Belajar dari Tragedi Mina dan Jatuhnya Crane di Masjidil Haram, Jemaah Dibekali Manajemen Krisis

Jakarta, (gomuslim). Peristiwa naas jatuhnya crane pada (11/9/2016) di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, sedikitnya telah menewaskan 111 orang dan melukai 394 lainnya. Tak lama setelah peristiwa menyedihkan itu terjadi, tragedi memilukan menimpa jemaah haji di Mina pada (25/9/2016) peristiwa berdesak-desakkan ini sedikitnya menimbulkan korban 770 orang meninggal dunia dan lebih dari 850 terluka, sebagian di antaranya mengalami luka yang serius.

Belajar dari peristiwa di tahun lalu, Kemenag menggagas program pembekalan kepada jemaah haji mengenai pengetahuan manajemen krisis jika terjadi insiden yang tidak diharapkan, seperti pada musim haji tahun lalu. "Nanti jemaah akan dibekali mengenai materi itu, termasuk para Panitia Penyelengaraan Ibadah Haji (PPIH)," tandas Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Muhajirin Yanis di sela-sela acara seleksi petugas haji nonkloter di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (24/5/2016).

Materi pembekalan jemaah haji yang akan diberikan adalah berupa langkah antisipasi saat terjadi insiden. Selain dari pada itu materi yang akan diberikan pun berisi kiat-kiat agar tetap sehat ketika menjalani ibadah haji. Sebagaimana yang telah diprediksi bahwa cuaca panas yang ekstrim akan dialami oleh jemaah pada musim haji tahun ini.

Diperkirakan suhu di Mekkah pada musim haji nanti mencapai lebih dari 40 derajat celsius. Dengan suhu udara yang panas tersebut, maka dikhawatirkan dapat mempengaruhi kesehatan jemaah haji. Oleh sebab itu, untuk menyikapinya maka perlu diberikan pembekalan kepada para jemaah agar dapat menjaga kesehatan masing-masing.  

Untuk menjaga keselamatan dan membimbing jemaah haji, maka Kemenag melakukan penggeseran komposisi petugas haji. Meskipun tidak ada penambahan kuota petugas, namun petugas yang fokus pada perlindungan jemaah untuk tahun ini akan diperbanyak jumlahnya. "Tahun ini tidak ada penambahan kuota petugas haji non kloter. Hanya saja ada pergeseran komposisi. Berkaca pada peristiwa crane dan Mina tahun lalu, ada penambahan jumlah petugas haji di bagian perlindungan jamaah ini," kata Muhajirin.

Jumlah PPIH pada tahun ini sebanyak 146 petugas yang berasal dari berbagai latar belakang. Namun untuk petugas khusus di bidang perlindungan jemaah diambil dari anggota dari TNI/Polri yang dinilai memiliki kemampuan untuk memobilisasi jamaah dengan baik.

Petugas PPIH memiliki amanah yang besar untuk melaksanakan tugasnya dalam pelaksanaan haji di Tanah Suci. Tidak hanya memberikan informasi kepada jemaah saat berada di Mekkah, namun petugas pun memiliki tanggung jawab untuk memberikan perlindungan serta melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah Arab Saudi demi kemaslahatan jemaah haji di sana.

Saat musim haji, PPIH disebar ke berbagai tempat seperti Jeddah, Mekkah, Madinah dan lainnya. Setiap wilayah memiliki tugas yang berbeda sesuai dengan situasi dan kegiatan ibadah yang dilaksanakan. Semoga para petugas dari PPIH dalam menjalankan tugasnya dengan baik serta penuh tanggung jawab dan dimudahkan segala urusan pelaksanaan ibadah haji di tahun ini. (fh) 


Back to Top