41st Annual Meeting - IDB Group

Usai Sidang Tahunan, IDB Sepakat Tandatangani Kerjasama Senilai 1,6 Miliar Dolar AS dengan Negara Anggota

Jakarta, (gomuslim). Usai sudah Sidang Tahunan ke-41 The Islamic Development Bank (IsDB) yang diselenggarakan di JCC, Jakarta dari 17-19 Mei  2016. Sebelumnya 41st rapat tahunan para gubernur dan direktur grup IDB ini didahului dengan kegiatan-kegiatan ilmiyah berupa seminar tentang isu keuangan Islam, persoalan sosial, ekonomi dan pendidikan di negara-negara anggota (MCs).

Dalam sidang tahunan kali ini telah dikukuhkan negara anggota baru, Guyana sebagai anggota ke-57. Dengan demikian, seluruh anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) telah menjadi anggota IDB. IDB atau disebut juga IsDB (the Islamic Development Bank) merupakan bank pembangunan multilateral Islam  yang didirikan pada Juli 1975. Sebagai Bank Multilateral, IDB menyediakan pembiayaan syariah dan bantuan teknis pada negara anggotanya.

Sejalan dengan tujuannya membina pembangunan ekonomi dan kemajuan sosial masyarakat muslim, IDB membiayai proyek-proyek dan program di sektor publik dan swasta di negara-negara anggota dengan berinvestasi di bidang ekonomi dan infrastruktur sosial. Semua disepakati dalam bentuk kerja sama dan kemitraan. Hasil kesepatan dari 41st Annual Meeting IDB di jakarta tahun ini ada 14 negara anggota yang menandatangani kesepakatan dengan IDB untuk pembiayaan program dan proyek pembangunan yang memiliki dampak pada pengurangan kemiskinan dan perbaikan taraf hidup. Jumlah dana yang disepakati IDB untuk 14 negara anggota itu senilai 1,6 miliar dolar AS, diantara sejumlah 824 juta dolar AS diberikan kepada Indonesia.

Berikut negara-negara anggota (Member Countries) yang telah menandatangani perjanjian pendanaan pembangunan bersama IDB;

frwegtIndonesia     : nilai pendanaan 824 juta dolar AS untuk program infrastruktur, pendidikan dan pembangkit tenaga listrik.

Gambia         : nilai pendanaan 280 juta dolar AS untuk kesehatan desa, program kerja sama dengan Republik Turki.

Kamerun       : senilai 157 juta dolar AS untuk dua proyek di bidang pembangunan jalan dan transportasi.

Chad             : nilia pendanaan 152 juta doal AS untuk pembangunan jalan dan transportasi.

Gabon           : nilai pendanaan 120 juta dolar AS untuk program layanan kesehatan dasar.

Iran               : senilai 104 juta dolar AS untuk proyek pembangunan jaringan irigasi.

Burkina Faso : senilai 99,5 juta dolar AS untuk program pembangunan jalan dan agrikultur.

Nigeria           : nilai pendanaan 84 juta dolar AS untuk proyek pembangunan pembangkit listrik.

Suriname       : senilai 31 juta dolar AS untuk program pendidikan menengah dan teknik kejuruan.

Maroko          : senilai 7,5 juta dolar AS untuk program edukasi keuangan (finacial literacy) dan kejuruan.

Bangladesh   : senilai 20 juta dolar AS untuk program perumahan bagi keluarga miskin.

Kirgistan       : nilai pendanaan 11,5 juta dolar AS untuk pembiayaan proyek jalan tol.

Palestina       : senilai 6 juta dolar AS untuk mendukung program pendidikan dan rehabilitasi di wilayah perumahan Al Quds dan sekitarnya.

Pakistan        : senilai 600.000 dolar AS sebagai hibah bantuan teknis untuk kajian kemungkinan (feasibility study) proyek pembangkit listrik tenaga air dan solar.

Kesepatan ini ditandatangani Dewan Gubernur (Board of Gubernur the Islamic Development Bank) pada hari Kamis, 19 Mei 2016 di Jakarta.

Sebelumnya, Indonesia dan IDB telah menandatangani kesepakatan dalam kerangka Member Country Partnership Strategy (MCPS) untuk jangka waktu 2016-2020 senilai 5,2 miliar dolar AS (lihat berita: www.gomuslim.co.id/read/news/2016/05/16/407/hingga-2020-idb-komitmen-perbaiki-lingkungan-kumuh-dan-jaringan-listrik-indonesia.html).  MCPS ini memfokuskan pendanaan untuk mendukung pembangunan infrastruktur fisik, pengembangan keuangan iklusif syariah, dan pengembangan usaha serta dukungan terhadap integrasi regional dengan tetap mengacu pada dokumen Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs/Sustainable Development Goals).

Dalam sidang tahunannya di Jakarta ini IDB juga menandatangani sejumlah Nota Kesepemahaman dengan Mesir, United Nation Development Programme (UNDP), KADIN dan Dewan Internasional untuk Promosi dan Pendidikan Bahasa Arab. (boz)


Back to Top