Koperasi Syariah Diprediksi Lebih Cepat Berkembang di Indonesia

Jakarta, (gomuslim). Perkembangan perbankan syariah masih dinilai lamban, namun Lembaga Keuangan Syariah berbentuk koperasi diprediksi dapat berkembang lebih cepat. Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Timur memprediksi Koperasi Syariah lebih mudah berkembang daripada Bank Syariah, karena konsep koperasi lebih dekat dengan konsep syariah dan lebih dekat dengan masyarakat menengah ke bawah.

Koperasi syariah merupakan badan usaha koperasi yang menjalankan usaha-usahanya dengan prinsip syariah Islam yaitu Alquran dan sunnah. Secara teknis koperasi syariah dapat dikatakan sebagai koperasi yang prinsip anggota dan kegiatannya berdasarkan syariah Islam.

Selain itu, sistem membantu anggota dalam koperasi dinilai lebih bersifat kekeluargaan dan dapat mendekatkan masyarakat dengan lembaga keuangan serta sistem yang ada ini sama sekali tidak berbenturan dengan undang-undang perbankan yang berlaku. "Bahkan, koperasi syariah juga tidak benturan dengan perundang-undangan perbankan," kata Ketua MES Jatim Dr. Imron Mawardi dalam Sosialisasi Koperasi Berbasis Syariah di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), baru-baru ini.

Dalam prakteknya, menurut Imron penerapan hukum syariah pada lembaga keuangan jauh lebih mudah diterapkan pada koperasi, "Sebagai contoh, akad jual beli atau mudarabah. Di perbankan syariah sangat sulit melakukan stok barang, yang ada nasabah yang hendak melakukan akad mudarabah harus membeli sendiri barang yang diinginkan, sedangkan di koperasi syariah, justru ada unit serbausaha dan pembiayaan syariah, ketika ada nasabah yang hendak akad mudarabah, barang sudah tersedia," katanya.

Sedangkan pada perbankan syariah, untuk mengadakan stok barang tak jarang terbentur dengan aturan-aturan perbankan. Oleh karena itu, konsep syariah sangat tepat jika diterapkan pada koperasi. Hal inilah yang menyebabkan Ketua MES Jatim memberikan prediksi bahwa koperasi syariah dapat berkembang cepat di Indonesia, "Nantinya berkembang dengan cepat," katanya.

Bagi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), koperasi dapat dijadikan mitra pembiayaan modal dengan sistem syariah. Kendati demikian Imron berpendapat bahwa untuk meningkatkan Lembaga Keuangan Syariah (LKS) adalah tantangan bagi para pelaku keuangan syariah, hal ini disebabkan masyarakat Indonesia sudah lama terbiasa dengan bunga bank, maka dari itu perlu waktu untuk mengubah minat masyarakat agar beralih ke lembaga keuangan dengan konsep syariah.

Koperasi syariah memiliki 7 nilai syariah dalam bisnis yaitu:

  1. Shiddiq yang mencerminkan kejujuran, akurasi dan akuntabilitas;
  2. Istiqamah yang mencerminkan konsistensi, komitmen dan loyalitas;
  3. Tabligh yang mencerminkan transparansi, kontrol, edukatif, dan komunikatif;
  4. Amanah yang mencerminkan kepercayaan, integritas, reputasi, dan kredibilitas;
  5. Fathanah yang mencerminkan etos profesional, kompeten, kreatif, dan inovatif;
  6. Ri’ayah yang mencerminkan semangat solidaritas, empati, kepedulian, dan awareness;
  7. Mas’uliyah yang mencerminkan responsibilitas.

Tujuan dibentuknya koperasi syariah ini adalah:

Meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta turut membangun tatanan perekonomian yang berkeadilan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.

Fungsi dan Peran Koperasi Syariah yaitu:

  1. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan anggota pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya, guna meningkatkan kesejahteraan sosial ekonominya;
  2. Memperkuat kualitas sumber daya insani anggota, agar menjadi lebih amanah, professional (fathonah), konsisten, dan konsekuen (istiqomah) di dalam menerapkan prinsip-prinsip ekonomi Islam dan prinsip-prinsip syariah Islam;
  3. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi;
  4. Sebagai mediator antara penyandang dana dengan pengguna dana, sehingga tercapai optimalisasi pemanfaatan harta;
  5. Menguatkan kelompok-kelompok anggota, sehingga mampu bekerjasama melakukan kontrol terhadap koperasi secara efektif;
  6. Mengembangkan dan memperluas kesempatan kerja;
  7. Menumbuhkembangkan usaha-usaha produktif anggota.


Karena ada prediksi perkembangan koperasi syariah jauh lebih cepat ketimbang perbankan syariah, maka Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surabaya mulai gencar menyosialisasikan koperasi syariah, di antaranya dengan menggandeng perguruan tinggi untuk bisa memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama kampus-kampus berbasis Islam.

"Sampai saat ini, dari 1.500 koperasi konvensional yang ada di Surabaya, baru 40 yang berbasis syariah. Memang, masih sedikit, tetapi akan terus kami kembangkan," kata Kepala Bidang Kelembagaan dan SDM Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surabaya Rudy Haryono.

Dengan bertambahnya sistem Lembaga Keuangan Syariah diharapkan tingkat kesadaran masyarakat akan terus tumbuh terhadap sistem keuangan syariah. (fh)


Back to Top