Pemenang Tender Maskapai Haji 2016 Telah Ditetapkan

Jakarta, (gomuslim). Transportasi udara merupakan faktor penting dalam pemberangkatan jemaah haji, karena moda transportasi  ini merupakan transportasi yang efisien dari segi waktu yang dihabiskan dalam perjalanan menuju Arab Saudi. Bagi perusahaan yang bergerak dalam bidang transportasi, mengangkut ratusan ribu jemaah haji adalah suatu pendapatan yang besar dalam semusim.

Karena dinilai sebagai pendapatan besar, maka pada umumnya berbagai perusahaan penerbangan menginginkan untuk dapat berpartisipasi menerbangkan jemaah sampai ke Tanah Suci. Namun persoalan yang selalu dipertimbangkan oleh pemerintah tidak hanya pada kemampuan maskapai, namun ada kriteria tertentu yang tidak semua perusahaan penerbangan memenuhi kriteria tersebut.

Hal ini ditetapkan karena mengingat banyaknya jemaah haji yang berangkat, maka faktor keselamatan adalah hal utama yang sangat diperhatikan selain kenyamanan dalam pesawat. Maka dari itulah pihak pemerintah khususnya Kementrian Agama RI selalu membuka tender bagi perusahaan penerbangan guna memberangkatkan jemaah haji setiap tahunnya.

Tender yang diselenggarakan menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin adalah tender yang sifatnya terbuka, sehingga pada dasarnya dapat diikuti oleh semua perusahaan transportasi udara. "Kami selalu setiap tahun melakukan tender, tahun lalu Air Asia dan Lion Air pernah mengikuti tender tetapi pada tahapan terakhir tak ada kelanjutannya," ujar Menteri Agama Selasa (16/2/2016)

Menurut Menag, persoalan pemberangkatan haji sangat kompleks karena besarnya jumlah jemaah haji yang diberangkatkan. Menindaklanjuti hal itu, Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kementrian Agama Abdul Djamil menjelaskan bahwa pemenang tender haji tahun ini khusus untuk penerbangan adalah Garuda Indonesia dan Saudi Airlines, "Sudah ada dua penerbangan yang memenuhi syarat, kami juga telah menyepakati harga, rencananya kami akan menandatangani MoU awal Juni," jelasnya pada Senin, (23/5/2016).

Selain kelayakan pesawat terbang, harga juga menjadi suatu pokok pertimbangan. Meskipun banyak pesawat asing dan masuk ke dalam kategori layak namun harga yang ditawarkan jauh lebih mahal.  Mahalnya biaya pesawat asing karena mereka memiliki peraturan untuk transit di negaranya, hal ini dapat membuat biaya haji menjadi lebih mahal sebab jemaah akan mengeluarkan biaya lainnya yang tak terduga selama menunggu di bandara tempat transit.

Dari tahun ke tahun, Garuda Indonesia dan Saudi Airlines selalu menjadi pemenang dalam tender haji. Meskipun demikian Menag menjelaskan bahwa pemilihan maskapai ditinjau dari beberapa aspek, perusahaan yang dinilai layak maka dapat dinyatakan sebagai pemenangnya. padahal tahun lalu ada sembilan maskapai yang lolos mengajukan penawaran yakni Garuda Indonesia, Lion air, Air Asia, Sky Aviation, Sriwijaya Air, Avia Star, Trigana, Batik Air, Citylink dan Saudi Airlines.

Namun pada tahun 2015 dari sembilan perusahaan tersebut hanya  dua yang diterima yaitu Garuda Indonesia dan Saudi Airlines sama halnya seperti tahun ini. Kedua maskapai ini adalah petarung handal dalam tender khusus di bidang pemberangkatan jemaah haji setiap tahunnya. Namun hal terpenting  dari semua itu adalah kelancaran pemberangkatan jemaah haji  serta keselamatan mereka selama dalam perjalanan menuju Tanah Suci dapat terwujud. (fh)


Back to Top