Demi Berpuasa Bareng, Konferensi Penyatuan Kalender Hijriyah Diadakan di Turki

Istanbul, (gomuslim). Selama tiga hari para ahli ilmu falak atau astronomi serta ilmu fiqih tengah melangsungkan International Conference on Unification of Hijriyah Calender di Istanbul, Turki sejak Sabtu hingga Senin (28-30/05/2016). Konferensi ini dihadiri oleh sekitar 200 pakar dan ilmuwan serta ulama di bidang ilmu astronomi, hisab, dan fiqih dari berbagai negara OKI dan negeri muslim lainnya. Di antara mereka ada tiga ulama utusan dari Indonesia yaitu KH Muhyidin Junaidi dari MUI, Prof Dr KH Syamsul Anwar dari Muhammadiyah, dan Ir KH Hendro Setyanto dari lembaga falakiyah PBNU.  

Tujuan yang ingin dicapai dari pertemuan konferensi ini ialah penyatatuan kalender qamariyah hijriyah, demi menjaga kemuliaan umatnya dan membangun kembali persatuan dalam menetapkan hari-hari penting dalam almanak Islam. Seperti diketahui, sebentar lagi umat Muslim sedunia akan melakukan ibadah puasa Ramadhan, berikutnya akan menentukan tanggal 1 Syawal, serta penetapan tanggal 10 Dzul Hijjah atau penetapan tanggal 1 satu bulan haji.  Dengan demikian diharapkan tidak ada lagi perbedaan dalam penentuan hari-hari besar Islam.  

ger ju6i

Upaya penyatuan ini, menurut KH Muhyidin Junaidi, juga sebagai bagian dari penerapan maqaasidus syariah di dunia Muslim. Kesepatan yang dihasilkan dalam forum akan menjadi keputusan bersama yang mengikat.

“Kesepakatan itu mengikat bagi negara-negara OKI dan umat Islam dunia di bawah pengawasan dan arahan tim ilmuwan astronomi dan para fuqohaa’ syariah,” ujarnya menjelaskan kepada gomuslim siang tadi.

sad sgfeSebelumnya, konferensi ini telah diinisiasi oleh Presiden Recep Toyyip Erdogan pada tahun sebelumnya dan direncakan akan dilangsungkan Maret 2016 kemarin. Namun pelaksanaannya baru terselenggara akhir Mei ini.

Dari inisiasi penyatuan almanak qamariyah hijriyah yang kerap berbeda dalam menentukan kalender hari besar Islam di negeri-negeri Muslim, Erdogan melihat konferensi ini akan banyak memberi faedah dalam menyamakan pandangan menentukan kalender hari penting dalam kehidupan beribadah umat Muslim. Sebab perbedaan satu hari saja dalam menentukan kalender hari puasa 1 Ramadhan nanti, menurutnya, dalam satu negara Muslim atau kota saja sudah berdampak buruk pada marwah persatuan umat Muslim. Apalagi terjadi sedunia.

“Perbedaan kalender hari itu tidak sesuai dengan semangat persatuan umat. Karena itu penting mengadakan pertemuan yang menghadirkan para ulama, ahli astronomi dan pengambil keputusan di negara-negara Muslim untuk mengatasi persoalan itu,” ujar Erdogan saat mengumumkan ke publik rencana penyatuan kalender qomariyah hijriyah awal Ramadhan lalu di depan Kementerian Urusan Agama.

Akhirnya konferensi ini terselenggara pekan ini, Kementerian Urusan Agama Turki berbekal berbagai kalender hijriah dari beberapa negara Muslim mengajak para pakar untuk menetapkan satu acuan kalender Islam. Konferensi ini dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Komite Ilmiah, Pro Dr Yavuz Unal, anggota Dewan Tertinggi Urusan Agama Turki.

Hasil keputusan dari konferensi ini akan diterjemahkan kedalam tujuh bahasa, antara lain Turki,  Arab, Inggris, Prancis, Spanyol, Jerman, dan Rusia. (boz)

 


Back to Top