Seleksi Makin Ketat, Hari Ini 386 Kandidat Berebut Tiket Petugas Haji Nonkloter

Jakarta, (gomuslim). Terkait persiapan haji 2016, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kementerian Agama (Kemenag) melakukan seleksi petugas haji nonkloter di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Selasa pagi ini (24/05/2016).

Tes seleksi calon petugas nonkloter yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi ini 386 peserta, terdiri dari unsur Eselon I Kemenag Pusat, TNI, Polri, instansi terkait, dan unsur jurnalis yang nantinya akan tergabung dalam Media Center Haji.

“Rincian peserta tes petugas haji nonkloter hari ini adalah sebagai berikut, dari unsur Inspektorat Jenderal Kemenag (26), Balitbang Diklat Kemenag (23), Ditjen Pendidikan Islam (24), Ditjen Bimas Islam (26), Setjen Kemenag (27), TNI (100), Polri (46), MCH (88), dan instansi terkait (24). Petugas nonkloter ini akan disebut di daerah kerja Jeddah, Madinah dan Mekkah,”jelas Ketua  Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) H Sam Nasir, MM kepada gomuslim. Pagi ini, Ketua KPHI yang juga Sekjen PP IPHI itu menjadi salah satu pihak yang diberi wewenang untuk mengawasi proses seleksi.

Pelaksanaan seleksi dibuka oleh Mewakili Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah yang diwakili oleh Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Muhajirin Yanis. Dalam sambutannya, Yanis mengatakan bahwa tes seleksi dilakukan dalam rangka memperoleh petugas haji yang memiliki kompetensi dan integritas yang baik. Untuk itu, proses seleksi dilakukan berdasarkan pada perencanaan yang matang, analisis kebutuhan formasi yang tepat, dan penyaringan yang selektif.

“Tes yang berlangsung hari ini berupa tes kompetensi dan wawancara.  Dari 386 peserta yang terdaftar, akan memperebutkan peluang untuk mendapatkan 146 tiket sebagai petugas haji,” jelas Muhajirin Yanis. Kuota yang ada nantinya akan terbagi dalam beberapa pos layanan, antara lain: layanan umum, layanan ibadah, perlindungan jamaah, administrasi umum, Sistem Informasi Haji Terpadu (Siskohat), termasuk para jurnalis yang akan tergabung dalam tim Media Center Haji (MCH).

Sementara itu, khusus tim kesehatan, Muhajirin mengatakan bahwa tim tersebut direkrut  oleh Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan. Meski demikian, proses pembekalan petugas nonkloter yang lolos seleksi, akan dilakukan secara terpadu antara petugas dari Kemenag dengan Kemenkes.

Muhajirin memastikan bahwa seluruh calon peserta mendapat kesempatan yang sama untuk menjadi petugas haji melalui persaiangan yang sehat dan bertanggung jawab. Muhajirin juga mengajak para pihak untuk sportif, konsekuen dan mengutamakan profesionalitas. “Untuk memastikan proses seleksi berjalan secara transparan dan akuntable, proses seleksi ini diawasi secara langsung oleh Itjen Kemenag dan Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI),” jelasnya.

Sebelumnya, Kasubdit Pembinaan Petugas Haji Khoirizi dalam laporannya mengatakan bahwa seleski petugas haji merupakan kegiatan tahunan dalam rangka menjaring petugas yang professional, berkompeten, dan berkepribadian sesuai amanat undang-undang tentang penyelenggaraan haji dan umrah. Dari seleksi ini, diharapkan diperoleh calon petugas haji yang dapat memberikan pelayanan terbaik  kepada dan selama jamaah haji Indonesia menjalankan ibadah haji di Saudi. 

Sebelumnya, Ditjen PHU telah melaksanakan seleksi petugas kloter haji pada 12 Mei 2016. Seleksi para petugas yang akan  menyertai jemaah (kloter) ini dilakukan di seluruh Indonesia secara serentak.

Menurut Khoirizi, seleksi petugas kloter itu diikuti lebih dari 2.000 peserta hasil seleksi di tingkat Kabupaten dan Kota. Mereka  terdiri dari unsur Kemenag Kabupaten/Kota, unsur masyarakat, pondok pesantren, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, dan instansi terkait. Berbagai persiapan haji 2016 ini dilaksanakan setelah DPR dan Kemenag sepakat soal BPIH dan telah ditetapkan melalui Keppres Nomor 21 Tahun 2016 tentang BPIH 2016.  (mm)


Back to Top