71 % Calon Jemaah Haji Lunas, Indeks Kepuasan Pelayanan Makin Dipacu

Jakarta, (gomuslim). Persiapan haji 2016 baik di tanah suci seperti pemondokan, transportasi dan katering maupun di tanah air seperti proses pelunasan, paspor dan visa, kesemuanya sedang proses akhir. Pada saat bersamaan disiapkan tim survey indek kepuasan pelayanan haji.

“Alhamdulillah, hal ihwal pengurusan yang terkait di Tanah Suci sudah 95 persen nyaris selesai, Persiapan terus dilakukan dan semakin intensif. Seluruh hotel di Makkah dan Madinah saat ini sudah selesai penyewaannya karena semuanya sudah selesai kita kontrak. Katering, baik di Makkah, Madinah, dan Arafah juga sudah selesai kita kontrak dengan perusahaan di sana. Juga transportasi darat antara Madinah ke makkah, ini juga sudah,” jelas Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Senin hari ini (30/05/2016) berdasarkan laporan terakhir dari data Siskohat Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah menunjukan persentase jemaah haji yang sudah melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sudah 110.844 jemaah (71,95%) telah melakukan pelunasan. Selain itu, sudah ada 1.413 jemaah (18,17%) yang telah melakukan pelunasan BPIH dengan status cadangan.

Menurut Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil, dengan makin sempurnanya proses pelunasan, diikuti pengumpulan paspor untuk visa, selanjutnya akan dilakukan pembagian kelompok terbang menurut embarkasi masing-masing. “Sudah mendekati. Pelunasi tahap I sudah di atas 70%, sisanya akan dituntaskan di tahap II,”jelasnya.

Data akan terus mengalami pergerakan selama proses pelunasan haji tahap pertama berlangsung. Pelunasan biaya Haji tahap pertama dimulai pada 19 Mei hingga 10 Juni 2016. Untuk itu Kementerian Agama menghimbau kepada jemaah yang masuk dalam daftar berhak lunas haji reguler untuk segera melakukan pelunasan.

"Sekarang temen-temen di layanan dalam negeri juga sedang menyiapkan dokumen paspor jemaah. Ini tahapan penting karena paspor adalah identitas jemaah dan dari sini baru diterbitkan visa," jelasnya.

Sebagaimana tahun lalu, kuota jamaah haji Indonesia tahun ini berjumlah 168.800 karena masih mengalami pemotongan sebanyak 20 persen. Dari jumlah itu, kuota haji regular sebanyak 155.200 yang terdiri dari jemaah haji regular sebanyak 154.049 dan Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) sebanyak 1.151 orang.

Sedangkan haji khusus sebanyak 13.600 terdiri dari jemaah haji khusus sebanyak 12.831 orang dan petugas PIHK sebanyak 769 orang.

Jemaah haji akan diberangkatkan dalam 2 gelombang. Gelombang I direncanakan akan mulai diberangkatkan pada tanggal 09 Agustus 2016 sampai dengan tanggal 21 Agustus 2016 menuju Madinah.

Gelombang II pada tanggal 22 Agustus 2016 sampai dengan tanggal 04 September 2016 tujuan Jedda

Pemondokan

Sementara itu, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis menjelaskan, pemondokan jemaah haji di Makkah sebanyak 117 gedung. Pemondokan ini terbagi  di enam wilayah, yaitu: Mahbas Jin, Aziziah, Misfalah, Jarwal, Syisyah, dan Raudhah dengan jarak terjauh kurang dari 4,5 km dari Masidil Haram. “Kapasitas gedung terkecil sebanyak 392 orang untuk 1 kloter (Syisah Tower 50) dan terbesar sebanyak 6.371 orang untuk 17 kloter (Grand Taisir, Jarwal), kata Sri Ilham, Kamis (26/05/2016).

Hunian jemaah haji dibagi menjadi 9 sektor dengan rata-rata layanan sebanyak 17.961 jemaah haji. Kesembilan sektor itu terdistribusi di enam lokasi, yaitu: dua sektor di Mahbas Jin, dua sektor di Aziziah, dua sektor di Syisah, satu sektor di Jarwal, satu sektor di Misfalah, dan satu sektor di Raudhah. Sri Ilham menambahkan, pemerintah memilih lokasi pemondokan berdasarkan kriteria kemudahan akses menuju Masjidil Haram, seperti jalan raya yang landai, tidak terlalu banyak tanjakan dan sedikit belokan.

Sementara itu, untuk pemondokan di Madinah, Sri memastikan kalau seluruhnya bertipe hotel yang dan berada di wilayah Markaziah dengan jarak terjauh 584 meter dari Masjid Nabawi. “Dekatnya jarak itu akan mudah ditempuh jemaah dengan berjalan kaki ke Masjid Nabawi dan tidak membutuhkan angkutan umum untuk menjalankan ibadah Sunah Arbain,” kata Sri Ilham.

“Sama seperti di Makkah, di Madinah untuk tahun ini juga disediakan Akomodasi cadangan dengan kapasitas kloter terbesar dan layanan kesehatan untuk mengantisipasi perubahan jadual kedatangan dan keberangkatan juga untuk jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran,” tambahnya. 

Indeks Kepuasan

Setelah persiapan di tanah suci dan di tanah air berlangsung serentak dan simultan, panitia haji kemudian melakukan rapat koordinasi untuk memastikan semua berjalan sesuai rencana agar indeks kepuasan jemaah terus meningkat.

Koordinasi kali untuk persiapan ‘survey indeks kepuasan jemaah’ dengan berbagai instansi terkait. Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama (Kemenag) Sri Ilham Lubis, membenarkan bahwa pemerintah akan segera menggelar rapat persiapan survei kepuasan jemaah.

Rakoor survey indeks kepuasan dilaksanakan di Anyer, Banten, selama tiga hari. Dari tanggal 30 sampai 1 Juni 2016. Ini merupakan mekanisme untuk mengontrol dan mendeteksi tingkat kepuasan pelayanan haji yang diharapkan terus meningkat. (mm)


Back to Top