Pertamina Rencanakan Bangun Rumah Sakit Untuk Jemaah Haji Indonesia di Saudi

Jakarta, (gomuslim). PT. Pertamina (Persero) lewat anak perusahaannya PT. Pertamina Bina Medika (Pertamedika) rencananya akan membangun rumah sakit yang dapat menampung pasien jemaah haji asal Indonesia di Arab Saudi.

Berdasarkan data Kementrian Agama RI, kuota jemaah haji asal Indonesia yang datang ke Saudi dalam dua tahun terakhir mencapai 168,800.  Jumlah yang banyak ini, dipandang oleh Direktur Utama Pertamina Dwi Sotjipto sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. “Kami mau mencari pasar karena banyak penduduk Indonesia ke sana setiap tahunnya. Kami mau cari peluang, kalu misalkan jasa rumah sakit di sana kurang bisa menangani pasien asal Indonesia kami bersedia mau masuk, bagi kami yang penting adalah market-nya,” ujar Dwi pada Senin (23/5/2016)

Untuk dapat mewujudkan harapan Pertamina tersebut, tentunya harus mempersiapkan dana investasi yang tidak sedikit. Terkait hal ini, Dwi belum berkomentar mengenai besaran nominal yang akan diinvestasikan untuk membuka rumah sakit bagi jemaah haji dan TKI yang berada di Saudi. Ia hanya menyatakan bahwa pihak Pertamina sedang mempersiapkan segala perhitungan biaya untuk mewujudkan itu semua.

Pada dasarnya core business pertamina  adalah perminyakan, namun sejak 1967 pertamina mendirikan rumah sakit atas gagasan Dr. Ibnu Soetowo yang saat itu menjabat sebagai Direktur Utama Pertamina. Kemudian pada 1972 rumah sakit ini diresmikan oleh Presiden RI ke-2 Suharto. Ternyata sektor bisnis rumah sakit yang dijalankan oleh Pertamina merupakan salah satu penyumbang pendapatan Pertamina yang hampir mencapai 15 persen dari total laba yang didapat oleh perusahaan minyak ini.

Karena prospek bisnis rumah sakit dinilai menjanjikan, maka Menteri ESDM Sudirman Said pun turut menyikapi rencana pertamina ini, “Bahkan rencananya Menteri Kesehatan Indonesia akan signing nota kesepahaman dengan Menteri Kesehatan di sana (Arab Saudi). Karena selain rumah sakit, ternyata kami juga diberi kesempatan untuk masuk ke bisnis farmasi juga,” tandasnya.

Rencana Pertamina dalam membangun rumah sakit di Saudi dinilai layak oleh beberapa pihak karena setiap tahunnya rumah sakit ini menambahkan pendapatkan Pertamina tidak kurang dari US$ 70 juta.  Namun jika ini semua dapat terwujud, maka semoga aspek kemanusiaan lebih diutamakan dari sekadar usaha. (fh)


Back to Top