Pelayanan di Masjidil Haram Terus Ditingkatkan, Sejuta Mushaf Dibagikan Pada Ramadhan 1437 H

Mekkah, (gomuslim). Direktur Departemen Urusan Mushaf dan Kitab Masjidil Haram Muhammad bin Rayal As-Sailani menyatakan bahwa pihaknya akan  mengambil langkah positif demi meningkatkan pelayanan terhadap jemaah di Masjidil Haram pada Ramadhan 1437 H. Sailani menjelaskan bahwa langkah yang dilakukan itu mengarah pada kegiatan amal yang dimulai dari pembagian mushaf di Masjidil Haram agar dapat digunakan oleh umat Muslim yang hanya sekadar berkunjung maupun yang sedang melaksanakan umrah.

Secara bahasa Mushaf adalah Alquran yang dicetak dan dijilid seperti buku. Pada Ramadhan nanti akan dibagikan sebanyak 1 juta buah dan semuanya dikirim dari keluarga almarhum Raja Fahd.  Kemudian Mushaf-mushaf tersebut disebar ke seluruh area Masjidil Haram baik di luar maupun di dalam masjid.

Departemen Mushaf pun telah menyiapkan 733 rak kayu yang terletak di setiap tiang masjid, sedangkan rak buku yang terbuat dari tembaga berjumlah 2.200 buah dan rak buku dari alumunium berjumlah 850 buah. Dengan demikian total rak yang tersedia adalah 3.783 buah. Ribuan rak inilah yang digunakan sebagai tempat untuk meletakkan jutaan Mushaf pada Ramadhan tahun ini.

kgfkjh

Sebagaimana yang disampaikan oleh publikasi resmi Kepemimpinan DKM Masjid Haramaian yang menjelaskan bahwa, Departemen yang mengurus Mushaf di Masjidil Haram telah menyiapkan Alquran lengkap dengan terjemahannya yang ditulis dalam 75 bahasa, tujuannya untuk mempermudah para pengunjung Masjdil Haram atau jemaah umrah yang ingin membaca Alquran dan mengerti artinya.

Selain daripada itu Departemen Mushaf pun turut membagikan berbagai macam buku-buku islami yang telah diterjemahkan ke dalam 6 bahasa yakni; Bahasa Urdu, Indonesia, Turki, Prancis, Benggali, dan Inggris. Pembagian buku dalam 6 bahasa ini merupakan layanan pertama kali yang ada pada tahun ini.

Layanan yang bersifat positif ini muncul dari arahan maupun gagasan Ketua Pengurus Masjid Haramain Syeikh Dr. Abdurrahman bin Abdul Aziz As Sudais. Ia menghendaki dilakukannya pembagian Alquran dan buku-buku islami yang dengan izin Allah nantinya pembagaian tersebut berada pelataran masjid, maka demi kelancaran, Sudais memberikan arahan agar Departemen Mushaf bekerjasama dengan departemen yang bertanggung jawab dalam urusan pelataran masjid.

Tidak hanya pembagian Mushaf, departemen lain yang memiliki otoritas di Masjidil Haram juga turut mengadakan pengajaran Alquran gratis serta penjelasan tentang isi kitab-kitab islami, untuk terwujudnya hal ini maka Dewan Pengurus Masjid Haramain mengadakan kerjasama dengan para akademisi Masjidil Haram, dan Lembaga Musabaqah Alquran. Adapun pelajaran yang disampaikan terkait ilmu agama menggunakan 2 bahasa pengantar yakni Urdu dan Indonesia.  

Penerjemahan literatur berbahasa Arab pada program ini selalu memperhatikan bahasa Indonesia, hal ini tak terlepas dari tingginya jumlah jemaah Muslim Indoneisa yang melakukan umrah maupun yang hanya sekadar berkunjung ke Mekkah atau pun Madinah. Oleh sebab itu maka bagi umat Islam Indonesia yang melakukan umrah, tak perlu risau dengan bahasa Arab jika hendak membaca buku yang disediakan di Masjidil Haram, karena terjemahan literatur ke bahasa Indonesia telah tersedia di sana. (fh)


Back to Top