Masjidil Haram

Makin Ramai, Dibuka Kajian Rutin Pendalaman Bab Puasa

Mekkah, (gomuslim). Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Syeikh Sudais dan Syeikh Khuzaim memberikan instruksi agar diadakan pengajian di Masjidil Haram. Pengajian ini dikoordinasikan oleh Dewan Administrasi Umum Pengarahan Masjidil Haram. Acara yang berlangsung selama 6 hari ini kerap dihadiri oleh para jemaah umrah dari berbagai negara. Dari hari ke hari makin ramai diikuti jemaah seiring juga makin padatnya masjid.

Pengajian dimulai sejak hari Sabtu kemarin (28/5/2016) sampai awal pekan ini di pelataran Malik Fahd lantai satu Masjidil Haram. Materi ceramah disampaikan langsung oleh Dr. Abdul Muhsin bin Muhammad Al Qasim yang mengulas kitab Puasa dari Kitab Fikih Ibnu Qudamah.

Penjelasan kitab yang disampaikan oleh Dr. Abdul Muhsin berisi tentang hal-hal yang membatalkan puasa serta apa saja yang tidak membatalkan puasa seperti berkumur-kumur saat berwudu jika air tidak sampai ke kerongkongan.

Selanjutnya pengajian diisi oleh Syeikh Dr. Hasan bin Abdul Hamid Bukhari yang menjelaskan isi kitab Maqashid Ash Shiyam (Tujuan-tujuan Puasa). Buku ini menyampaikan tentang dasar ibadah seperti ikhlas dan memiliki sifat menghormati. Selain itu buku yang disampaikan penjelasannya oleh Syeikh Hasan ini berisi tentang hakikat takwa dalam puasa yang sejatinya terkandung dalam niat, menjaga diri, menjaga hati serta menjaga kemaluan dan perut. Kemudian Syeikh Hasan pun menyampaikan tentang esensi puasa sebagai perjuangan jiwa dan kesabaran.

Pengajian yang terus berlangsung hampir satu pekan, diadakan setelah terbitnya surat dari Dewan Kepengurusan Masjid Haramain khususnya Bidang Ilmu dan Dakwah. Diharapkan dengan adanya pengajian ini menjadi sarana untuk menyiarkan Islam bagi seluruh jemaah umrah di Masjidil Haram.

dfasa

Pada akhir sesi pengajian, Dewan Pengurus Masjdil Haram berinisiasi memberikan sertifikat kepada jemaah yang rutin mengikuti acara ini. Sertifikat tersebut diberikan jika jemaah aktif menulis isi ceramah yang disampaikan.

Sebagaimana yang telah banyak diketahui bahwa selain sebagai tempat shalat, mesjid juga kerap digunakan sebagai tempat pengajaran agama (ta’llim). Kegiatan seperti ini sejatinya telah berlangsung lama di sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Dahulu pada era pra kemerdekaan Indonesia banyak ulama Nusantara yang menimba Ilmu agama Islam di Masjidil Haram saat menunaikan ibadah haji. Kegiatan taklim di Masjidil Haram memang telah ada sejak dahulu, maka diharapkan kegiatan positif seperti ini terus berlanjut tidak hanya saat mendekati bulan Ramadhan demi tegaknya Agama Islam di muka bumi. (fh)  


Back to Top