41st Annual Meeting - IDB Group

Mantan Menteri Urusan Haji Saudi Resmi Pimpin IDB

Jakarta, (gomuslim). Presiden IDB Dr Ahmad Muhammad Ali dalam kesempatan di Sidang Tahunan IDB ke-41 menyatakan untuk memasuki masa pensiun setelah memimpin lembaga keuangan dan perbankan multilateral  Islam ini sejak 1975. Ia kelahiran Madina tahun 1938, sehingga kerap memakai gelar al Madani di belakang namanya. Menyusul pengumuman dari Dr. Ali ini, Dewan Gubernur IDB bersepakat menetapkan Dr. Ali sebagai Presiden Emeritus, dan dengan bulat pula memilih Dr. Bandar Hajjar sebagai Presiden baru IDB efektif sejak tanggal 1 Oktober 2016 hingga lima tahun kedepan.

"Dewan Gubernur sudah menetapkan, menyetujui dan menyambut baik datangnya Presiden baru IsDB yaitu Bandar Hajjar, mantan menteri urusan haji Saudi Arabia," kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dalam jumpa pers rangkuman hasil Sidang Tahunan IDB ke 41 di Jakarta, Kamis (19/05/2016).

Bandar Hajjar juga dilahirkan di Madina, tahun 1955 lalu. Ia menjabat sebagai Menteri Urusan Haji Kerajaan Saudi Arabia sejak tahun 2012 – 2016. Ia memiliki latar belakang pendidikan di bidang Ilmu Politik dan Ekonomi dari King Saud University. Gelar masternya di bidang ekonomi di dapat dari Indiana University, AS. Dan gelar doktor di bidang ekonomi diraih di Loughborough University, Ingris. Karir akademisnya sebagai profesor ekonomi di King Saud University, membuatnya diangkat sebagai Deputi Direktur pada Islamic Economics Research Center dan Kepala Islamic Perspective Curriculum Committee. Keanggotaannya selama tiga kali berturut-turut sejak 1997 di Shura Council, dimanfaatkannya untuk jadi anggota komite khusus yang didirikan Shura Council. Termasuk menjadi anggota the National Strategy for Integrity and Anti-Corruption. Karenanya ia pernah terjun di gerkan anti-korupsi dan ikut mendirikan the Anti-Corruption Commission.

Selain itu, dia memilki reputasi sebagai tokoh yang bisa dianggap terbuka. Selama 10 tahun ia pernah menjabat sebagai Editor Kepala sebuah Majalah “Al Amwal”. Lalu pada tahun 2004, Bandar Hajjar mendirikan the National Society for Human Rights dan mengetuainya selama periode 2004-2009. Dia juga pernah menjadi Kepala Dewan Koordinasi untuk pengawasan pemilihan pemerintah kota di Kerjaan Saudi Arabia. Sejumlah komisi dan dewan pernah ia geluti, sebut saja the International Congress on Islamic Economics and Finance (ICISEF), the Global Commission for Introducing the Messenger (Rasulullah – Shallahu ‘alaihi wasallama), the Disable Childern’s Association; dan the Board of Trustees of Charitable Takaful Foundation for Sponsoring Orphans and Needy Students.

Karena itu, dengan latar belakang dan pengalamannya, Presiden Ahmed Muhammad Ali percaya Bandar Hajjar akan mampu memimpin instititusi keuangan global Islam ini ke arah lebih baik.

fg sdmh

Dr. Ali menyatakan, IDB kedepan akan melanjutkan program-program pembangunan yang akan difokuskan pada bidang pembangunan generasi muda dan infrastruktur, serta kerangka strategi pembangunan 10 tahun. Semua program pembangunan ini telah disesuaikan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals). Isu keuangan syariah akan tetap menjadi program utama, IDB telah berkomitmen mempromosikan penerapan keuangan syariah dalam setiap programnya kedepan. Tahun ini IDB memiliki anggota baru ke-57, yaitu Guyana, sehingga seluruh anggota OKI (OIC/ Organization of Islamic Conference) telah menjadi anggota IDB sejak 41st Annual Meeting IsDB Group di Jakarta.  (boz)

 

 

 

 

 


Back to Top