Tahun Ini Pemondokan Haji Indonesia Bak Hotel Bintang 3

Pemerintah telah menyelesaikan pengurusan pemondokan bagi jemaah haji Indonesia saat berada di Mekkah dan Madinah. Pemondokan bagi jemaah haji tahun ini jauh lebih baik, kualitas yang diberikan merupakan kualitas yang jauh berbeda dengan tahun kemarin. Saat di Mekkah, rencananya jemaah haji Indonesia akan ditempatkan di pemondokan yang jaraknya kurang dari 4,5 km dari Masjidil Haram.

“Pemondokan jemaah haji di Makkah jarak terjauh kurang dari 4.500 meter. Pada musim haji sebelumnya, jarak terjauh lebih dari 4.500 meter,” kata Abdul Djamil, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Kamis (26/05). 

Selain menjelaskan mengenai jarak pemondokan ke Masjidil Haram, Abdul Jamil pun menjelaskan bahwa kualitas pemondokan di tahun ini akan lebih baik dari sebelumnya, “Setara hotel berbintang tiga. Jadi lebih tepat dikatakan hotel. Karena fisik dan fasilitasnya memang layaknya hotel,” tambahnya.

oityi9o

Sementara itu, pemondokan bagi jemaah haji Indonesia juga disediakan di Madinah, bentukknya pun seperti bangunan hotel di kawasan Markaziah, jarak dari pemondokan ke Masjid Nabawi hanya berkisar 584 meter. Dengan jarak tempuh yang kurang dari 1 km ini, maka jemaah dengan mudah dapat berjalan kaki menuju Masjid Nabawi.

Tidak hanya memikirkan fasilitas pemondokan, keselematan serta antisipasi bahaya yang tidak diinginkan juga harus disiapkan mulai dari sekarang, untuk itu Ditjen PHU telah menyediakan pemondokan cadangan di Haramain (Mekkah dan Madinah).

Kota Mekkah, Arab Saudi adalah destinasi umat Islam seluruh dunia karena di tempat inilah bangunan Kakbah yang menjadi kiblat terletak, oleh karena itu di kota Mekkah tak heran jika di terdapat 117 gedung yang dijadikan sebagai pemondokan. Adapun untuk hunian jemaah haji dibagi menjadi 9 sektor dengan rata-rata layanan sebanyak 17.961 jemaah.

Kesembilan sektor itu terdistribusi di enam lokasi, yaitu: dua sektor di Mahbas Jin, dua sektor di Aziziah, dua sektor di Syisah, satu sektor di Jarwal, satu sektor di Misfalah, dan satu sektor di Raudhah. Pemerintah telah memilih lokasi pemondokan berdasarkan kriteria kemudahan akses menuju Masjidil Haram, seperti jalan raya yang landai, tidak terlalu banyak tanjakan dan sedikit belokan

Penyebaran pemondokan jemaah haji Indonesia di tahun ini, merupakan perampingan dari tahun lalu yang tersebar di 12 titik. Tujuan perampingan penyebaran pemondokan ditujukan sebagai upaya efisiensi pelayanan pemondokan, transportasi dan katering.

Berdasarkan keterangan dari Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, kapasitas gedung pemondokan memiliki daya tampung yang berbeda-beda, “Kapasitas gedung terkecil sebanyak 392 orang untuk 1 kloter (Syisah Tower 50) dan terbesar sebanyak 6.371 orang untuk 17 kloter (Grand Taisir, Jarwal), kata Sri Ilham, Kamis (26/05/2016).

Pada musim haji tahun ini Kemenag terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, oleh sebab itu, hal-hal terkait penyelenggaraan haji menjadi sorotan penting bagi pemerintah khususnya Kemenag. Tidak hanya pemondokan, pemerintah pun berupaya menyiapkan layanan transportasi bagi jemaah saat di Mekkah maupun Madinah, Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia telah menyiapkan layanan transportasi darat bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi untuk musim haji 2016 ini.

"Transportasi tersebut adalah meliputi transportasi shalawat, transportasi antarkota, transportasi Armina. Dan sudah di-upgread. Transportasi shalawat disediakan bagi jemaah yang menempati wilayah dengan jarak di atas 1500 meter dari Masjidil haram. Jumlah jemaah yang mendapatkan layanan shalawat adalah sebanyak lebih kurang 141.620 jemaah," kata Abdul Djamil. Terkait transportasi shalawat dapat pula di baca di: http://www.gomuslim.co.id/read/news/2016/05/23/448/314-bus-shalawat-disiapkan-angkut-91-jemaah-dari-pondokan-ke-masjidil-haram.html.


Back to Top