BPIH yang  porsinya sampai 48 persen.

Selain untuk membayar biaya penerbangan, BPIH juga dialokasikan untuk biaya operasional di Arab Saudi yang mencakup  general service, akomodasi di Mekkah dan Madinah, konsumsi dan transportasi. Adapun yang lainnya adalah untuk belanja pegawai atau honorarium petugas, belanja barang, belanja perjalanan, sewa gedung dan pemeliharaan serta biaya hidup bagi jemaah haji selama di Arab Saudi.

Selain biaya-biaya yang telah disebutkan, alokasi dana haji pun dialokasikan untuk menutup biaya operasional pusat, biaya operasional embarkasi, biaya operasional di daerah, airport tax dan biaya jasa administrasi bank.

Maka dengan dikeluarkannya pernyataan Menteri Agama ini, bagi anda yang insya Allah dapat berangkat di tahun ini dan menempuh jalur haji reguler maka persiapkanlah dana untuk pelunasan biaya haji di tahap pertama yang dibuka mulai besok. (fh)


Back to Top