Get Inspiring With Hijab Motion, Gaya Hidup Islami dan Urban Pop-culture Makin Berkelindan

Jakarta, (gomuslim). Perhelatan Hijab motion yang diselenggarakan di FX-Sudirman, Senayan, Jakarta dari 21-22 Mei 2016 memberikan banyak ilmu dan wawasan bagi muslimah. Serangkaian acara kemarin (21/05/2016) terdiri dari penggalangan kepedulian (charity) dan santunan kepada anak yatim, waqaf Alquran untuk rumah tahfidz Quran serta pencerahan iman dari seorang figur publik Astri Ivo, yang begitu menggugah, dan  pamer-bincang tentang enterpreneurship bidang bisnis yang terkait dengan gaya hidup islami juga tak kalah menariknya. Juga tak lupa perbincangan bisnis halal yang merembet ke perbincangan produk-produk halal yang mulai digemari masyarakat tertuang dalam sesi pamer-bincang dan soft launching DT Travelindo.

Untuk Ahad (22/05/2016) masih ada pamer-bincang tentang entrepreneurship yang akan disampaikan oleh TD Travelindo, sebelumnya akan ada pengumungan tentang Grand final penjurian lomba desain busana muslimah. Lalu akan dilanjutkan dengan peragaan busana (fashion show)untuk menyambut bulan Ramadhan.  Peragaan busana kemarin juga diselenggarakan dengan menampilkan koleksi dari Zulkaffah collection, dan Zia Bride. Tasya Nur Medina, sosok figur publik yang memiliki perhatian terhadap trend dan perkembangan hijab, hadir juga di pembukaan acara ini dengan mengenakan busana koleksi Meccanism, butik muslimah yang didirikan bersama Zaskia Mecca, adiknya.

fdsa

Hijab motion ini merupakan event yang mengatraksi kaum hawa untuk menapak jalan syar’i dalam berbusana. Meski dibumbui dengan gaya-gaya fashionable termasa kini, sisi kesesuaian dengan syariah tetapi menjadi hal yang utama. Tapi yang utama, menurut Astri Ivo, jadi muslimah yang fashionable itu ialah tahu posisi, pandai menempatkan diri dan membawa manfaat bagi masyarkat.

“Jadi muslimah itu jangan salah positioning, kalau keluar rumah tampil cantik. Tapi pas di rumah tampil kayak pembantu,” katanya. 

Di zaman yang serba bersolek ini, menurut Ivo lagi, jadi muslimah itu harus tampil lebih, tidak sekedar cantik di permukaan. Tapi ia harus memberikan karya positif, meski kecil dari ruang domestiknya.  Dengan mengacu pada QS;40: ayat 7-8, Ivo menganjurkan perempuan untuk jadi muslimah yang gaul. Tapi gaul yang bagaimana? Begini katanya;

“Perempuan itu harus jadi muslimah yang gaul, yang namanya disebut-sebut penduduk langit. Jadi gaul itu tidak hanya dikenal oleh penduduk bumi, tapi juga dikenal penduduk langit, lewat karya-karya dan amal-amalnya. Bukan semata karena kecantikan dan hartanya, karena Allah tidak melihat cantik dan harta tapi Allah melihat hati dan amalnya,” ujarnya.  

Kehadiran Astri Ivo ini cukup membuat hidup suasana event ini dengan gaya interaksinya yang cekatan menyampaikan pesan-pesan keluhuran nilai-nilai ajaran Islam bagi perempuan. Dengan kecantikan dan keindahan yang jadi anugerah perempuan, menurutnya, harus disyukuri. Ia menyarankan jadi muslimah ibu rumah tangga di zaman ini harus pandai-pandai menghadapi setiap ujian, fitnah. Apalagi bila menghinggapi kehidupan rumah tangga. Ia harus pintar dan menguasai bidang-bidang pengetahuan yang sekarang ini baru. Mulai dari urusan domestik hingga publik. Tapi jangan lupa terus bersyukur, apapun yang datang adalah anugrah, mau susah dan senang semuanya adalah ujian. Demikian pesannya kepada para hijaber yang antusias menyimak topik “Muslim Masa Kini” yang ia bawakan.

“Bersyukur itu bagi muslimah, ya menjaga dan merawat tubuh dan kecantikannya sebagai anugrah dan menjaganya untuk tidak tabarruj, dan semata han

ya untuk ketaatan bukan bermaksiat. Jika ia telah bersuami, kecantikannya hanya untuk suaminya,” katanya.

Memang kecantikan atau keindahan pada diri perempuan itu satu sisi adalah anugrah tapi juga bisa jadi musibah. Musibah itu bisa terjadi segera saat di dunia atau kelak saat di akhirat kelak. Kerena itu Islam mendidik perempuan untuk mengenali dua aspek positif dan negatif dalam diri mereka, untuk dikelola dengan baik sesuai sunnatullah sehingga hal yang semula negatif kembali jadi positif.

Biasanya orang pamer keindahan tubuhnya, buka aurat, ia punya kecenderungan pada pemujaan materi, kebanggaan pemujaan kepada tubuh hingga ia terhijab dari memahami hakikat penciptaannya dan potensi terpendam.

“Cantik itu bukan hanya dilihat saja, tetapi yang memberikan energi positif, ceria, tidak mudah putus asa. Karena muslimah mukmin itu tak akan mudah putus asa, ia akan selalu punya jalan keluar dalam menghadapi masalah,” ujar Astri Ivo.

Ivo berpesan, hidup ini ujian, maka banyaklah belajar dan amalkan apa yang telah dipahami dair Al Quran, biar bisa menjawab setiap ujian.

 


Back to Top