Modus Arisan Tabungan Haji-Umrah 'At-Ta'awun' Makan Korban, Pemerintah Tegaskan Lima Pasti Umrah

Wonogiri, (gomuslim). Penipuan dan penggelapan dana haji yang dikemas dalam bentuk arisan tabungan haji berhasil diungkap oleh jajaran Satreskrim Kepolisian Resor Wonogiri, Jawa Tengah pekan lalu. Modus ini menjerat korban dengan iming-iming dana setoran yang terbilang murah. Mungkin karena konsepnya menggunakan “Ta’awun” sehingga terkesan murah dan ringan. Pola yang dilakukan pelaku ini terkesan ingin membantu siapa saja yang memiliki hajat untuk berangkat haji ke tanah suci. Berbekal nama “Haji At-Ta’awun” pelaku memikat korban hingga mencapai 38 orang peserta. Dana yang terkumpul mencapai Rp868,4 juta.

Padahal kejanggalan modus penipuan ini sudah diketahui sejak akhir tahun 2015 lalu. Bahkan ada laporan pengaduan korban yang masuk unit pidana umum Satreskrim Polres Wonogiri Oktober 2015. Sejak November ada anggota pensiunan PNS yang ikut arisan Haji At-Ta’awun yang sudah merasa janggaal. Rupanya dana yang terkumpul tersebut diinvestasikan oleh pelakuk ke pihak ke-3 dan kemudian para peserta didaftarkan ke program talangan haji di Bank BSM cabang Surakarta. Sebagian dana diduga digunakan tanpa akad dengan peserta untuk menjalakan usahanya pribadi.

Akhirnya modus penipuan ini teruangkap saat bank menagih ke atas nama peserta karena sudah jatuh tempo angsuran. Karuan peserta-peserta yang ditagih uang angsuran dana tabungan haji oleh bank terkejut. Sehingga baru-baru ini pelaku dilaporkan ke polres sebagai tindak penipuan.

Akibat penipuan ini, peserta yang merasa yakin bisa berangkat haji tahun ini atau tahun depan gagal berangkat, sementara dananya menguap.

Pelaku penipuan arisan tabungan haji ini diduga dilakukan oleh seorang dosen berinsial DSH, beralamat di Sukomulyo, Kelurahan Kadipiro, kecamatan Banjarsari, Surakarta. Barang bukti yang disita dari pelaku berupa 1 lembar kartu bukti pembayaran, 1 lembar tanda bukti pembeyaran, 1 brosur arisan “Haji At-Taawun”, dan berkas-berkas arsip keanggotaan, 1 lembar sertifikat jaminan keberangkatan haji, 1 buah buku induk penerimaan dana arisan haji, 1 lembar brosur program talangan haji dari BSM. Pelaku akan dijerat Pasal 378 dan atau 372 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Mestinya kasus seperti ini dan modus penawaran pemberangkatan haji dengan dana murah  lainnya perlu diantisipasi oleh masyarakat sebagai bentuk penipuan. Karena tidak masuk akal ada lembaga atau perbankan yang dapat memberangkatkan jemaah umrah-haji dengan ongkos super murah.

Untuk menghindari berbagai modus penipuan haji, pemerintah dalam hal ini Kemenag RI telah mengeluarkan lima kepastian yang harus dipenuhi sebelum melaksanakan ibadah umrah atau haji khusus. Selengkapnya, silahkan baca link berikut:

http://www.gomuslim.co.id/read/news/2016/05/25/469/cegah-penipuan-biro-perjalanan-umrah-kemenag-sampaikan-pedoman-lima-pasti-.html

(Sykr/boz)


Back to Top