Setelah Tolak Penandatanganan MoU, Akhirnya Iran Lakukan Renegoisasi dengan Saudi

Jakarta, (gomuslim). Hubungan bilateral antara Iran dan Arab Saudi memanas pasca peristiwa pemutusan hubungan diplomatik Arab Saudi dengan Iran setelah dilakukannya eksekusi terhadap tokoh agama Iran di Saudi. Ketidakharmonisan hubungan ini berdampak pada urusan penyelenggaraan ibadah haji bagi jemaah Iran, pasalnya Iran sempat menolak penandatanganan kesepakatan dengan Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji.

Setelah terjadi peristiwa tersebut, media Timur Tengah maupun dalam negeri ramai memuat berita tentang memanasnya hubungan negara teluk ini.  Namun sempat beredar kabar dari Kantor Berita Iran (IRNA), bahwa keputusan Iran masih bersifat tentatif meskipun telah beredar kabar bahwa Iran tidak memberangkatkan jemaah hajinya pada tahun ini.

Menindaklanjuti hal itu, pada Selasa (24/5/2016), Asisten Ketua Organisasi Haji Iran Hamid Muhammadi, menjelaskan bahwa Iran telah mengirimkan delegasinya ke Riyad, Arab Saudi. Salah satu delegasi yang berangkat ke sana adalah Ketua Organisasi Haji Iran Said Uhdi, pengiriman delegasi ini bertujuan untuk melakukan renegoisasi urusan jemaah haji Iran pada musim haji tahun ini. “Sebenarnya waktu perundingan perkara ini (urusan haji) telah lewat, tapi kami terus berusaha keras sampai dapat mencapai maksud yang kami harapkan,” ujar Hamid seperti yang dilansir dari Al Arabiya.

Delegasi yang diutus Iran berjumlah 6 orang dan menurut Said Uhdi, keberangkatan ini bertujuan untuk melakukan negoisasi ulang. "Delegasi yang terdiri dari enam orang akan bertolak ke Arab Saudi sore ini atas undangan Menteri Urusan Haji Arab Saudi untuk melakukan negosiasi," kata Said Uhdi, Selasa (24/5/2016). 

Sementara itu, Hamid Muhammadi menandaskan bahwa pengiriman 6 orang delegasi Iran ke Saudi merupakan jawaban undangan dari Kerajaan Saudi, "Pihak berwenang Saudi mengirim undangan ke organisasi berkaitan dengan pengaturan haji tahun ini," tandasnya.

Keberangkatan 6 orang  sebagai delegasi ke Arab Saudi, merupakan negoisasi kedua terkait urusan jemaah haji. Bulan lalu telah dilakukan negosiasi antara Iran dan Saudi, namun hasilnya kandas setelah delegasi Iran meninggalkan ruang perundingan tanpa menandatangani perjanjian kedua belah pihak.

Adapun perihal yang akan dibahas nantinya saat renegoisasi dengan Saudi, pihak Organisasi Haji Iran tidak memberikan penjelasan secara rinci. Mereka hanya menyampaikan bahwa semua pembicaraan tentang urusan haji akan disampaikan pada hari ini di Arab Saudi.


Pada (19/4/2016) Iran sempat menolak  penandatanganan kesepakatan mengenai mekanisme penyelenggaraan ibadah haji 2016. Hal ini disebabkan karena ada beberapa hal yang diharapkan oleh Pemerintah Iran untuk dapat disetujui oleh Pemerintah Saudi. Terkait perjanjian ini, Iran meminta agar Arab Saudi mengizinkan Iran dapat memberangkatkan sendiri jemaah hajinya secara terpisah dengan warga Saudi, selain itu Iran berharap agar dapat mengeluarkan visa haji di negaranya, dan diberi keleluasaan untuk melakukan ritual yang lazim dilakukan di Iran saat berada di Tanah Suci. Selengkapnya dapat dibaca di: http://www.gomuslim.co.id/read/news/2016/05/15/399/bantani-saudi-tidak-cegah-jemaah-iran-untuk-datang-ke-saudi.html

Pasca penolakan penandatanganan MoU dengan Saudi, Iran mengklaim tidak akan mengirim jemaah haji tahun 2016. Sementara itu pemerintah Saudi membantah telah melarang jemaah asal Iran untuk berhaji, menurut Menteri Urusan Haji dan Umrah Saudi Dr. Muhammad Shalih bin Thahir Bantan, pada (19/4/2016) menjelaskan bahwa isi perjanjian yang tertuang dalam MoU sudah berdasarkan pada ketertiban jemaah haji agar tidak terjadi hal-hal negatif yang tidak diinginkan. (fh)


Back to Top