Ramadhan di Masjidil Haram

Pintu Diperketat, Disiapkan 20 Jalur Khusus untuk Penyandang Difabel di Masjidil Haram

Mekkah, (gomuslim). Menjelang bulan Suci Ramadhan, Dewan Pengurus Masjid Haramain (Masjidil Haram dan Masjid Nabawi) terus melakukan upaya peningkatan pelayanan kepada para jemaah yang datang berkunjung ke Masjidil Haram. Ramadhan tahun ini rencananya akan ditambah pegawai yang menjaga pintu masuk Masjidil Haram.

Seperti yang disampaikan oleh Abdurrahman Sudais dan Muhammad bin Nashir Al Khuzaim, bahwa menjelang Ramadhan, Direktur Departemen Penjagaan Pintu Masjidil Haram Muhammad Hasan Bati akan menyiapkan 400 pegawai terlatih yang dapat membantu memberikan informasi kepada para jemaah.

Sedangkan pada bulan Ramadhan, jumlah pegawai akan ditambahkan 200 orang menjadi 600 orang, mereka merupakan pegawai resmi yang tercatat dan selalu membawa identitas kepegawaian saat bertugas.

Ratusan pegawai yang dikerahkan itu memiliki tugas untuk memberikan arahan atau informasi terkait Masjidil Haram. Petugas telah dilatih untuk memberikan pelayanan kepada para jemaah dengan ramah, agar jemaah mudah melaksanakan ibadahnya. Bati menjelaskan bahwa di Masjidil Haram terdapat  210 pintu dan 11 tangga, 9 diantaranya tangga bergerak (escalator) dan 2 tangga lainnya adalah tangga biasa.

Petugas ini juga akan menertibkan jemaah agar tidak ada yang shalat di dekat pintu Masjid agar tidak mengganggu lalu lalang jemaah yang keluar-masuk. Adapun bagi jemaah yang berkebutuhan khusus telah disiapkan 20 pintuk untuk akses masuk dan keluar, “Departemen penjaga pintu telah menyiapkan 20 pintu khusus untuk jemaah berkebutuhan khusus (difabel), yaitu, Bab As-Asalam, Jembatan Marwah, Bab Quraisy, Bab Al ‘Abbas, Bab Malik Fahd, lift Shafa, lift Al Arqam, lift Marwah, lift Marad, Lift Qarara, pintu no. 64, 68, 69, 74, 84, 89, 90, 93, dan 94. Adapun Bab Malik Abdillah dijadikan pintu khusus untuk jenazah.” Jelas Bati Senin (30/5/2016).

Dengan dikhususkannya pintu-pintu ini bagi penyandang disabilitas, maka jemaah lainnya yang normal tidak diperbolehkan melewati pintu-pintu ini pada bulan Ramadhan nanti. Selain itu pemeriksaan di Masjidil Haram makin diperketat, jemaah tidak diperbolehkan membawa barang-barang yang dilarang seperti, koper besar, kamera, microphone, kereta dorong untuk bayi dan alat semprot air.

Peningkatan penjagaan ini dilakukan demi kenyaman ibadah jemaah yang umrah dan beriktikaf di Masjidil Haram selama bulan suci Ramadhan. Jemaah pun diminta kerjasamanya untuk menaati peraturan yang sudah ditetapkan oleh Dewan Pengurus Masjid Haramain. (fh) 


Back to Top