Garuda Indonesia Tandatangani MoU Pengangkutan Jemaah Haji 2016

Jakarta (gomuslim). Pemenang tender maskapai pengangkut jemaah haji telah ditetapkan menjadi dua perusahaan besar, Garuda Indonesia dan Saudi Airlines. Direktur Jendral Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil, pada Senin (23/5/2016) menjelaskan bahwa penandatanganan MoU akan dilakukan pada awal bulan Juni. Namun hari ini tepatnya Selasa (24/5/2016) Direktur Utama PT. Garuda Indonesia Arif Wibowo mendatangi kantor Kemenag di Jalan Lapangan Banteng 3-4 Jakarta guna menandatangani nota kesepakatan antara Garuda Indonesia dan Kemenag dalam rangka penyelenggaraan ibadah haji khususnya dalam bidang transportasi udara.

Garuda Indonesia telah ditetapkan sebagai salah satu pemenang dalam tender pengangkutan jemaah haji tahun 2016. Proses seleksi telah dilakukan pada bulan Februari 2016 dan berdasarkan keterangan dari Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, terdapat 10 maskapai yang mengikuti tender yaitu, Garuda Indonesia, Lion air, Air Asia, Sky Aviation, Sriwijaya Air, Avia Star, Trigana, Batik Air, Citylink dan Saudi Airlines. Namun dari 10 peserta mengerucut menjadi 2, karena pada proses seleksi ini, hanya dua maskapai yang layak dipilih berdasarkan pertibangan dokumen yang diserahkan kepada Kemenag serta beberapa pertimbangan lainnya. Hasil seleksi ini ditetapkan dalam Keputusan Menteri Agama RI No. 195/2016 pada tanggal 2 Mei 2016.

Selanjutnya pada musim haji tahun ini Garuda Indonesia akan mengangkut jemaah haji asal Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Solo, Balikpapan, Makassar dan Lombok. Sedangkan Saudi Airlines akan mengangkut jemaah haji asal embarkasi Batam, Palembang, Jakarta, Banjarmasin dan Surabaya.

Terkait dengan penetapan maskapai yang dinilai layak oleh Kemenag, Sektretaris Jendral Kemenag Nur Syam  menjelaskan bahwa dari hasil survei kepuasan haji tahun lalu oleh Badan Pusat Statistik (BPS), layanan transportasi udara haji dinilai sangat baik oleh jamaah, hanya yang jadi catatan, layanan transportasi lokal di Arab Saudi masih membutuhkan perhatian. “Saat ini upaya peningkatan kualitas transportasi di Arab Saudi terus ditingkatkan, salah satunya dengan bus-bus yang baru dan upgrade juga peningkatan kualitas makanan jamaah dengan taste Indonesia,” terang Sekjen.

Penandatanganan MoU yang dilakukan oleh Dirut PT. Garuda Indonesia di saksikan oleh Nur Syam dan ia berpendapat bahwa transportasi haji memiliki peran vital. “Ini (penandatanganan perjanjian) menjadi momentum penting, setelah penentuan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) beberapa waktu lalu, karena ini (BPIH) menjadi dasar penentuan penyelenggaraan haji selanjutnya. Untuk itu, upaya yang dilakukan Ditjen OHU patut kita apresiasi,” ujar Sekjen.

Nur Syam mencatat bahwa terdapat 3 hal penting dalam perjanjian ini yakni, pertama, kewajiban Garuda Indonesia bekerjasama dengan Kemenag dalam mengantarkan jemaah haji dan prinsip kerjasama ini berdasarkan tolong-menolong atas dasar kebaikan dan ketakwaan. Kedua, harus saling menguntungkan tidak merugikan salah satu pihak dan yang ketiga harus memberikan pelayanan yang terbaik. “PT Garuda memiliki tugas mengantarkan jemaah haji, dan Kemenag memberikan kewajibannya kepada pihak Garuda Indonesia sesuai ketentuan. Kerja sama ini prinsipnya adalah prinsip ta’awanu alal biiri wat taqwa, atau saling membantu untuk kebaikan dan taqwa,” ujar Nur Syam.

Pemberangkatan jemaah haji tahun ini akan dibagi ke dalam 2 gelombang. Gelombang pertama akan dilaksanakan pada tanggal 9-22 Agustus 2016 menuju Madinah. Kemudian gelombang kedua dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus-5 September 2016 menuju Jeddah.

Terkait dengan pelayanan PT. Garuda Indonesia sebagai perusahaan penerbangan terbesar di Tanah Air, Sekjen Kemenag berpesan agar awak kabin Garuda dalam hal ini pramugarinya dapat konsisten memberikan layanan terbaik kepada calon jemaah haji dengan prinsip 3 S (Salam, Sapa dan Senyum), mendengar ucapan Sekjen Kemenag ini, Arif Wibowo hanya menyambutnya dengan senyuman. (fh)


Back to Top