Jelang Ramadhan di Masjid Nabawi

Beginilah Ketentuan Buka Puasa Bersama di Masjid Nabawi Madinah

Madinah, (gomuslim). Budaya menaruh rasa hormat terhadap tamu merupakan budaya yang melekat di kalangan masyarakat Arab Madinah. Hal ini telah terlihat dari awal pertama kali Nabi Muhammad SAW hijrah ke kota ini yang dahulu masih bernama Yatsrib. Ternyata sampai saat ini hal itu masih terjaga, menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, masyarakat Madinah telah menyiapkan upaya untuk mengadakan takjil atau konsumsi menu buka puasa bagi jemaah Masjid Nabawi yang datang dari berbagai negara. Namun upaya baik ini menurut Dewan Pengurusan Masjid Haramain harus ditertibkan demi menjaga kebersihan Masjid Nabawi serta menjaga kenyamanan jemaah yang beribadah.

Lain halnya dengan apa yang ditetapkan di Masjidil Haram, pada Senin (30/5/2016) Dewan Pengurus Masjid dalam publikasi resmi Madinah memberikan informasi yang membolehkan memasukkan kurma, kopi, susu, keju dan roti ke dalam Masjid. Sedangkan di Masjidil Haram penentuan menu lebih diperketat karena diprediksi jumlah jemaah jauh lebih banyak di sana, sehingga kebersihan masjid menjadi pertimbangan utama, karena itulah makanan yang diizinkan untuk dibawa ke dalam Masjidil Haram hanyalah kurma atau roti selebihnya berada di luar masjid.

;ioh

Adapun tempat ifthar  (buka puasa) yang disediakan nantinya terletak di pelataran Masjid Nabawi sebelah utara, timur dan barat. Tempat ifthar  ini harus terpisah antara jemaah laki-laki dan perempuan.

Terkait para dermawan yang hendak mendermakan harta untuk pengadaan konsumsi, maka Dewan Pengurus Masjid menetapkan aturan sebagai berikut:

  1. Menyiapkan alat pembersih untuk digunakan membersihkan area hidangan;
  2. Kemasan pembawa makanan harus kuat agar tidak robek ketika diangkat;
  3. Tidak diperbolehkan membawa minuman selain susu, air putih, kopi, dan jus;
  4. Pemilihan tempat pelaksanaan ifthar  harus mudah dijangkau oleh jemaah;
  5. Konsumsi harus sudah tersedia 1,5 jam sebelum azan maghrib, tidak kurang atau lebih dari waktu yang telah ditentukan tersebut;
  6. Petugas pembagi atau penyedia konsumsi wajib mengenakan sarung tangan;
  7. Setelah konsumsi tiba tidak boleh langsung membagikan konsumsi sebelum diberikan instruksi dari petugas yang bersangkutan;
  8. Jika ada sisa makanan, maka boleh dibagikan kepada siapa saja secara tertib dan tidak berjatuhan ke lantai masjid;
  9. Tidak mengepel lantai yang dilalui oleh jemaah berkebutuhan khusus demi menghindari kecelakaan.

Jika di Masjidil Haram, telah dikerahkan puluhan ribu pekerja untuk persiapan menyambut Ramadhan, namun di Masjid Nabawi jumlah pekerja yang dikerahkan hanya 5.000 orang, mereka bertugas untuk membersihkan masjid serta sarana-sarana penunjang lainnya. Masjidil Haram dan Masjid Nabawi adalah dua masjid suci yang sekiranya harus dirawat dan dijaga sebaik mungkin karena di sinilah tempat pelaksanaan rukun Islam yang kelima. (fh)


Back to Top