OJK Rilis Daftar Efek Syariah Periode-I 2016, Indeks Saham Syariah Sektor Keuangan Masih Kecil

Jakarta, (gomuslim). Peluang dan informasi berinvestasi di bursa Efek Syariah dengan menggunakan fund management yang syar’i sebenarnya mulai mudah bagi masyarakat. Masyarakat dapat mempelajari investasi di Efek Syariah ini melalui berbagai macam media yang saat ini mudah diakses. Atau berkunjung langsung ke laman OJK (Otoritas Jasa Keuangan) terspesifikasi ke investasi Efek Syariah atau secara umum klik kanal syariah. Informasi mengenai ragam dan jenis keuangan syariah banyak dijumpai di sana. Dan OJK baru-baru ini, (Rabu, 25/05/2016), telah merilis Daftar Efek Syariah (DES) yang dapat dijadikan panduan.

Daftar Efek Syariah (DES) ini merupakan DES Periode-I Tahun 2016 yang akan terpampang di bursa efek Indonesia, secara khusus terklasifikasi dalam Pasar Modal Syariah, efektif  1 Juni mendatang. Total jumlah DES periode pertama tahun ini ada 321 emiten dan perusahaan publik. Jumlah ini lebih kecil dari pada DES Periode-II tahun 2015, dengan memuat 337 emiten dan perusahaan publik.

Dari 321 Efek yang terdaftar ini, ada duan emiten dan satu perusahaan publik yang sejak awal dijalankan menggunakan prinsip syariah yakni PT Bank Panin Syariah Tbk, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, dan PT Sofyan Hotels Tbk. Semua Efek terdaftar berasal dari sembilan sektor industri yang terdiri dari 307 emiten, 4 perusahaan publik, dan 10 perusahaan bukan listing company.

Dalam catatan data OJK, saham terbesar berasal dari perdagangan, lalu disusul sektor jasa dan investasi. Total saham dari ketiga bidang usaha ini tercatat 25,23 persen dari seluruh komposisi saham Efek terdaftar. Kemudian sektor industri properti, real estate, dan kontruksi bangunan 17,45 persen. Lalu disusul industri dasar dan kimia sebesar 14,64 persen.  Sementara saham terkecil dalam Efek terdaftar ini sebesar 0,31 persen berasal dari sektor keuangan.

Penetapan DES Periode-I 2016 dikeluarkan melalui Surat Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomer Kep-22/D.04/2016 tentang Daftar Efek Syariah, berlaku 1 Juni 2016. Penetapan emiten atau perusahaan dalam daftar Efek Syariah melalui penilaian dan ketentuan yang telah baku, berdasarkan kriteria kesesuaian dengan prinsip syariah (Syariah compliance). Kriteria baku ialah rasio utang berbasis bunga tidak lebih dari 45 persen, dan rasio pendapatan dari non-halal tak lebih dari 10 persen.  

Jika sebuah perusahaan memiliki rasio utang berbasis bunga lebih dari 45% dan pendapatan non-halal lebih dari 10%, akan didiskualifikasi dari DES. Periode-I tahun ini ada 14 Efek, yang terdaftar di DES periode-II 2015, bakal mengalami disqualified dari bursa Efek Syariah 2016. Namun, ada 26 emiten baru yang sahamnya masuk dalam DES Periode-I 2016 ini, yang di periode sebelumnya tidak terdaftar.  

dsf gt ''Empat belas efek yang keluar dari DES periode satu 2016 ini karena tidak memenuhi rasio keuangan pinjaman berbunga maksimal 45 persen dan pendapatan non-halal maksimal 10 persen,'' kata Sarjito Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal dalam keterangan pers dalam siaran berkala DES di Kantor OJK, Jakarta.

 

Berikut 14 Efek yang sahamnya tidak masuk DES Periode-I Tahun 2016:

  1. PT Mahaka Media Tbk
  2. PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk
  3. PT Sinar Mas Agro ResourcesandTechnologyTbk
  4. PT Tirta Mahakam ResourcesTbk
  5. PT Gloden Eagle Energy Tbk
  6. PT Smartfren Telecom Tbk
  7. PT Gajah Tunggal Tbk
  8. PT Perdana Karya Perkasa Tbk
  9. PT Mega Manunggal Property Tbk
  10. PT Media Nusantara Citra Tbk
  11. PT Fajar Surya Wisesa Tbk
  12. PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk
  13. PT Singleterra Tbk
  14. PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk

 Dan berikut ini daftar 26 Efek baru yang masuk DES Periode-I 2016:

  1. PT Pudjiadi Prestige Ltd Tbk
  2. PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk
  3. PT Mitra Pemuda Tbk
  4. PT Krakatau Steel Tbk
  5. PT Centris Multipersada Pratama Tbk
  6. PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk
  7. PT Nipress Tbk
  8. PT Berlina Tbk
  9. PT Indal Aluminium Industry Tbk
  10. PT Kino Indonesia Tbk
  11. PT Trans Power Marine Tbk
  12. PT Alumindo Light Metal Industry Tbk
  13. PT Inti Bangun Sejahtera Tbk
  14. PT Budi Strach and Sweetener Tbk
  15. PT Sigmagold Inti Perkasa Tbk
  16. PT Dua Putra Utama Makmur Tbk
  17. PT Anabatic Technologies Tbk
  18. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk
  19. PT Tembaga Mulia Semanan Tbk
  20. PT Indonesia Pondasi Raya Tbk
  21. PT Resources Asia Pasifik Tbk
  22. PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk
  23. PT Surya Citra Media Tbk
  24. PT Ateliers Mecaniques D'Indoonesie Tbk
  25. PT Intermedia Capital Tbk
  26. PT XL Axiata Tbk

DES Periode-I 2016 ini dapat dijadikan panduan oleh para menejer investasi, pengelola reksadana syariah, asuransi syariah dan investor yeng memiliki minat berinvestasi pada portofolio Efek syariah. Dan ini juga membantu para pengguna daftar efek syariah lainnya seperti penyedia indeks syariah JII (Jakarta Islamic Index) dan ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia) di PT Bursa Efek Indonesia. (boz)

 


Back to Top