Setelah 8 Bulan Berlalu, Saudi Pastikan Pencairan Kompensasi Korban Insiden Jatuhnya Crane

Jakarta, (gomuslim). Setelah menunggu selama delapan bulan, akhirnya Pemerintah Arab Saudi memastikan pencairan dana santunan bagi para korban musibah crane di Masjidil Haram pada (11/9/2015). Untuk mendapatkan jawaban resmi dari pihak Kerajaan Arab Saudi, Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi, terus berupaya keras melakukan diplomasi agar Kerajaan Arab Saudi dapat mencairkan dana santunan korban jatuhnya crane.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menyatakan bahwa ia telah menemui DR. Khalid bin Salih Al-Abad, Kepala Protokol Istana Kerajaan Arab Saudi (Chief of Royal Protocol) baru-baru ini di Diwan Malaki (Royal Court) Istana as-Salam Jeddah. Dalam pertemuan tersebut Dubes Maftuh menanyakan realisasi komitmen Raja Salman untuk memberikan kompensasi dan santunan bagi korban musibah crane, baik yang meninggal maupun korban luka atau cacat yang sampai saat ini belum ada bentuk realisasi janji tersebut.

Akhirnya upaya diplomatik tersebut mendorong Kerajaan Arab Saudi untuk memverifikasi data korban guna pencairan dana kompensasi. "Saat ini proses pencairan kompensasi korban musibah crane dalam tahap penyelesaian teknis administratif dan Kementerian Keuangan Arab Saudi siap mencairkannya apabila proses pemeriksaan dan verifikasi data korban rampung. Kita  terus upayakan dengan pihak terkait di Arab Saudi dan doakan prosesnya cepat tuntas sehingga bisa segera cair," ungkap Dubes Maftuh.

Dalam pernyataan tertulisnya pada Selasa (31/5/2016)  Dubes Maftuh memberikan penjelasan bahwa, setelah menunggu selama 8 bulan, uang santunan yang dijanjikan Raja Arab Saudi dipastikan akan segera cair dan dibayarkan dalam waktu dekat ini. Selanjutnya ia pun menyampaikan bahwa sudah ada kejelasan mengenai kepastian pencairan dana bagi korban musibah crane di Masjidil Haram.

"Realisasi pembayaran uang santunan korban crane semakin jelas dan pasti setelah Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyampaikan nota diplomatik Nomor: 08/03/307457 tanggal 23 Mei 2016 yang merupakan jawaban atas Nota diplomatik yang disampaikan KBRI Riyadh Nomor: 0884/10/16 tanggal 18 Mei 2016 yang menanyakan kembali dan meminta update serta tindaklanjut realisasi dan pembayaran bagi korban crane dimaksud," jelas Maftuh.

Maftuh pun menandaskan bahwa KBRI Riyadh terus memonitor dan menyiapkan data lengkap korban agar dapat mempermudah proses pencairan dana kompensasi, "KBRI Riyadh bahkan sejak awal dan beberapa hari setelah musibah telah menyampaikan data lengkap dan rinci mengenai korban WNI untuk memenuhi ketentuan administratif dan prosedur sebagaimana disyaratkan oleh Otoritas terkait di Arab Saudi guna memperoleh santunan dan kompensasi dimaksud," tandasnya.

Sebagaimana yang telah diketahui pasca insiden jatuhnya crane tahun lalu, terdapat 12 orang jemaah Indonesia yang telah meninggal dunia dan 49 mengalami luka/cacat, dengan demikian total dana yang seharusnya mengalir kepada korban sebesar Rp 131.4 miliar rupiah dengan rincian Rp 43.2 miliar untuk 12 korban yang meninggal dan 88.2 untuk  49 korban yang mengalami luka serius/cacat. Semoga janji yang disampaikan pihak Kerajaan Saudi dapat segera dipenuhi. (fh) 


Back to Top