Inklusi Keuangan Syariah Memiliki Peran Untuk Mencapai SDGs

Jakarta, (gomuslim). Setelah program pencapaian Millenium Development Goals (MDGs) usai tahun 2015 lalu, dan masih ada target pencapaian pembangunan yang belum terealisasi. Tahun 2016 ini merupakan tahun pencanangan awal program global pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) atau Sasaran Pembangunan Berkelanjutan yang diadopsi oleh PBB. Program ini memiliki tujuan jangka panjang untuk mengentaskan kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan meningkatkan akses terhadap pendidikan dan pelayanan kesehatan selama 15 tahun kedepan.

Pesan presiden Islamic Development Bank (IDB), Dr Ahmed Muhammad Ali Al Madani saat sidang tahunan ke-41 IDB Group di Jakarta lalu menekankan keyakinannya akan peran institusi keuangan multilateral IDB dalam mendorong negara-negara anggotanya untuk mencapai target SDGs dan menyiapkan diri menghadapi tantangan-tantangannya dengan instrumen keuangan Islam inklusif. Dimana dunia internasional saat ini meyakini bahwa Iklusi keuangan adalah solusi terdekat untuk mengurangi ketidaksetaraan, mengurangi angka kemiskinan dan memperbaiki taraf hidup.

IDB melalui sidang tahunannya pertengahan Mei kemarin di Jakarta, meyakinkan bahwa Inklusi Keuangan Islam juga tak kalah ampuhnya dalam memberikan solusi-solusi pada problem pembangunan yang tengah di hadapi dunia saat ini. Melalui model-model instrumen keuangan syariah inklusif yang dipresentasikan negara-negara anggota, utamanya Indonesai dengan Sukuk Ritel dan BMTnya, persoalan kesenjangan, kemiskinan dan buruknya pelayanan kesehatan serta pendidikan dapat ditangani.

“Pembiayaan Islami mendukung pertumbuhan inklusif dalam ekonomi. Pembiayaan Islami menolak segala persaingan yang tidak jujur, dan tidak loyal terhadap prinsip dasar kemanusiaan, dan mendukung sektor amal melalui zakat dan waqaf,” demikian penegasan Dr Ahmad Muhammad Ali.

Sementara itu, menteri keuangan Bambang Brodjonegoro mengafirmasi apa yang disampaikan Dr Ali Presiden IDB, dengan terbukti Sukuk yang dikeluarkan pemerintah memiliki peran siginifikan dalam mendorong pembiayaan infrastruktur dan sektor ritel serta iklusi keuangan.

“Sukuk sangat efektif dalam meningkatkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Sukuk memainkan peran siginifikan di Indonesia dan pemerintah telah mencadangkan Sukuk untuk sejumlah pembiayaan proyek, seperti jalur kereta api, pelabuhan dan proyek lainnya,” demikian penjelasan Menteri Keuangan RI Bambang P.S. Brodjonegoro.

Penerbitan Sukuk atau Obligasi syariah sebagai instrumen inklusi keuangan dapat mendorong adanya kesetaraan, mengurangi tingkat kesenjangan sesuai prinsip keuangan syariah. Saat ini Indonesia menggunakan Sukuk juga sebagai instrumen bagi kelompok berpendapatan menengah ke bawah untuk mengelola keuangannya dan mengatraksi mereka untuk menciptakan inklusi keuangan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kelas bawah. (boz)


Back to Top