Demi Keselamatan Jemaah di Mekkah dan Madinah, Putra Mahkota Saudi Sepakati Rencana Darurat Pertahanan Sipil

Mekkah, (gomuslim). Masjidil Haram dan Masjid Nabawi tentunya menjadi tujuan banyak kaum Muslim untuk beriktikaf di sana saat Ramadhan nanti. Oleh karena itu, Putra Mahkota Muhammad Bin Naif, wakil perdana menteri dan menteri dalam negeri Arab Saudi, telah menyetujui rencana kontingensi Pertahanan Sipil untuk menangani keadaan darurat di Mekkah dan Madinah selama bulan Ramadhan.

Direktur Jenderal Pertahanan Sipil Letnan Jenderal Sulaiman Bin Abdullah Al-Amr, mengatakan bahwa fungsi Pertahanan Sipil adalah menyiapkan langkah-langkah pencegahan yang akan diambil untuk dapat menghindari bahaya yang mengancam keselamatan jemaah karena itu adalah hal yang sangat penting. "Putra Mahkota telah menyatakan dengan tegas bahwa keselamatan jemaah di Mekkah dan Madinah adalah hal yang lebih penting,” ujarnya.

Selain itu Al Amr pun menyampaikan bahwa Putra Mahkota telah mengizikankan pihak keamanan untuk mengambil tindakan langsung jika diperlukan dalam kondisi darurat demi terciptanya keamanan dan kenyamanan jemaah yang datang untuk umrah atau iktikaf selama bulan ramadhan di Masjid Haramaian.

"Putra Mahkota memerintahkan Pertahanan Sipil untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan demi terwujudnya keamanan jemaah yang datang ke Mekkah dan Madinah. Jemaah tersebut datang dari berbagai penjuru dunia untuk melakukan ibadah, karena itu mereka harus merasa aman dan nyaman serta khusuk dalam beribadah," kata Al Amr.

Pertahanan Sipil merupakan lembaga keamanan yang personelnya berasal dari sipil bukan anggota militer, biasanya saat musim haji Pertahanan Sipil banyak dilibatkan untuk membantu jemaah dalam kondisi darurat. Al-Amr menjelaskan bahwa tugas utama Pertahanan Sipil adalah untuk membantu dan melindungi jemaah. "Dengan adanya musim haji dan umrah, maka Dua Masjid Suci (Masjidil Haram dan Masjid Nabawi) menjadi sangat ramai. Ini adalah tugas dan tanggung jawab Pertahanan Sipil untuk menjamin keselamatan dan keamanan jemaah,” ujar Al Amr.

Dalam merealisasikan darurat pertahanan sipil  maka nantinya pemerintah akan melibatkan 19 departemen yang masing-masing departemen dapat mengirimkan perwakilannya, biasanya yang kerap dilibatkan adalah anggota Departemen Kesehatan. Karena petahanan sipil yang disiapkan harus dapat menangani suasana darurat manakala ditemukan jemaah yang mengalamai sakit kronis.

Bagi setiap anggota pertahanan sipil wajib menguasai tiga hal utama yakni, pencegahan dari bahaya yang dapat diprediksi, mampu menangani evakuasi jika terjadi musibah dan aktif memberikan informasi terkait keselamatan jemaah selama menjalankan ibadah haji dan umrah.  

Tampaknya tidak hanya DKM Masjid Haramain saja yang disibukkan dengan beragam kegiatan demi menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Dirjen Pertahanan Sipil pun ditugaskan untuk mengawasi keamanan layaknya saat musim haji berlangsung. Semoga segala upaya yang dilakukan demi kemaslahatan jemaah dapat berjalan dengan lancar. (fh)


Back to Top