Setelah Syeikh Ayub Wafat, Hanya Dua Syeikh yang Ditetapkan Sebagai Imam Shalat Tarawih di Masjid Haramain Pada Ramadhan Tahun Ini

Mekkah, (gomuslim). Ketua Pengurus Masjid Haramain Syeikh Dr. Abdurrahman bin Abdul Aziz As Sudais mengucapkan terima kasih kepada Raja Salman bin Abdul Aziz atas keterlibatannya dalam pemilihan imam shalat Tarawih di Masjid Haramain. Dari proses pemilihan imam tersebut muncullah dua nama guru besar dari kampus ternama di Arab Saudi.

Dua orang tersebut telah melewati beragam pertimbangan dari Pengurus Masjidil Haram beserta Raja Salman, mereka berdua adalah:

  1. Syeikh Dr. Yasir bin Rasyid Ad Dausary, beliau adalah seorang asisten profesor  di Universitas Malik Saud;
  2. Syeikh  Dr. Khalid bin Sulaiman Al Mahna, beliau adalah seorang dosen di Universitas Imam Muhammad Ibn Saud Al Islamiyah.

Dengan demikian, mulai Kamis (2/6/2016) kedua akademisi ini resmi ditetapkan sebagai imam Tarawih pada bulan Ramadhan tahun ini. Syeikh Yasir akan mengimami Tarawih di Masjidil Haram sedangkan Syeikh Khalid akan menjadi Imam di Masjid Nabawi. Mereka berdua bukanlah sosok asing dalam jajaran Imam Masjid Haramaian, karena pada tahun lalu keduanya telah menjadi imam shalat Tarawih di dua masjid suci ini.

Syeikh Yasir merupakan pakar qiraah dan ilmu Alquran beliau juga termasuk salah satu anggota ulama qiraah di Arab Saudi. Sedangkan Syeikh Khalid adalah seorang pendidik yang telah hafal Alquran sebelum masuk ke lembaga pendidikan formal. Ia dikenal sebagai ulama qiraah yang menguasai metode Hafs  dan ‘Ashim yang ia pelajari dari Syeikh Muhammad bin Abdul Hamid Abdullah Khalil.

Metode Hafs adalah metode membaca Alquran dengan tartil yang banyak dipelajari umat Muslim di seluruh dunia termasuk Indonesia. Pada Ramadhan tahun ini, sejatinya imam yang terpilih masih sama seperti tahun lalu, hanya saja pada tahun ini cuma dua syeikh  yang terpilih menjadi imam Tarawih di Masjid Haramaian. Berbeda dengan tahun lalu, jumlah imam yang terpilih mencapai 3 orang dengan dilibatkannya almarhum Syaikh DR Muhammad bin Ayub bin Muhammad Yusuf sebagai imam di Masjid Nabawi, namun setelah wafatnya beliau pada Sabtu, 8 Rajab 1437 H atau bertepatan 16 April 2016, belum ada seorang pun yang ditetapkan untuk menggantikan Syeikh Ayub seorang ulama Haramain keturunan Burma ini.

Sama seperti tahun kemarin, penentuan Imam di tahun ini juga melibatkan kesepakatan dari Raja Salman sebagai orang nomor satu di Arab Saudi. Kendati demikian, kedua imam yang terpilih sudah termasuk orang-orang terbaik dalam penguasaan ilmu qiraatul quran (membaca Al Quran) di Haramain, meskipun pada tahun ini belum ditetapkan sosok pengganti Syeikh Ayub. (fh)


Back to Top