Akhirnya Terungkap Identitas Pengantin Wanita yang Dicegah Masuk ke Masjidil Haram

Mekkah, (gomuslim). Seorang wanita mengenakan pakaian pengantin tiba-tiba ingin memasuki masjidil haram pada Kamis (26/5/2016). Namun asykar penjaga pintu melarangnya, pengantin wanita ini hendak mencari suaminya yang bekerja di Kerajaan Arab Saudi. Petugas melarangnya karena dikhawatirkan menimbulkan kegaduhan di dalam Masjidil Haram

Dua hari kemudian tepatnya pada Sabtu, (28/5/2016), Masrawy portal media Mesir mengungkap identitas wanita berpakaian pengantin tersebut. Ternyata wanita itu adalah seorang Doktor ahli farmasi bernama Ibtisyam Alfarjaniy berasal dari Desa Syarnub, wilayah Damanhur, Bahirah, Mesir.

iutio

Alfarjaniy pergi ke Masjidil Maram karena ingin bertemu dengan suaminya yang bernama Ir. Husein Allaqaniy, seorang pria yang bekerja di Arab Saudi. Sebelumnya Husein yang telah tinggal di Arab Saudi, mengirim pesan kepada istrinya Alfarzaniy agar mereka merayakan pernikahannya di Mekkah karena keduanya tidak mampu mengadakan upacara pernikahan di Mesir.

Prof. Dr. Bashiri seorang dosen asal  Mesir yang mengajar di Universitas Muhammad Ibn Saud Riyad menjelaskan bahwa, jika di Mesir ada seorang pemuda di usia muda sudah menikah, maka ia tergolong sebagai orang kaya. Karena upacara pernikahan di sana kerap memakan biaya yang tidak sedikit. “Saya heran ketika melihat orang di Indonesia, dalam usia yang masih muda mereka sudah banyak yang menikah, bahkan untuk menikah mereka cukup dengan mengadakan mahar seperangkat alat shalat saja. Ini berbeda dengan kami di Mesir, wanita Mesir tidak mau dengan mahar seperti itu, selain itu terkadang salah satu pihak keluarga menuntut acara walimah yang meriah,” ujarnya pada gomuslim.

Selanjutnya Bashiri pun menandaskan bahwa, bagi orang Mesir memiliki rumah dan mobil belum tentu dapat dikatakan sebagai orang kaya. Namun jika ia telah mampu menikahi gadis maka sudah pasti ia dianggap mapan, karena budaya di Mesir menurut Prof. Bashiri, jika mampu menikahi gadis artinya dia telah mapan dari segi ekonominya termasuk telah memiliki rumah dan mobil.

Barangkali kultur semacam inilah yang membuat dua pengantin asal Mesir ini merayakan pernikahannya di Masjidil Haram, meskipun telah dilarang masuk namun akhirnya Alfarjaniy dapat bertemu sang suami yang dicintainya Husein Allaqaniy. (fh)


Back to Top