Penambahan Kuota Haji Dibatalkan, Inilah Pernyataan Menag

Jakarta, (gomuslim). Sejak 2013, Pemerintah Arab Saudi memangkas kuota haji untuk seluruh negara tak terkecuali Indonesia. Jumlah kuota bagi jemaah haji Indonesia dipangkas sebanyak 20.000 orang, hal ini terjadi karena  Masjidil Haram terus mengalami pembangunan.

Pada tahun lalu, pasca insiden jatuhnya crane di Masjidil Haram, pada (12/9/2015) Presiden Joko Widodo bertemu dengan Raja Salman, pada pertemuan tersebut Pemimpin Arab Saudi ini memberikan penambahan kuota haji bagi Indonesia sebanyak 10.000. Namun pernyataan Raja Arab Saudi itu hanya sebatas lisan, yang tidak meninggalkan bukti otentik. Sehingga sampai saat ini hal tersebut tidak dapat direalisasikan.

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, menjelaskan bahwa penambahan kuota 10.000 orang untuk tahun ini tidak dapat direalisasikan dan pengurangan kuota haji sebesar 20 persen masih tetap berlaku bagi seluruh negara. "Sampai saat ini, renovasi di Masjidil Haram belum tuntas, sehingga pengurangan kuota yang berlaku di semua negara sebesar 20 persen masih diberlakukan dari kuota nasional," kata Lukman.

Insiden jatuhnya crane di Masjidil Haram, adalah peristiwa memilukan yang telah memakan ribuan korban jiwa. Atas dasar inilah Pemerintah Arab Saudi masih memberlakukan pengurangan kuota haji demi keselamatan jemaah, "Dalam rangka keselamatan jemaah, karenanya sejalan dengan itu, permohonan pertambahan kouta bertolak belakang dengan kondisi yang ada. Mereka mengatakan, yang penting keselamatan seluruh jemaah haji, " jelas Menag.

Sampai saat ini, kuota jemaah haji dipastikan sama dengan tahun kemarin, yakni 168.800 jemaah, sebelumnya Indonesia dapat memberangkatkan jemaah haji sebanyak 211.000. Pada 6 Juni 2013 Kemenag mendapat surat berisi pemotongan kuota sebanyak 20 persen dari Pemerintah Arab Saudi.

Hal ini terjadi disebabkan kapasitas daya tampung yang awalnya 48 ribu jemaah tawaf per jam menjadi 22 ribu jemaah tawaf per jam. Berkurangnya jumlah jemaah tawaf, karena lantai dua dan tiga dipotong sehingga terputus. Dengan pengurangan kapasitas itu, kapasitas haji pun berkurang lebih dari 50 persen tapi yang dipotong hanya 20 persen.

Ketua Umum Dewan Kepengurusan Masjidil Haram Dr. Abdurrahman Sudais menyatakan bahwa pembongkaran ring mataf dapat meningkatkan daya tampung Masjidil Haram. Namun pada Jumat 29 April proyek pembongkaran ring mataf telah selesai, Masjidil Haram pun terlihat lebih luas. Dengan adanya pembongkaran ini diharapkan dapat menambah kuota haji bagi seluruh negara, namun atas dasar mempertimbangkan keselamatan jemaah maka Pemerintah Arab Saudi tidak menambah kuota haji bagi seluruh negara, meskipun ring mataf telah dibongkar. (fh)


Back to Top