Jemaah Haji Makin Dimanja Fasilitas, Akankah Indeks Kepuasan Meningkat?

Jakarta, (gomuslim). Kementerian Agama RI sebagai penyelenggara haji ingin pelayanan haji mengalami peningkatan yang terukur. Oleh karena itu perbaikan pelayanan dilakukan di berbagai sektor dan dalam waktu bersamaan juga menggandeng lembaga survey untuk mengukur Indek kepuasan jemaah. Jemaah haji makin dimanja, apakah kepuasan bertambah?

Kemenag menargetkan indeks kepuasaan jamaah haji tahun 2016 naik menjadi 83-84%. Tercatatat dalam lima tahun terakhir tingkat kepuasan jemaah haji hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS), tahun 2011 kepuasan 83.31%, tahun 2012 kepuasan 81.32%, tahun kepuasan 82.69%, tahun 2014 kepuaan 81.52%, tahun 2015 kepuasan 82.69%, dan tahun  2016 tingkat kepuasan ditarget naik pada kisaran angka kepuasan 83-84%.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Abdul Djamil optimistis pelayanan haji tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun lalu karena sejumlah kekurangan pada tahun lalu berdasarkan hasil evaluasi, kesemuanya sudah diantisipasi agar tidak terulang.

Beberapa sektor yang dinilai dapat mendongkrak kepuasan jemaah haji antara lain di bidang transportasi, pemondokan dan katering. Ia menerangkan layanan transportasi antarkota mengalami peningkatan kualitas bus. "Busnya upgrade, bagasi lebih besar, AC lebih dingin. Ini bisa mendongkrak (kepuasan jemaah)," ujar Djamil dalam rapat persiapan indeks kepuasan jemaah haji di Banten, Senin malam (30/05/2016).

Senin malam hingga Selasa hari ini (31/05/2016), tim dari Panitia Penyeleggara Ibadah Haji (PPIH) sedang menggodok persiapan survey indeks kepuasan jemaah. Kemenag melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk keperluan tersebut.

Ia juga menyebut layanan bus shalawat di Makkah akan mengalami peningkatan. Ia menargetkan bus shalawat bisa melayani 91 persen jemaah pada penyelenggaraan haji tahun ini. Kualitas bus yang dipakai jemaah untuk berpindah dari satu kota ke kota lain telah diperbarui sehingga kenyamanannya dijamin lebih baik. Juga rute penerbangan yang efisien tetap dipertahankan. Jemaah gelombang I yang akan beraktivitas lebih dulu di Madinah langsung diterbangkan ke kota tersebut tanpa melalui Jeddah. "Mereka tidak akan kelelahan," katanya. 

Dalam hal pelayanan catering, jemaah haji tahun ini mendapat tambahan jatah katering di Mekkah hampir dua kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya. Katering di Mekkah dulu 15 kali, sekarang 24 kali. Menu masakan Nusantara akan dipertahankan. Namun ia mengakui kendala terbesar ada di kesediaan bahan baku dan bumbu yang cukup besar untuk jamaah haji Indonesia. Selain itu dari beberapa katering, belum ada standar rasa yang sama untuk menu Nusantara.

Panitia haji juga meluncurkan buku panduan menu Nusantara dan video tutorial memasak untuk nantinya dipelajari juru masak katering di Arab Saudi. "Harapannya kalau sudah ada buku resep dan tutorial video, semuanya akan standar nilai gizi dan rasanya. Dengan permintaan menu Nusantara dari sekarang pihak katering di Arab Saudi sudah bisa menyiapkan bahan dan bumbu untuk cita rasa Nusantara. Tidak menutup kemungkinan mendatangkan dari Indonesia," sebutnya.

Pemondokan untuk haji tahun ini menurut Djamil sudah siap. Ia mengklaim layanan kamar di Mekkah setara dengan hotel bintang tiga. Jarak antara pemondokan ke Masjidil Haram juga relative pendek, antara 1,5 – 4,5 KM.

Selain itu, jumlah bimbingan manasik haji pun ditambah. Manasik haji untuk jemaah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah ditambah dari enam menjadi delapan kali.  Sementara itu, jumlah manasik haji untuk jamaah di luar pulau Jawa diperbanyak hingga 10 kali bimbingan. Tambahan ini diharap membantu jamaah semakin memahami tata cara ibadah haji sehingga tidak mengalami kesulitan saat tiba di Tanah Suci. 

Soal layanan visa tahun lalu yang mengalami kendala, pihaknya sudah uji coba layanan visa online. Pengurusan visa akan dilakukan berdasarkan urutan keberangkatan. Saat ini paspor jemaah yang terkumpul sudah di atas 80 persen. "Yang kemungkinan berangkat dulu kita langsung urus visanya," sebut Djamil.

Guna mengantisipasi cuaca yang panas, jemaah juga akan disediakan bekal minuman yang cukup. Di Arafah jemaah akan mendapatkan tambahan air minum empat botol. PPIH juga akan menyediakan air dingin di tenda-tenda jemaah untuk konsumi dan kompres. "Saat tiba di pemondokan juga ada welcome drink," terangnya.

Apakah dengan segudang tambahan dan perbaikan pelayanan tersebut akan menaikkan indeks kepuasan jemaah? Yang jelas sifat manusia tidak puas-puas  kecuali yang bersikap qanaah dan ikhlas. Panitia bekerja maksimal melayani jemaah, jemaah ikhlas beramal ibadah di tanah suci, Insya Allah indeks komulatifnya akan naik drastis. (mm)


Back to Top