41st Annual Report – IDB Group

Perdamaian dan Pembangunan Infrastruktur, Jadi Amanat IDB Kedepan

Jakarta, (gomuslim). Saat ini sesi pertama sidang dewan gubernur IDB Grup tadi pagi dipimpin oleh Menteri Keuangan RI Bambang Brodjonegoro, dan kini sedang memasuki forum pembahasan tentang Leveraging Innovation for Sustainable Development IsDB Member Countries, di Assembly Hall #2, Jakarta Convention Center, Tanah Abang, Jakarta Pusat (18/05/2016). Dan akan dilanjutkan sidang sesi kedua berikutnya dengan dipimpin oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro selaku ketua Dewan Gubernur.  Sebelumnya sidang tahunan ke-41 Islamic Development Bank (IDB) Group ini dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, kemarin petang (17/05/2016). Selama tiga hari para gubernur dan direktur grup akan bersidang di Jakarta.

Dalam pembukaan secara resmi itu, Wapres JK mengajak IDB berperan dalam memulihkan kawasan-kawasan pasca konflik yang melanda negeri-negeri muslim. Dalam sidang tahunan ini, IDB perlu memikirkan langkah-langkah pemulihan (recovery), rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas-fasilitas umum di negara konflik.

“IDB harus turun tangan agar warga dari negara-negara yang dilanda konflik itu, dapat pulih kembali. Sehingga ke depannya mereka bisa menolong dirinya sendiri, untuk kembali membangun negaranya,” pesan JK.

Langkah ini dipandang perlu oleh JK untuk dilakukan demi menyelamatkan satu garis generasi.

Kaitan dengan pesan JK ini, IDB dalam waktu dekat akan mendirikan Bank Pembangunan Infrastruktur Islam (Islamic Infrastructure Financing) yang rencananya Headquarter –nya akan di buka di Jakarta dan Istanbul. Mengenai gagasan mega islamic bank yang akan mengurus pembiayaan pembangunan infrastruktur ini, Indonesia melalui wakil presidennya menyatakan penting demi mengejar pertumbuhan ekonomi dan pemerataaan. JK bercermin pada langkah Indonesia saat ini yang sedang mamacu pembangunan infrastruktur, yang mana negari ini terdiri dari 17.000an pulau. Pembangunan infrastruktur itu, menurutnya selain menyambungkan antar pulau, juga akan mempercepat distribusi logistik. Yang dengan demikian akan mendorong pemerataan kesejahteraan dan memiliki efek terhadap perbaikan birokrasi, efektifitas dan efisiensi.

Seiring dengan visi pembangunan nasional yang banyak mengarah pada infrastruktur, IDB telah berkomitmen membantu Indonesia terutama dalam pembiayaan infrastruktur. Dari jumlah komitmen dana yang akan dikucurkan, sebesar 871 dolar AS dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur yang tak mungkin dibiayai oleh swasta, dan 337 juta dolar AS untuk membangun jaringan transmisi listrik—sebagaimana diketahui pemerintah telah menetapkan pembangunan pembangkit listrik 35 gigawatt 2016-2024 nanti. (boz)

 

 

 


Back to Top