Islamic Social Finance

Bank Indonesia Inisiasi 'Zakat Core' untuk Pengelolaan Lebih Modern

Jakarta, (gomuslim). Kepala Pusat Studi Bisnis dan Ekonomi Syariah/CIBEST IPB Irfan Syauqi Beik menyambut baik 'Zakat Core' yang diluncurkan di Turki atas inisiasi Bank Indonesia. "Salah satu kabar menggembirakan bagi dunia perzakatan internasional adalah diperkenalkannya dokumen Zakat Core Principles  atau ZCP yang akan semakin menguatkan aktivitas umat dalam kegiatan social financing," ujarnya, Rabu malam (1/06/2016).

Seperti diketahui, dalam sebuah forum ‘World Humanitarian Summit of United Nations’ di Istanbul, Turki, Bank Indonesia (BI) meluncurkan dokumen Zakat Core Principal. Dokumen ini memuat prinsip-prinsip pengelolaan zakat.

“Zakat Core Principles merupakan kontribusi Indonesia terhadap pengembangan Islamic social finance dan standar pengaturan zakat yang lebih baik di dunia,” kata Deputi Gubernur BI Hendar, di hadapan para pimpinan dan delegasi dari berbaga negara dan lembaga internasional dalam keterangan persnya, akhir pekan lalu.

Hendar mengatakan dokumen tersebut memuat 18 prinsip yang mengatur enam aspek utama pengelolaan zakat, yaitu hukum kelembagaan, pengawasan, governance, manajemen risiko, fungsi intermediasi dan syariah governance.

Penyusunan dokumen tersebut diinisasi oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Islamic Research and Training Institute-Islamic Development Bank (IRTI-IDB) dan delapan negara lainnya yang tergabung dalam International Working Group (IWG).

“Prinsip-prinsip utama pengelolaan zakat tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan manajemen zakat agar semakin efektif dalam memobilisasi dana sosial publik bagi peningkatan kesejahteraan umat di berbagai belahan dunia,” katanya pada pada 23 Mei 2016 lalu.

Hendar mengatakan, untuk mendukung penerapannya di berbagai negara, prinsip-prinsip utama pengelolaan zakat disusun dengan memperhatikan kondisi spesifik di masing-masing negara.

Zakat juga diharapkan bisa mendorong pengelolaan yang lebih governance, akomodatif, dan sejalan dengan kerangka peraturan yang terkait dengan sub-sektor keuangan syariah lainnya, serta mendukung konektivitas dengan sektor riil dan pembangunan modal manusia.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal Organization for Islamic Cooperation (OIC), Iyad Madani, dan Sultan Perak Malaysia, Sultan Nazrin Shah sebagai co-chair United Nations High-Level Panel for Humanitarian Financing menerima secara langsung dokumen Zakat Core Principles dari Hendar.

Para pemimpin maupun delegasi berbagai negara dan lembaga internasional yang hadir menyambut baik dengan adanya standar tersebut.  Mereka juga meyakini sistem keuangan sosial syariah melalui zakat dapat memberikan dukungan bagi program-program pengentasan kemiskinan dan penyelesaian krisis kemanusiaan.

Mantan Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) KH Didin Hafiduddin menilai 'Zakat Core' merupakan terobosan dalam pengelolaan zakat modern. "Ini ijthad dalam pengelolaan zakat, dari zaman baitul maal hingga berdiri badan-badan amil zakat dan saat ini dilengkapi dengan zakat core, alhamdulillah, semoga menambah kebaikan,"ujarnya.


Back to Top