Quran Indonesia Project

Didukung Selebriti, Ajak Masyarakat Rekam Audio Alquran Tiga Bahasa

Jakarta, (gomuslim). Quran Indonesia Project (QIP) mengajak masyarakat umum untuk ikut dalam kampanye  bertajuk #QIPmycontribution: Sebarkan walau satu ayat.

Dalam konferensi pers pada Kamis (25/05/2016) di D'gallerie Jakarta Selatan, QIP memperkenalkan program terbaru mereka yang sudah memasuki tahun kedua untuk merekam audio Alquran dalam tiga bahasa: Arab, Indonesia, dan Inggris sejak Ramadhan 2015 lalu.

Jika sebelumnya rekaman audio Alquran diisi dengan suara-suara para publik figur,seperti Raisa, Afghan, Ge Pamungkas, Tulus, dan masih banyak lagi. Kini, menjelang Ramadhan 2016, QIP meluncurkan sebuah kampanye untuk masyarakat umum untuk merekam suara mereka membaca Alquran dalam tiga bahasa.

Archie Fitra Wirija Inisiator dan Produser QIP mengatakan dengan kampanye #QIPmycontribution ini masyarakat umum bisa ikut serta pada 1000 ayat Alquran yang belum direkam dalam koleksi QIP di www.quranindonesiaproject.com. 

"Kampanye ini akan kami buka mulai 26 Mei sampai 26 Juni 2016, jadi masyarakat bisa lebih khusyuk dan lebih bersemangat karena bertepatan dengan bulan suci Ramadhan," jelas alumni jurusan musik Universitas Pelita Harapan ini.

Menurut Archie, cara berkontribusinya adalah dengan merekam suara masyarakat yang membaca Alquran dalam ruangan hening dan mengirimkannya ke email mycontribution@quranindonesiaproject.com 

Pada program itu, QIP dibantu dengan pendampingan salah satu guru tahsin qiraatulquran, yaitu Ustadz Uci Tarmisi. Nantinya beliaulah yang memilih rekaman-rekaman tersebut terkait bacaan dengan penerapan tajwid yang benar dan perihal teknis audio lainnya.

Dalam acara launching #QIPmycontribution ini juga hadir rekan Archie, Pasha Chrisye yang ikut dalam memproduseri proses rekaman, guru mengaji QIP Ustadz Uci Tarmisi, dan beberapa kontributor di tahun kedua QIP berdiri. Mereka adalah Rayi RAN, Febri HiVi, Kunto Aji, dan presenter Adrian Maulana.

Adrian Maulana sebagai salah satu kontributor QIP mengatakan sangat excites saat diajak oleh Archie dan kawan-kawan QIP untuk ikut berkontribusi merekam suara membaca Alquran. Adrian sendiri sejak beberapa tahun terakhir tampak sering iktikaf dari masjid ke masjid, mengisi kajian dan pengajian bersama Ustadz Yuke Sumeru mantan bassis Godbless dan Sakti Salman Jugjawi mantan bassis So7.

"Menurut saya, QIP adalah salah satu solusi yang tepat saat ini. Di mana kita lihat beragam masalah sosial, kerusakan moral, dan juga masalah diri sendiri yang sebenarnya kalau kita dekat dengan Allah, mau belajar lagi tentang Alquran, maka kita akan mendapatkan jawabannya. Karena itu, semoga QIP ini menjadi ladang amal jariyah bagi yang ikut andil di dalamnya," jelas Adrian.

Selain itu, turut bergabung juga dalam tahun kedua Quran Indonesia Project, di antaranya Dian Sastrowardoyo, Irwansyah, Andien, Melly Goeslow, Dwi Sasono, Oki Setiana Dewi, dan puluhan kontributor lainnya yang membacakan 700 ayat.

Pada acara launching tersebut, QIP juga menghadirkan puluhan karya lukis dan fotografi yang terinspirasi dari ayat-ayat Alquran. Tidak hanya itu, Archie dan tim QIP juga menyiapkan dummy studio rekaman Alquran untuk para pengunjung D'Gallerie yang mau merekam langsung suara bacaan Alquran mereka di studio mini tersebut. Hal ini menjadi salah satu bukti dari visi QIP yang ingin memudahkan akses masyarakat terhadap Alquran agar lebih banyak generasi produktif dengan mobilitas yang dinamis.

Informasi lebih lanjut tentang #QIPmycontribution bisa dilihat di akun instagram dan twitter mereka di @quranidproject dan website yang juga berisi koleksi audio Alquran yang sudah direkam oleh QIP untuk didownload secara gratis di www.quranindonesiaproject.  (fau)

Baca juga:

http://www.gomuslim.co.id/read/komunitas/2016/04/25/274/acha-afghan-dan-raisa-rekam-suara-baca-alquran.html 

 

Back to Top