Cegah Penipuan Biro Perjalanan Umrah, Kemenag Sampaikan Pedoman “Lima Pasti”

Padang, (gomuslim). Penipuan berkedok travel umrah bukanlah hal baru di negeri ini bahkan di Eropa kasus serupa juga ditemukan hampir setiap tahun. Ironinya modus operandi yang dijalankan membawa nama ibadah yang sejatinya identik dengan ketaatan. Kendati demikian, pelaku seolah tak peduli membawa istilah umrah untuk meraup uang dengan cara yang tidak dibenarkan.

Menyikapi hal ini, pemerintah melalui Kemenag terus melakukan upaya sosialisasi agar dapat meminimalisasi jumlah korban penipuan berkedok biro perjalanan umrah. Oleh sebab itu, Kepala Seksi Urusan Haji dan Umrah Kemenag Padang Eri Iswandi, hari ini (25/5/2016) menyampaikan himbauan kepada masyarakat terkait cara menghindari penipuan berkedok travel umrah. Himbauan yang disampaikan ini dirangkum menjadi istilah “Lima Pasti”. "Mempedomani lima pasti ini sangat bermanfaat untuk mencegah penyimpangan dan kerugian dalam penyelenggaraan umrah," kata Eri Iswandi.

Himbauan “Lima Pasti” yang digagas Kemenag Padang tersebut berisi kiat-kiat untuk memastikan apakah perusahaan travel dapat dipercaya atau tidak, himbauan ini berisi lima hal penting yakni:

  1. Memastikan travel atau penyelenggara umroh memiliki izin;
  2. Jemaah harus memastikan harga dan paket perjalanan umroh yang wajar, jika dirasa perlu, maka dapat dibandingkan antara satu biro dengan biro lain;
  3. Memastikan penyiapan visa keberangkatan jauh hari sebelum hari-H;
  4. Menanyakan pada biro perihal penetapan waktu keberangkatan, waktu berkumpul, pesawat yang ditumpangi dan tujuan mendarat di Arab Saudi;
  5. Menanyakan kepastian hotel yang digunakan selama di Tanah Suci.

 

Harapannya dengan memperhatikan lima hal ini maka para calon jemaah dapat menilai sendiri kebenaran produk biro perjalanan umrah yang ditawarkan. Sehingga tingkat kewaspadaan masyarakat dapat menjadi benteng sebagai pencegah ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.

Selain lima hal penting di atas, para jemaah pun dihimbau agar memperhatikan biro terdaftar yang sudah tercantum di Kemenag yang dapat langsung diakses oleh masyarakat di website resmi http://haji.kemenag.go.id/v2/basisdata/daftar-ppiu, selanjutnya terkait tips untuk menghindari penipuan biro perjalanan umrah, maka dapat pula dibaca: http://www.gomuslim.co.id/read/panduan/2016/03/29/92/cara-cerdas-jauh-dari-penipuan-umrah.html

Walaupun telah banyak beredar himbauan yang disampaikan oleh pemerintah melalui media massa, namun terkadang masyarakat kerap terkecoh dengan gambar figure tertentu yang dipasang dalam poster-poster pemberangkatan umrah. Bahkan ada pula yang telah dijanjikan sampai 6 kali seperti yang dialami Anang Hermanudin (63) warga Jalan Pasanah RT. 12 Kelurahan Madurejo Pangkalan Bun.

"6 kali sudah kami dijanjikan. Dan 6 kali juga kami batal berangkat. Saya sama istri malu sama tetangga, banyak yang nanya, sudah pulang umrohnya pak Anang, kan jadi malu," ujar Anang saat melaporkan pelaku bernama Iryanoor kepada Mapolres Kabupaten Kotawaringin Barat. Pelaku pun kini telah ditangkap dan membawa nama sebagai agen dari PT. Sanes Travel yang berdomisili di Jakarta. 

Apa yang dialami oleh Anang bukanlah satu-satunya kasus di negeri ini, masih banyak lagi modus yang dijalankan oleh oknum tindak penipuan berkedok travel haji dan umrah. Maka hal terpenting adalah kewaspadaan masyarakat dalam memilih travel haji dan umrah berdasarkan himbauan-himbauan yang telah beredar di media massa. (fh)


Back to Top