Wisuda Akbar VII DQ

Serentak, Wisuda 45.000 Penghafal Alquran di 20 Provinsi dan Lima Negara

Jakarta, (gomuslim). Salah satu kewajiban umat Islam terhadap Alquran selain membaca dan mengamalkannya adalah menghafalnya. Menghafal Alquran adalah sebuah keniscayaan bagi umat Islam. Sebab Alquran  merupakan kitab yang menjadi pedoman bagi kehidupan umat Islam. Semua permasalahan hidup dan tata cara mengatasinya sudah Allah SWT turunkan dalam Alquran. 

Sebuah  laporan menunjukkan jumlah penghafal Alquran di Indonesia sebanyak 30 ribu orang. Angka ini memang banyak jika dibandingkan dengan penghafal Alquran di Negara lain. Namun, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang sebesar 254 juta jiwa, angka ini masih sangat kecil. Sedikitnya penghafal Alquran di Indonesia terjadi karena beberapa sebab diantaranya stigma dibanyak orang bahwa menghafal Alquran itu susah selain juga masih sedikitnya pergurua atau pesantren yang khusus dalam bidang tahfidz Qur’an. 

Untuk itu Pondok Pesantren Penghafal Alquran (PPPA)  Daarul Qur’an sejak awal keberadaannya menjadikan terwujudnya Indonesia sebagai negara penghafal Alquran.  Lewat gerakan One Day One Ayat, PPPA Daarul Qur’an ingin memberikan kesadaran bahwa menghafal Alquran  itu tidak susah dan mudah. Siapapun bisa dimana dan kapan saja. Jika memang ada niat dan kesungguhan, maka Allah akan dimudahkan mencapainya. Lalu, untuk menambah motivasi dan semangat umat Islam menghafal Alquran PPPA Daarul Qur’an menggelar kegiatan bertajuk Wisuda Akbar Indonesia Menghafal yang tahun ini memasuki gelaran ke-7, sejak 2009 berlangsung pertama kali.  

Puluhan ribu umat Islam dari seluruh penjuru Indonesia akan mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari unsur donatur dan jamaah PPPA Daarul Qur’an, Santri rumah tahfidz, majelis taklim dan masyarakat umum akan hadir pada acara yang akan berlangsung di Masjid Istiqlal, Minggu (29/052016). Tahun ini, Surah Al-Hasyr, Surah Al-Jumuah dan Surah Al-Munafiqun menjadi syarat yang harus dihafal oleh peserta yang ingin mengikuti Wisuda Akbar Indonesia Menghafal 7. Selain disaksikan langsung oleh Ustadz Yusuf Mansur acara ini juga akan dihadiri oleh sejumlah Tokoh Ulama, seperti tahun-tahun sebelumnya yang akan disirami taushiyah oleh narasumber regional, Nasional maupun Internasional oleh Syeikh Ali Jaber, K.H. Ahmad Kosasih, dan lainnya.

Pada tahun pertama hingga kelima, Wisuda Akbar diselenggarakan secara terpusat di Taman Mini Indonesia Indah, kemudian di Gelora Bung Karno. Mulai tahun keenam, Wisuda Akbar digelar di sejumlah kota beberapa provinsi, yakni Jakarta, Yogyakarta, Kediri, Palembang, dan Makassar. Seiring meledaknya antusias publik mengikuti gelaran ini, maka Wisuda Akbar 7 akan dihajatkan secara lebih kedaerahan.

Ketua Panitia Wisuda Akbar 7 Ustadz M Sholehuddin mengungkapkan Wisuda Akbar tahun ini serentak terselenggara di 20 Provinsi dan 2 Kota. ‘’Lokasi penyelenggaraan WA 7 diatur oleh simpul-simpul koordinasi Rumah Tahfiz se-Indonesia,’’ katanya.

Direktur Eksekutif PPPA Daarul Qur'an, Darmawan Eko Setiadi mengatakan, selain di Indonesia, Wisuda Akbar 7 dalam bentuk lebih sederhana juga digelar di Singapura, Hongkong, Jepang, Amerika dan Gaza, Palestina.

“Insya Allah, Masjid Istiqal Jakarta Pusat menjadi lokasi perhelatan bagi para peserta dari Jabodetabek. Sedang Masjid Al Muttaqin Gedung Sate Bandung untuk peserta dari Jawa Barat, dan Masjid Kampus UGM untuk peserta dari Yogyakarta,” jelas Darmawan.

Untuk itu, kantor-kantor cabang PPPA Daarul Qur'an serta simpul-simpul Rumah Tahfiz sudah intensif melakukan sosialisasi dan komunikasi ke berbagai kalangan masyarakat, komunitas, masjid, majelis taklim, sekolah, korporat, hingga pemerintah daerah setempat. Wisuda Akbar 7 ini akan diikuti sekitar 45.000 orang.

Informasi lebih lanjut terkait acara dan pendaftara Wisuda Akbar 7 PPPA Daarul Qur’an bisa dilihat di website www.wisudaakbar.com. (fau/pppadaqu)

 

 

 


Back to Top