Keuangan Syariah

Nilai Aktiva Bersih Reksadana Naik Fantastis, Sementara Reksadana Syariah Stagnan

Jakarta, (gomuslim). Akhir Mei kemarin (27/05/2016) dana kelolaan reksana dana meningkat fantastis. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat dana kelolaan itu hingga 27 Mei naik mencapai Rp 303,6 triliun dari pada posisi di akhir 2015 sebesar Rp 271,9 triliun. Kenaikan ini juga diikuti oleh peningkatan jumlah unit penyertaan yang saat ini sudah mencapai Rp 206,13 miliar, dibandingkan akhir tahun 2015 lalu hanya sampai Rp 185,5 miliar. Produknya juga mengalami peningkatan per akhir Mei 2016 dengan jumlah 1.193 produk sementara akhir 2015 sebesar 1.091 produk.

Namun, pertumbuhan positif ini tidak terjadi di reksadana syariah yang total Nilai Aktiva Bersih (NAB)-nya sebesar Rp 8,9 triliun dari keseluruhan jumlah 102 produk yang ada. Pertumbuhan ini kurang lebih masih sama seperti tahun lalu di bawah 5 persen, sebagaimana diakui oleh Kepala Departemen Pengawas Pasar Modal II-A OJK Fakhri Hilmi dalam sebuah acara di Jakarta, Selasa (31/05/2016).

"Memang kalau reksadana syariah belum terlalu menggembirakan, sama seperti tahun lalu masih di bawah 5 persen," ungkapnya.

Sementara itu, Dewan Syariah Nasional MUI melalui wakil ketuanya, Adiwarman Karim, pernah mengajak mahasiswa tingkat akhir atau anak muda yang tergolong mulai produktif untuk menaruh minat investasi di reksadana syariah. Hal ini disampaikan saat menghadiri festival pasar modal syariah di Jakarta beberapa sasi lalu.

"Untuk mahasiswa tingkat akhir, mereka bisa mencoba saham syariah dan trading online. Kalau mahasiswa tingkat awal, saya menyarankan mereka berinvestasi di reksa dana syariah atau sukuk," ujarnya ketika berbicara di hadapan investor yang menghadiri Festival Pasar Modal Syariah di Jakarta.

Meski diakui tren pasar modal syariah mulai atraktif dengan ditandai meningkatnya jumlah saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI), tapi hal itu belum membawa angin segar bagi pasar keuangan syariah dan peningkatan indeks saham syariah. Kurang lebih saat ini 61 persen dari total saham yang tercatat di BEI adalah saham syariah.

Karena itu Adiwarman memandang perlu untuk terus mengajak regulator pasar modal syariah serta komunitas yang memiliki perhatian pada keuangan syariah non-bank untuk terus mengedukasi mayarakat tentang investasi syariah.


Back to Top