Waspada, Sentuh Rel Kereta Cepat Haramain Dapat Sebabkan Kematian

Mekkah, (gomuslim). Diperkirakan Jemaah Haji nantinya akan merasakan efisiensi waktu perjalanan ibadah jika kereta cepat rute Mekkah-Madinah telah selesai dibangun. Kereta listrik ini akan melintasi 5 stasiun dan memiliki rel sepanjang 447 km. Sebagai penggerak, kereta cepat ini menggunakan daya listrik bertegangan tinggi.

Terkait tingginya tegangan listrik yang dibutuhkan untuk mengoperasikan kereta, masyarakat dihimbau untuk tidak menyentuh rel pada km 189-376.  Himbauan ini disampaikan langsung oleh Departemen Kereta Api Haramain, karena pada titik tersebut dialiri arus listrik bertegangan 25.000 volt, jika tersentuh dapat menyebabkan kematian akibat sengatan arus listrik tegangan tinggi, seperti yang dikutip dari al-madina.com (31/5/2016).

Sampai saat ini pengerjaan proyek kereta api cepat Haramain telah memasuki tahap instalasi listrik untuk proyek pembangunan tahap 2. Proyek instalasi listrik ini diberikan kepada 12 kontraktor asal Spanyol dan kini perkembaangannya telah mencapai 90 persen. Jalur kereta cepat ini akan melintasi 5 stasiun, yakni di pusat kota Jeddah, Bandara King Adul aziz di Jeddah, Mekkah, Madinah dan King Abdullah Economic City (KAEC) di Rabigh.

Dalam rute perjalanannya kereta cepat ini akan melintasi jembatan terlebar di dunia dengan ukuran panjang 1,5 km dan lebar lebih dari 70 meter sedangkan tingginya mencapai 15 meter. Diperkirakan kecepatan kereta mencapai 360 km per jam, moda transportasi masal ini akan digunakan untuk mengangkut jutaan jemaah haji. Sehingga nantinya dapat mempersingkat perjalanan jemaah dari Madinah-Mekkah demikian pula sebaliknya.

Pada musim haji tahun lalu, jemaah dari Mekkah yang hendak menuju Madinah menghabiskan waktu perjalanan selama hampir 9 jam dengan menggunakan bus. Jika proyek kereta cepat telah rampung, maka untuk menempuh perjalanan Mekkah-Madinah hanya membutuhkan waktu selama 1,5 jam saja. Moda transportasi ini ditargetkan dapat mengangkut sekitar 19.600 penumpang setiap jamnya.

Untuk meningkatkan pelayanan kepada jemaah haji, maka akan disiapkan beberapa petugas yang menguasi beragam bahasa asing, “Kami akan menempatkan banyak petugas di sekitar stasiun, mereka kami latih berbagai macam bahasa untuk melayani jemaah haji,” ujar Presiden Organisasi Kereta Api Arab Saudi, Mohammed Al-Suwaiket.

fjg

Proyek ini telah dimulai pada 2009 dan telah menelan biaya USD 12 miliar, diharapkan pada puncak haji tahun ini, kereta cepat sudah dapat dioperasikan demi memudahkan para jemaah serta meningkatkan efisiensi waktu perjalanan ibadah haji. (fh)


Back to Top