Indonesia Primadona Baru, Investor Muslim dan IDB Sepakat Kucurkan Dana Infrastruktur Hingga 5 Miliar USD

 

Jakarta, (gomuslim). Lagi-lagi jumlah penduduk Indonesia yang besar dan beragama Islam mayoritas menarik perhatian sejumlah pelaku usaha dari Timur Tengah. Keberadaan Indonesia dianggap akan lebih potensial untuk mengembangkan bisnis berbasis syariah bahkan sudah melampaui Malaysia sebagai kiblat investasi negara-negara Timur Tengah untuk kawasan Asia-Pasific.

Hal ini makin menguat sejak Islamic Development Bank (IDB) membuka kantor cabangnya di Jakarta, akhir 2014 lalu dan selama sepekan terakhir menggelar Sidang Tahunan IDB di Jakarta. Bahkan juga mulai disepakati kucuran dana pembanguan hingga 5 Miliar USD.

"Indonesia sudah lama menarik perhatian investor dari Timur Tengah dan IDB karena potensi penduduk muslim dan peningkatan kesejahteraan  yang harus diberengi peningkatan infrastruktur yang diperlukan. Investasi infrastruktur sudah lama juga dimulai, tetapi setelah ST IDB ini tentu akan lebih ditingkatkan lagi. Ada peluang yang harus dikerjakan,"demikian disampaikan Kunrat Wirasubrata, salah seorang petinggi IDB kepada gomuslim, Kamis siang, (19/05/2016).

Melalui Kementerian terkait, pemerintah Indonesia merespons perkembangan tersebut dengan mendorong Kadin Indonesia dan Kadin negara-negara konferensi Islam (OKI)  untuk lebih aktif dalam Islamic Chamber Commerce International (ICCI) terkait produk halal.

“Semua negara OKI yang berjumlah 57 negara harus tunduk kepada ICCI, karena itu lembaga resmi di bawah OKI. Jadi semua produk ekspor yang masuk ke negara OKI harus mengantongi sertifikat dari ICCI. Terkait sertifikat halal ini, Kadin Indonesia sudah kerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia yang selama ini berkompeten dalam urusan produk halal.

Tidak ketinggalan, Kadin Indonesia bekerja sama dengan IDB Private sector siap membentuk tim untuk membahas program-program yang bisa dibiayai oleh lembaga islam internasional yang berbasis di Jeddah, Arab Saudi tersebut.

Follow up dari Sidang Tahunan IDB ini, kami akan bentuk tim dari Kadin, lalu mereka juga membentuk tim. Lalu kita duduk sama-sama, sejajar dan melihat program kita ke depan,” kata Ketua Komite Tetap Timur Tengan dan Organisasi Konferensi Islam (OKI) Kadin Indonesia Fachry Thaib kepada hajiumrahnews.com, di sela Sidang Tahunan IDB ke-41 di JCC, Rabu (18/5.

IDB sendiri sudah berkomitmen untuk mengucurkan pinjaman  5 miliar Dolar AS guna membiaya program-program pemerintah dan swasta di Indonesia dalam lima tahun ke depan (2016-2020). Tahun pertama, dana yang akan dicairkan IDB  sekitar 1,7 miliar Dolar AS.

Seperti diketahui, selama ini untuk ASEAN IDB berpusat di Malaysia, namun sejak 2014 sudah berdiri kantor IDB di Jakarta, bekerja sama dengan Kadin Indonesia urusan Timur Tengah. Sebelumnya, meski berpusat di Malaysia, IDB sudah banyak merealisasikan kerja sama di tanah air, terutama dalam pembangunan infrastruktur lembaga pendidikan, seperti Universitas Islam Negeri di Ibukota dan daerah-daerah.

 


Back to Top