Khawatir Telat Lagi, Hari Ini Paspor Haji Dikirim ke Kedutaan Saudi untuk Proses Visa

Jakarta (gomuslim). Selain pelunasan calon jemaah haji yang terus bergerak dinamis, proses pembuatan paspor haji juga berjalan beriringan. Berdasarkan data dari Siskohat Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) pada penutupan pelunasan hari kelima pada Rabu (25/05/2016) pukul 24.00 WIB, tercatat sebanyak 94.688 jemaah dan 709 jemaah cadangan telah melunasi, sementara untuk paspor haji seluruh daerah secara merata sudah mengumpulkan ke pusat dan diperkirakan tinggal 20% yang akan dituntaskan di awal bulan Ramadhan ini.

"Beberapa provinsi sudah mengirimkan paspor jemaah haji regulernya ke kantor pusat, Kamis hari ini proses pengiriman ke Kedutaan Besar Arab Saudi sudah dapat dimulai untuk proses pemvisaan," kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil.

Proses selanjutnya paspor akan dikirimkan ke Kedutaan Besar Arab Saudi untuk pembuatan visa. Proses ini akan dilakukan sejak Kamis (26/05/2016) hingga Senin (23/08/2016). 

Seperti diketahui, masalah visa termasuk yang krusial pada persiapan haji tahun 2015, bahkan tidak sedikit jemaah calon haji yang siap terbang harus menunda keberangkatan karena factor visa haji yang belum selesai. Tahun 2016 ini proses-proses tersebut dilakukan lebih dini agar tidak terulang kesalahan dalam persiapan haji.

Dijelaskan lebih lanjut, bahwa proses pembuatan visa tidak harus menunggu seluruh paspor terkumpul, tetapi yang sudah dikirim ke pusat dapat langsung diteruskan ke Kedutaan Saudi. Selain itu, juga diatur pembuatan visa harus dilakukan untuk jemaah yang ditetapkan berangkat terlebih dahulu atau gelombang pertama yang akan mendarat di Madinah. 

"Jemaah yang akan berangkat pada kloter awal harus lebih dahulu diurus proses pemvisaannya, jangan sampai tercampur dengan kloter setelahnya," jelas dia. Djamil optimistis proses pembuatan visa tahun ini akan selesai tepat waktu dan akan terus diproses hingga masa penutupan pada 23 Agustus mendatang.   

Sementara itu Kepala Subdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Sofwan menjelaskan tahapan pengurusan visa dilakukan dengan memasukan data jemaah haji sesuai dengan data paspor. Setelah diteliti secara manual, proses selanjutnya adalah tahap pemindaian untuk dijadikan arsip digital. 

Nantinya arsip digital tersebut akan dicocokkan dengan data dari sistem e-hajj. Kemudian mereka akan melakukan proses permintaan kepada Kementerian Haji dan data akan dikirim ke Kementrian Luar Negeri.

Paspor adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang dari suatu negara yang memuat identitas pemegangnya dan berlaku untuk melakukan perjalanan antar negara. Paspor biasanya diperlukan untuk perjalanan internasional karena harus ditunjukkan ketika memasuki perbatasan suatu negara, walaupun di negara tertentu ada beberapa perjanjian warga suatu negara tertentu dapat memasuki negara lain dengan dokumen selain paspor. Paspor akan diberi cap [stempel], atau disegel dengan visa yang dilakukan oleh petugas negara tempat kedatangan. Dulu, paspor haji dibuat secara khussu, namun karena aturan internasional, akhirnya dibuat sama sebagai dokumen perjalanan pada umumnya.

Persyaratan membuat paspor di Indonesia:

  1. Mengisi formulir permohonan paspor RI dengan benar dan lengkap.
  2. Melampirkan berkas asli dan foto kopi identitas diri, seperti Kartu Tanda Penduduk, Akte Kelahiran, Surat Tanda Tamat Belajar [Ijazah], Surat Kawin atau Akte Nikah [bagi yang telah menikah]
  3. Paspor RI yang lama bagi pemohon penggantian paspor RI
  4. Surat ganti nama [jika direncanakan akan dilakukan perubahan atau pergantian nama]
  5. Rekomendasi tertulis dari atasan atau pimpinan bagi mereka yang bekerja sebagai PNS, karyawan BUMN, TNI / Polri atau Karyawan Swasta
  6. Pemohon melakukan pembayaran sesuai ketentuan yang berlaku [Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2007 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI].

Persyaratan cara membuat paspor khusus anak di bawah umur atau paspor anak :

  1. Mengisi formulir permohonan paspor RI dengan benar dan lengkap.
  2. Melampirkan berkas asli dan fotokopi identitas diri; Akte lahir, KTP orang Tua, Kartu Keluarga, STTB [Ijazah]atau Akte Lahir Orang Tua, Surat Kawin atau Surat Nikah Orang Tua, foto kopi Paspor Orang Tua yang masih berlaku
  3. Paspor RI yang lama bagi pemohon penggantian paspor RI
  4. Melampirkan surat pernyataan tertulis materai Rp 6000 dari Orang Tua.
  5. Pemohon melakukan pembayaran sesuai ketentuan yang berlaku [Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2007 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI]

Untuk paspor haji dikoordinasikan dengan kantor Kementerian Agama di tingkat Kabupaten/ Kota di seluruh Indonesia, sebagaimana proses pendaftaran haji di Bank Penerima Setoran Haji (BPS) di daerah masing-masing. (mm)


Back to Top