Ketersediaan SDM Masih Jadi Tantangan Pengembangan Perbankan Syariah di Tanah Air

Jakarta, (gomuslim). Total aset industri perbankan syariah dalam catatan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam sepuluh tahun terakhir ini meningkat hampir 14 kali lipat. Pada tahun 2015 aset tercatat Rp 21,5 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp 296,2 triliun. Penyaluran pembiayaan bank syariah akhir 2015 kemarin mencapai Rp 212,9 triliun dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami peningkatan, nilainya mencapai Rp 231,2 triliun. Ini menjadi indikasi bahwa kepercayaan masyarakat terhadap institusi perbankan syariah meningkat pula.

Saat ini sudah tercatat 12 bank umum syariah (BUS), 22 unit usaha syariah (UUS) yang siap melayani masyarakat hingga di pelosok Indonesia. Ditambah 163 BPRS yang memiliki 2.747 jaringan yang tersebar di 34 provinsi juga siap melayani masyarakat. Layanan perbanakn syariah juga didukung oleh 49.000 jaringan ATM bersama, dan 88.000 unit jaringan ATM Prima, demi kemudahan transaksi keuangan dan perbankan.  

Namun sekarang ini, persoalan yang dihadapi perbankan syariah adalah sumber daya manusia. Laju perkembangan pertumbuhan perbankan syariah belum diimbangi dengan ketersediaan SDM yang mumpuni di bidang perbankan syariah. SDM yang sekarang berada dalam pengoperasian sistem ini belum terupgrade dengan baik atau ada penyegaran secara manpower dengan kapasitas pengetahuan mu’amalah syariah.

Hal lain yang menjadi tantangan perbankan syariah ialah kurangnya akademisi perbankan syariah yang dapat menyajikan kajian atau hasil riset di bidang ini, yang dapat jadi pembelajaran bari stake holder perbankan syariah. Terutama bagi edukasi masyarakat umum. Masih belum banyak pendidikan yang lebih berorientasi pada pengenalan ekonomi Islam. Di sinilah kemudian persoalan itu berkelindan pada ketersediaan SDM dan daya dukung keilmuan yang terdapat di sektor pendidikan—dalam hal ini perguruan tinggi. Pandangan ini sebagaimana disampaikan oleh Cut Nur Halimah seorang calon magister perbankan syariah di Kampus UNI Sunan Kalijaga, Yogyakarta baru-baru ini.

Namun, Kenyataan yang jadi tantangan ini sudah terbaca oleh OJK dalam penyusunan road map perbakan syariah yang dirilis lima tahun kedepan. (boz)

 

 

 


Back to Top