Sambut 90 Tahun Pondok Modern Gontor

Bukan Hanya Jadi Pejabat, Alumni PM. Gontor Diharapkan Untuk Dapat Jadi Imam di Masjidil Haram

Jakarta, (gomuslim). Perjalanan hampir seabad Pondok Modern Gontor merupakan suatu capaian yang luar biasa bagi lembaga pendidikan Islam. Dalam menyambut 90 Tahun  Pondok Modern Darussalam Gontor atau sering dikenal dengan PM. Gontor, IKPM mengadakakan acara sujud syukur bersama para alumni. PM. Gontor adalah pesantren yang memiliki nama besar di Tanah Air. Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, memberikan pernyataan bahwa Pondok Modern Gontor terkenal karena alumni-alumninya yang sukses dan banyak menempati posisi strategis di masyarakat bahkan di pemerintahan.

jfkldsajf

“Gontor itu dari saya masih kecil sudah dikenal namanya di kampung saya, bahkan ayah saya pernah mengatakan, ‘Di Indonesia cuma ada satu sistem pendidikan yang bagus, yaitu di Gontor’, makanya saudara saya banyak yang dikirim ke Gontor, ada yang diterima ada juga yang tidak diterima,” ujar Jusuf Kalla dalam sambutannya pada pembukaan acara Sujud Syukur, Menyambut 90 Tahun  Pondok Modern Gontor.

Selanjutnya Wapres pun berharap agar Pondok Modern Gontor dapat terus meningkatkan kemodernan sistem pendidikan, “Modern pada 20-30 tahun yang lalu berbeda dengan modern sekarang ini, tentunya saya berharap Gontor dapat mengimbanginya,” tambahnya.

Acara sujud syukur bersama yang dihadiri ribuan alumni, santri, dan pejabat negara ini diselenggarakan di Masjid Istiqlal, Jakarta pada Sabtu (28/05/2016) dibuka dengan pidato sambutan dari Drs. H. Jusuf Kalla dan dilanjutkan dengan sujud syukur bersama yang dipimpin oleh salah satu Pimpinan Pondok Modern Gontor KH. Hasan Abdullah Sahal. Sujud syukur ini tidak dikerjakan secara serentak atau  bersamaan, namun dikerjakan sendiri-sendiri. “Dalam rangka 90 tahun ini, Mari kita sujud syukur masing-masing,” ujar KH. Hasan saat menyampaikan sambutan pembuka acara.

 

 

Selain Jusuf Kalla, Mantan Ketua MPR RI periode 2004-2009 Hidayat Nur Wahid, juga hadir dalam acara ini. Dalam pidato sambutannya, mantan alumni Gontor  1978 ini, menyampaikan tentang pesan-pesan almarhum KH. Imam Zarkasyi, “Saya masih ingat waktu di pondok dulu, Pak Zarkasyi sering mengatakan, ‘Di mana pun bumi yang kau pijak, engkau bertanggung jawab tentang Islam di sana’, kata-kata inilah yang menurut saya membuat alumni Gontor banyak yang menempati posisi penting di masyarakat,” ujar Hidayat.

sga

Acara akbar dalam rangka menyambut 90 tahun PM. Gontor telah dihadiri oleh beberapa tokoh nasional, diantaranya, Wapres Jusuf Kalla, Hidayat Nur Wahid, Wamenlu M. Fachir, Wagub DKI Djarot Saiful Hidayat. Acara ini pun dihadiri langsung oleh dua orang pimpinan PM. Gontor KH. Syukri Zarkasyi dan Hasan Abdullah Sahal yang datang dari Ponorogo, Jawa Timur. Menurut Kyai Hasan, acara ini bukanlah perayaan melainkan peringatan, “Ini bukan acara perayaan 90 tahun, tapi ini adalah acara peringatan agar kita ingat apa yang sudah dihasilkan selama 90 tahun,” ujarnya.

Banyak pihak yang mengatakan bahwa alumni PM. Gontor banyak yang dianggap telah berhasil karena menduduki posisi atau jabatan penting bahkan alumninya pun sudah tersebar di 4 benua. Namun bagi KH. Hasan itu bukanlah tujuan, “kalau tadi ada yang mengatakan bahwa Gontor ini hebat, alumninya ada yang jadi ini, jadi itu, tapi itu bukanlah tujuan. Kami merasa malu dengan Trimurti pendahulu kami, karena belum bisa berbuat apa-apa, ibarat mau ke Jakarta, saat ini kita baru sampe Madiun. Jadi kalau ada alumni Gontor yang jadi menteri, jadi MPR,  itu belum sampai tujuan, tujuannya adalah kalau alumni Gontor sudah mengajar ngaji menyampaikan Islam ke seluruh dunia, kalau ada alumni Gontor yang jadi imam di Masjidil Haram, itu baru hebat,” pungkas KH. Hasan diiringi tepuk tangan para hadirin.

fjkl

Putra KH. Ahmad Sahal ini, menyampaikan bahwa total santri PM. Gontor dari pusat sampai cabang saat ini berjumlah 21 ribu orang sedangkan pesantren yang didirikan oleh alumninya telah mencapai 400 pesantren. Kendati demikian, KH. Hasan berharap agar banyaknya para orangtua memasukkan anaknya ke pesantren bukan karena rusaknya moral pergaulan di luar pesantren. Alumni PM. Menurutnya, para alumni PM. Gontor punya tanggung jawab untuk berdakwah demi mencegah dekadensi moral.

KH. Hasan juga menyampaikan bahwa kepemimpinan PM. Gontor harus diteruskan oleh generasi penerus. Menurutnya PM. Gontor dapat bertahan hingga 90 tahun adalah karena setiap hal selalu di musyawarahkan. PM. Gontor bukanlah pesantren milik keluarga tetapi milik semua umat Islam, karena itulah pesantren ini telah melakukan penyerahan wakaf pada 1958 agar tidak terjadi keributan dalam keluarga. Maka setelah kepemimpinan generasi pertama, segala hal selalu didiskusikan sehingga tidak terjadi perpecahan di internal pengurus pesantren.

Terkait dinamika zaman yang terus bergerak, KH. Hasan menyatakan bahwa apa pun dan bagaimanapun sistem yang diterapkan oleh alumni maka diharapkan senantiasa berpegang pada nilai-nilai yang telah diajarkan oleh Trimurti. Nilai-nilai yang pernah diajarkan di pesantren jangan sampai luntur dari diri para alumninya.

Sementara itu, KH. Syukri Zarkasyi yang dalam kondisi sakit turut memberikan sambutan, sambil duduk di atas kursi roda beliau mengungkapkan rasa syukurnya, “Saya tidak membicarakan islamisasi dan demokrasi tapi saya bersyukur alumni Gontor masih mau berjuang dan memperjuangkan,” ujarnya yang diakhiriri dengan kumandang takbir. Karena kondisi kesehatan KH. Syukri kurang baik, maka hanya kata sambutan itulah yang disampaikannya.  

Acara besar yang diselenggarakan di Masjid Istiqlal ini, diinisiasi oleh Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) wilayah Jakarta, Bandung, Bogor, Depok, Bekasi dan Tangerang. Meskipun diselenggarakan di Jakarta, namun tak sedikit pula yang hadir dari luar daerah seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah bahkan ada yang datang dari Aceh.

Dari salah satu Panca Jiwa Pondok Modern adalah ukhuwah Islamiyah, maka tak heran jika persaudaraan di antara alumni begitu erat. Hal ini dapat dilihat dari antusias para alumni dari yang baru lulus sampai alumni 1960-an, mereka menyempatkan hadir meskipun ada yang sudah lanjut usia. (fh)

 


Back to Top