Babak Baru Industri Perbankan Syariah, Kadin Indonesia dan Qatar Saling Jajaki

Doha, (gomuslim). Kerjasama ekonomi syariah  antara Indonesia dan Qatar memasuki babak baru setelah pertemuan antara Komite Tetap Hubungan dengan Lembaga Swasta (KTHLS) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang dipimpin Ikang Fauzi dengan Dubes RI untuk Qatar Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi, akhir pekan ini.

Selain ada Sidang Tahunan IDB di Jakarta yang menghasilkan sejumlah kesepakatan kerja sama ekonomi syariah, pada saat bersamaan Kadin Indonesia dan Kadin Qatar juga dalam usaha mewujudkan kerja sama di bidang perbankan syariah antar kedua negara. Total modal  satu Bank Syariah di Qatar sama dengan yang dimiliki modal 15 bank syariah di Indonesia, jadi kerja sama ini ke depan akan sangat membantu.

Ini merupakan rangkaian tindak lanjut pertemuan Dubes Sidehabi dengan Ketua Kadin Rosan P. Roeslani di Jakarta pada 3 Mei 2016. Ini pertemuan lanjutan. Kadin merencanakan berkunjung lagi ke Qatar September 2016 guna membahas MoU Pembentukan Dewan Bisnis (Business Council) RI-Qatar dengan Kadin Qatar. "MoU tersebut akan menjadi payung yang menjembatani komunikasi antara kamar dagang dan pelaku usaha kedua negara,”jelas Ikang Fauzi. Mantan rocker era 1980-an itu didampingi Pengurus organisasi Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam ( IAEI) Dr. Marissa Haque, MBA dan pejabat Kadin lainnya.

Kepada gomuslim dijelaskan, kedua pihak selama ini sudah melakukan kerja sama bisnis antar kedua negara, antar pengusaha namun skalanya akan diperluas dan diperbesar. Diharapkan peran dan kontribusi Kadin dalam meningkatkan kerjasama antara pelaku usaha RI-Qatar juga meningkat.

Kunjungan delegasi Kadin pada akhir Mei 2016 ini juga terkait dengan kunjungan  Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) pada akhir April 2016 guna membahas kerjasama perbankan syariah RI-Qatar sekaligus mempersiapkan tenaga perbankan syariah untuk memasok kebutuhan tenaga kerja trampil di Qatar. Kunjungan 22 Delegasi LPPI terdiri dari berbagai pemimpin cabang Perbankan Syariah Daerah yaitu Sumut, Aceh, DKI, Jatim, Jateng, Kalsel dan BRI Syariah.

Sementara itu, Pelaksana Fungsi Kerja Sama KBRI Boy Dharmawan menjelaskan, MoU akan memudahkan upaya pelaku usaha untuk memanfaatkan kebijakan “look east policy” Qatar yang memfokuskan pada negara Asia, termasuk Indonesia.

“Kebijakan tersebut merupakan upaya diversifikasi ekonomi guna mengurangi ketergantungan terhadap produk migas yang menjadi sumber utama devisa Qatar’, katanya.

Diutarakan pula harapannya MoU tersebut dapat ditandatangani pada saat kunjungan kehormatan Emir Qatar, H.H. Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani ke Jakarta dalam waktu dekat. Kunjungan tersebut akan menjadi momentum bagi peringatan hubungan diplomatik RI-Qatar ke-40 pada tahun 2016 ini.

Dalam pertemuan delegasi Kadin dengan Qatar Foundation yang diwakili Profesor Nana Sofyan, disepakati kerjasama riset tandem ekonomi syariah, “best practices” sistem riba pada perbankan syariah dan potensi kerjasama bank syariah RI-Qatar.

Nana  yang juga diaspora Indonesia di Qatar, menyampaikan perkembangan perbankan syariah Qatar didukung finansial yang masif, yang merambah manca negara termasuk Asia seperti Malaysia.

Dalam pertemuan dengan Qatar Islamic Bank (QIB), Qatar Internasional Islamic Bank (QIIB) dan Masraf Al-Rayyan Bank, Khalefa Saif al-Mesalam  (Head of Human Capital Group) dan Dinos Constantinides (Chief Strategy Officer), dibahas perkembangan QIB dan ekspansinya yang  merambah pasar luar negeri. QIB memiliki cabang di Inggris, Sudan, Malaysia dan merupakan bank kelima terbesar di Qatar serta termasuk sepuluh bank Islam terbesar di dunia. Indonesia berpotensi mengembangkan potensi pasar perbankan syariah seperti ini.

Disampaikan, modal QIB saja mencapai Rp400 trilyun atau setara dengan modal seluruh perbankan syariah di Indonesia. Menurut Marissa, pesatnya ekspansi perbankan syariah di Qatar menjadikannya sebagai rujukan bagi perkembangan bank syariah di Indonesia.

Dubes Sidehabi, yang juga mantan pertama pilot F-16 itu mengharapkan sinergi antara KBRI Doha dan Kadin dalam penetrasi pasar. Diutarakan pula kiat-kiat guna merambah peluang usaha serta upaya menarik investasi Qatar. “Diperlukan langkah kongkrit dan quick win agar potensi ekonomi dapat dimaksimalkan”, katanya.

Pertemuan pasca Sidang Tahunan IDB di Jakarta (15-19 Mei 2016) ini menambah geliat dunia usaha syariah di tanah air akan semakin ramai dengan pelaku-pelaku yang kuat berpengalaman.

Sepeti diketahui, sejak beberapa tahun terakhir Qatar mengalihkan perhatian investasinya ke arah timur. Ada kebijakan “look east policy” Qatar yang memfokuskan investasi pada negara-negara Asia, terutama Indonesia. (mm)


Back to Top