Rusia Bangun Infrastruktur dengan Pembiayaan Bank Syariah

Kazan, (gomuslim). Selama ini masyarakat mengenali negara beruang merah ini identik dengan paham komunisme, padahal hampir dipastikan masyarkatnya kebanyak relijius. Belakangan Yunus-Bek Yevkurov, presiden salah satu republik di Rusia yang mayoritas populasinya beragama Islam, Republik Ingushetia, mengatakan bahwa lembaga pengembangan investasi terbesar Rusia, Vnesheconombank, telah mendanai beberapa proyek industri halal di republik tersebut.

Dana dari bank syariah sebeagaimana disampaikan Kepala Vnesheconombank Sergei Gorkov dalam KTT Kazan, 20 Mei lalu, akan digunakan sebegai pembiayaan proyek infrastruktur negara.

“Isu investasi infrastruktur Rusia sangat penting, dan perekonomian Rusia bisa benar-benar memanfaatkan perbankan syariah,” kata Gorkov.

Gorkov juga menambahkan bahwa Rusia diperkirakan akan menutup penawaran pertamanya dalam penarikan modal syariah pada musim gugur 2016.

Negara yang belakangan ini sering berhadap-hadapan dengan kepentingan Barat di Timur Tengah sedang merencanakan amandemen undang-undang perbankan mereka untuk diperluas mencakup bank syariah, yang melarang sistem pengambilan riba (interest/faidah) dari pinjaman dan mengharuskan peminjam dana dan pemberi dana untuk berbagi risiko.

“Perbankan syariah berkembang 15 – 20 persen tiap tahunnya, termasuk di negara nonmuslim, seperti Irlandia,” kata Presiden Tatarstan Rustam Minnikhanov. Nemun, sebenarnya, menurut Minnikhanov, Rusia tertinggal oleh negara lain di bidang ini.

Pada KTT Kazan 2015 lalu, Rusia telah mengumumkan keputusan untuk menarik modal syariah. Lalu tahun berikutnya Bank Sentral negara adidaya ini telah membentuk kelompok kerja untuk pengembangan perbankan Syariah dan menyetujui sejumlah langkah dasar yang tertuang dalam cetak biru 2016 – 2017.

Tetapi, langkah tersebut belakangan sempat terhenti. Di antara seluruh wilayah Rusia, perbankan syariah paling banyak dikembangkan di wilayah mayoritas muslim Tatarstan. Ak Bars, salah satu bank terbesar di wilayah tersebut, telah mengeksekusi dua transaksi berdasarkan prinsip perbankan syariah, mendahului legislasi yang ada. Namun, bank tersebut hingga kini belum mendapat penalti dari pemerintah Rusia.

Gorkov juga mengatakan Vnesheconombank bersedia mendukung proyek yang mempromosikan ekspor ke negara-negara mayoritas muslim. Menurut Gorkov, Rusia telah mengekspor barang senilai tiga miliar dolar AS pada negara-negara Organisasi Kerja Sama Syariah, tapi hal tersebut bisa meningkat dua kali lipat.

“Kami lihat Eropa secara aktif mengupayakan pembentukan perbankan syariah,” kata Minikhanov. “Presiden (Putin) mendorong Rusia untuk mendekat pada dunia Islam. Pendekatan ini perlu dilakukan di berbagai area, termasuk keuangan, budaya, dan lainnya.”

Sementara itu, konstitusi dan penegak hukum Rusia sendiri masih bersikap apriori terhadap sistem perbankan ini. Malah terkesan masih menolak dengan alasan hukum. 

“Undang-undang Rusia belum siap untuk mengimplementasikan instrumen semacam itu,” kata Yevgeny Bushmin, wakil juru bicara Majelis Tinggi Parlemen Rusia, Dewan Federasi. Bushmin sendiri memiliki otoritas mengawasi kebijakan pajak. Meskipun demikian, dia menyebutkan perbankan syariah dapat membantu perusahaan Rusia yang tak boleh meminjam dana dari bank Eropa dan AS untuk proyek-proyek pembangunan.

“Perbankan Syariah tak menciptakan gelembung. Hal itu membuat transaksi lebih stabil dibanding sistem lain,” kata Bushmin. Selain itu, menurut Bushmin, jumlah total perbankan syariah secara global telah mencapai 2,5 triliun dolar AS. Nilai nominal yang cukup fantastis untuk sebuah negara yang pernah terkenal sebagai negeri berideologi komunis.

Namun masalah utamanya, Rusia adalah negara yang hukumnya melarang bank melakukan aktivitas komersil. Sebagai mana hal ini diungkap oleh pengacara senior di firma hukum Egorov, Puginsky, Afanasiev & Partners, Ilya Bareisha kepada kantor berita Rusia, RBTH. Sebenarnya secara hukum asal, bank syariah secara aktif membeli dan menjual aset tertentu diperbolehkan dalam hukum Islam. Prinsip hukum Islam dalam bank syariah ini akan menjadi alternatif bagi sistem perbankan Rusia bila ingin membuat produk perbankan yang membolehkan ativitas komersil. Bank Rusia bisa bertransaksi menggunakan teknik keuangan syariah untuk aset tertentu, seperti besi mulia. (boz/Alex RBTH)

 

 


Back to Top