Menteri Haji dan Umrah Saudi Instruksikan Jajarannya untuk Prioritaskan Pelayanan Jemaah Umrah Saat Ramadhan

Jeddah, (gomuslim). Menteri Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi Dr. Muhammad Shalih bin Thahir Bantan, menyampaikan pernyataan resminya terkait penyelenggaraan ibadah haji dan umrah di Mekkah dan Madinah. Dalam pernyataan tersebut, Bantan memastikan bahwa lembaga kementrian yang dipimpinnya akan berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan peningkatan pelayanan bagi setiap jemaah yang hadir di Haramain khususnya jemaah umrah di bulan Ramadhan.

Menurut Bantan, penyiapan fasilitas penunjang bagi jemaah merupakan upaya mulia menyambut tamu Allah. Sebagaimana yang telah diketahui, bahwa untuk dapat mewujudkan visi Arab Saudi 2030, Raja Salman telah melakukan perombakan kabinet pada Sabtu (7/5/2016). Dalam visi  Arab Saudi 2030 sektor pariwisata merupakan salah satu pedapatan negara yang paling diharapkan karena itulah Bantan dilantik menggantikan Bandar Muhammad Hajar.

Pelantikan Bantan sebagai Menteri Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi, merupakan suatu amanah yang diembankan Raja Salman pada pria berlatar belakang pendidikan teknik informatika dan elektro ini. Demi menjalankan tanggung jawabnya sebagai Menteri Urusan Haji dan Umrah, maka di bulan Ramadhan 1437 H,  Bantan beserta jajarannya terus memperhatikan keamanan, keselamatan, kenyamanan dan tempat tinggal bagi tamu Allah yang hadir di Tanah Suci.

 “Raja Salman bin Abdul Aziz telah memberikan instruksi untuk melayani tamu Allah, dan memberikan penjelasan bahwa tugas ini adalah amanah dan tanggung jawab yang mulia. Karena Allah telah memilih dua kota suci (Mekkah dan Madinah) sebagai cikal bakal penyebaran Islam ke seluruh dunia,” ujar Bantan dalam publikasi resmi Kementrian Haji dan Umrah, Selasa (31/5/2015).

Upaya peningkatan mutu pelayanan yang disampaikan Bantan pada publikasi tersebut, dapat terlihat dari kondisi Masjid Haramain saat ini. Semua pihak dari berbagai departemen terkait bersinergi untuk dapat meningkatkan pelayanan jemaah sebagaimana yang telah diinstruksikan langsung oleh Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz.

Meskipun baru dilantik menjadi menteri, namun untuk urusan penyelenggaraan ibadah haji, Bantan telah memiliki pengalaman sebagai Staf Pembantu Wakil Menteri Urusan Haji pada periode 1998-2000 dan pernah menjadi Wakil Menteri Urusan Haji dan pada 2000. Gelar akademik Doktor di bidang teknik informatika merupakan salah satu pertimbangan Raja Salman dalam pemilihan Bantan sebagai Menteri Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi, pasalnya Bantan dianggap mampu untuk melakukan inovasi pelayanan jemaah berbasis teknik informatika yang dapat diaplikasikan pada pelayanan jemaah haji dari seluruh negara. (fh)


Back to Top